Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Kamis, 14 Januari 2016

Tips dan Info Wisata : Tak Semua Keindahan Harus Ditulis dan Bagikan

Dari sebuah obrolan di warung kopi beberapa teman menyarankan saya untuk membuat blog seputar tips dan info wisata.  Mereka beralasan saya punya beberapa pengalaman menjadi seorang petualang. Ya, itu dulu, beberapa tahun yang lalu. Ketika hutan seringkali saya jadikan sebagai tempat kongkow di akhir pekan.

Sebenarnya saya bukanlah seorang petualang sejati. Bukan pula seorang traveler dengan budget tinggi. Saya hanyalah seorang Portugis, pencinta olahraga dan wisata untuk kalangan berkantong tipis. Namun jangan salah, justru dalam petualangan-petualangan tersebut tanpa sengaja banyak sekali saya temukan tempat-tempat indah yang jarang terjamah. Lokasi wisata tak berbayar yang tentunya akan menggoda para ahli selfie untuk mengabadikan gambar.

Awalnya saya tertarik dengan ide teman-teman tersebut. Sempat pula saya berpikir untuk membuat blog untuk para petualang berkantong pas-pasan. Mengupas lokasi-lokasi wisata atau tempat berpetualang baru yang pernah saya cumbu. Namun akhirnya niatan itu saya urungkan. Alasannya sederhana, saya takut blog itu justru secara tidak langsung memberi kontribusi tempat yang saya singgahi menjadi tak lestari lagi.

Saya jadi teringat ketika dulu film 5 cm seakan menjadi magnet yang mendorong manusia berbondong menyerbu Mahameru. Tempat yang seharusnya menjadi kawasan suaka justru kini berubah menjadi tempat wisata untuk massa. Efeknya? yang sederhana saja, masalah klasik macam sampah dan coretan makin banyak ditemui di sana.

Saya takut blog saya nanti akan serupa seperti film 5 cm. Setidaknya secara tidak langsung akan membuat tertarik pembaca untuk mengunjungi sebuah tempat eksotika baru setelah membaca artikel saya. Lebih lagi jika yang saya kupas adalah spot-spot baru yang yang belum banyak diulas di dunia maya. Satu contoh sederhana saja misalnya. Saya menulis tentang sebuah perbukitan yang kaya akan berbagai jenis bebatuan. Lalu tanpa sengaja artikel itu terbaca oleh seorang penggemar batu akik di dunia maya. Kemudian artikel itu dibagikan di sebuah grup pencinta batu akik. Lalu apa yang terjadi? Bisa jadi beberapa hati kemudian manusia akan berbondong menyerbu lokasi yang tanpa sengaja saya tunjukkan melalui tulisan.

Bukan, bukan berarti saya tidak sepakat dengan dulur-dulur blogger yang memiliki blog travel. Bagi saya memberikan tips dan info wisata di dunia maya itu perlu. Seorang blogger tentu harus memiliki kejujuran ketika menulis sesuatu. Namun tak terlampau jujur untuk menulis semua keindahan yang  kita temukan. Lebih lagi jika tulisan itu tentang spot-spot eksotik yang baru. Kita harus memikirkan pula efek yang akan timbul sebab artikel yang kita publikasikan nanti.

Tidak masalah tentunya jika kita hanya mengulas lokasi wisata yang sudah ramah terjamah manusia. Semoga saja kita tak hanya jor-joran memberikan informasi wisata saja kepada pembaca. Namun juga diimbangi dengan memberikan semacam pengetahuan tentang etika mereka ketika berwisata. Tentang kearifan lokal yang harus kita jaga. Tentang perlakuan sampah-sampah kita. Juga tentang cara berselfie ria tanpa harus larut dalam euforia. Setidaknya pembaca artikel kita tak hanya menemukan destinasi wisata yang baru, tapi juga pemahaman etika wisata saat mereka berperilaku.

Pun demikian dengan pengguna sosial media. Ketika kemarin sempat heboh soal istilah fomo. Saya rasa ada kecenderungan sebagian  pengguna sosmed pada dasarnya adalah seorang fomo. Mungkin salah satunya saya hahaha. Yang saya tahu sosial media itu adalah media untuk pamer. Salah satunya adalah pamer foto. Fenomena inilah yang mungkin menjadi salah satu penyebab rusaknya bunga Amaryllis Gunung Kidul. Melihat sebuah foto di akun sosmed yang mereka jumpai. Lalu tergiur untuk berselfie ria dengan gaya serupa.  Intinya hanya untuk bisa ngeksis diri dan pamer foto di tetangga kanan kiri tanpa memiliki pengetahuan etika ketika berwisata. Ujung-ujungnya? obyek selfie mereka menjadi dedel duwel dalam seketika. Yah, gegara foto maka muncullah over fomo.

Dulur blogger dan para netizen, semoga kita selalu berhati-hati ketika menulis atau mengunggah foto tempat-tempat eksotika Indonesia. Lebih lagi jika obyek itu adalah spot-spot indah yang jarang terjamah. Tak semua keindahan itu harus ditulis dan bagikan. Harus pula memikirkan tentang dampak yang tejadi ketika keindahan itu kita publikasikan. Jika dirasa perlu untuk dibagi, menulislah untuk memberi informasi. Imbangi pula dengan edukasi. Tentang asyiknya berwisata tanpa mengabaikan etikanya.

Sebaliknya andai saja  keindahan itu akan menjadi bahaya jika kita publikasikan di dunia maya. Simpan dan jadikan saja kenangan dalam ingatan. Tak harus kita tuliskan lewat tips dan info wisata di blog kita. Yah, simpan saja untuk diri sendiri, sebab itulah sebaik-baiknya kontribusi bagi keindahan agar senantiasa tetap lestari.

Salam lestari Indonesia !






Selasa, 22 Desember 2015

Ojo Kagetan


Beberapa minggu yang lalu Google memberi saya curat cinta. Mengabarkan jika salah satu blog saya dilarang memajang iklan mereka. Saya tidak kaget, sebab jauh sebelumnya  pernah pula menerima surat dari mereka . Isinya juga sama. Tentang pemutusan hubungan cinta secara sepihak. Essip dilarang untuk berpacaran dengan iklan.

Awalnya saya ingin mengajukan banding. Namun beberapa teman menyarankan untuk mengabaikan saja. Kata mereka Google seringkali aneh ketika memutuskan sebuah kebijakan. Blog yang jelas nyata-nyata copas kadang dibiarkan memasang iklan dengan bebas. Sebaliknya blog dengan tulisan murni dari pemikiran sendiri justru malah dikebiri. Ya mau gimana lagi, saya menyadari sedang berhadapan dengan raksasa dunia maya dari Amerika. Sebuah negara dengan peringkat pertama dalam hal "sak karepe dewe" di dunia.

Kesulitan dalam sebuah usaha di dunia maya itu adalah hal yang biasa. Resiko banned, sulit index di mesin pencarian, turunnya trafik kunjungan, hingga berkurangnya hasil klik iklan itu bisa terjadi pada siapa saja. Namun terkadang muncul pula kejutan-kejutan tak terduga dari dunia maya.

Dulu ketika masih hangat-hangatnya ngeblog, Essip pernah mendapat kejutan tak terduga. Google mengganjar 4 bintang  untuk sebuah blog yang isinya dominan dengan catatan harian. Apalagi kala itu saya masih belum mengenal tentang monetasi. Hanya menulis, menulis dan BW, itu saja yang saya lakukan.

Saya tidak kaget dan anggap sedang beruntung saja.  Peringkat itu cuma soal hitung-hitungan mesin buatan manusia. Mungkin saja tepat, namun kadang pula tak akurat. Nah, sekarang Essip sedikit-sedikit sudah mengenal monetasi, tapi justru peringkatnya nyungsep ke angka dua. Bisa saja abadi sebab Google sudah tak memberi nilai raport lagi. Saya juga tak kaget, sebab sekuat apapun sebuah usaha tetap saja nasib yang akan menentukannya.

Kadang kejutan-kejutan itu muncul pula tanpa terduga. Pernah di suatu masa saya merasakan betapa mudahnya memulung recehan di dunia maya. Memanfaatkan sebuah celah kekurangan di mesin pencarian dengan sedikit perlakuan. Ya, cuma butuh sedikit kreasi. Setelahnya saya cuma duduk di depan kompi sembari ngopi. Mengamati hilir mudik pengunjung blog dari berbagai negeri. Sebuah kondisi yang membuat celengan dunia maya saya menjadi sedikit gemuk dengan seketika. Namun saya tidak kaget. Saya anggap cuma beruntung saja  bisa mempecundangi raksasa dunia maya dan itu bisa juga dilakukan siapa saja.

Sekarang si raksasa sudah mengetahui celah kekurangannya. Menutupnya rapat-rapat agar tak kembali saya pecundangi. Saya juga tidak kaget, sebab di dunia ini tiada sesuatu yang abadi.

Beberapa hari yang lalu ada sebuah peristiwa yang saya alami. Kali ini saya kaget, sebab ini pengalaman pertama bagi saya setelah sekian lama menjadi penggiat dunia maya. Seseorang telah nyelonong ke area pribadi saya tanpa permisi. Sukses membobol beberapa email pribadi. Menjahili beberapa akun PPC yang saya punyai. Termasuk pula paypal, celengan hasil memulung saya di dunia maya.

Saya kaget dan merenung, kenapa di saat pelik seperti ini masih saja ada kesulitan yang saya temui. Saya kaget tapi beberapa jam saja. Setelahnya saya lakukan klaim otoritas kepemilikan ke pihak paypal. Lalu tidur, pasrah saja menunggu hasilnya. Jika uang itu benar-benar membawa keberkahan, pasti akan kembali ke tangan. Begitu pikir saya.

Alhamdulillah, setelah saya bangun ternyata uang recehan saya utuh kembali ke asalnya.

Dulur blogger, kejutan-kejutan senantiasa terjadi dalam kehidupan kita. Pahit dan manis datang silih berganti, begitu seterusnya. Bukan, bukan berarti Sang Maha Penguji sedang mempermain-mainkan hati. Mungkin ini hanya sebuah cara agar hati kita senantiasa merasa. Agar tak mudah kaget dengan kejutan apapun yang nanti akan kita terima.

Semoga saja kita  bisa terus belajar untuk menjadi orang yang tidak mudah kaget. Menyikapi semua kejutan-kejutan kehidupan dengan senantiasa bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Kado Kehidupan. Ketika rejeki atau prestasi sedang menanjak tinggi kita tidak berlebih kaget hingga lupa diri. Ya, lena dengan membusungkan dada atas keberhasilan kita. Padahal sejatinya semua kesuksesan itu bisa kita terima sebab belas kasihNya.

Pun demikian ketika keberuntungan masih terasa sulit teraih tangan. Silakan saja kaget, tapi sebentar saja. Tunggu saja setelahnya insya Allah muncul kejutan manis yang tak terduga. Yah, sebuah kejutan layaknya Miss Filipina yang tak pernah menyangka jika mahkota juara akan nangkring di atas kepalanya.

gambar : st-takla.org

Kamis, 26 November 2015

Gara-gara Postingan Om NH


Sepuluh hari yang lalu saya kembali aktif menulis nyetatus di dunia maya. Setelah beberapa bulan lamanya raib dari glamor dunia maya. Maklum, fikiran sedang fokus merintis usaha "perklithikan", jadi  saya putuskan untuk sejenak cuti sebagai penggiat sosial media, salah satunya yaitu Facebook

Hasilnya? Alhamdulillah proyek saya masih belum mampu untuk menambah pundi tabungan yang rencananya akan saya gunakan untuk menyewa sound system dan tenda buat pernikahan hahaha. Tapi sudahlah, yang namanya usaha tentu saja butuh perjuangan yang tentu saja saya harus setia berproses di dalamnya.

Kembali ke Facebook, aktifitas saya di jejaring sosial yang satu ini masih saja seperti biasanya. Masih suka cengengesan di lapak-lapak tetangga. Masih suka obral jempol, masih pelit pula untuk ikut-ikutan berbagi di setiap berita yang hilir mudik di lini masa. Lebih lagi pada  tulisan-tulisan, status fanpage atau berita yang akan membuat kotak komentar saya jadi ring tinju massa.

Ada satu hobby baru yang sekarang saya sukai dari fitur Facebook. Sebuah fitur bernama "Pada Hari Ini" yang tujuannya untuk menemukan kembali serta bernostalgia dengan status-status lama kita. Yah, setidaknya sebagai media introspeksi diri sekaligus bernostalgia lewat status-status yang pernah saya bagi di beberapa tahun silam.

Pagi tadi iseng-iseng saya mainkan fitur "Pada Hari Ini", di situ saya temukan sebuah status yang saya bagikan 4 tahun silam. Sebuah status berupa ucapan terima kasih saya pada om NH yang telah memberi apresiasi pada salah satu tulisan di Essip sebagai "The Post Of November" versi om Trainer.

Tulisan itu berjudul "Setelah Bulan Sebelas", saya bingkis spesial buat pasangan bulan sebelas yaitu Masbro RZ Hakim dan Zuhana Api Kecil. Dua sejoli blogger, saudara pencinta alam juga  Nabi Adam yang saat itu sedang melangsungkan pernikahan. Namun sayang saya tak bisa hadir di hari bahagia mereka. Pekerjaan saya sebagai satpam dunia maya kala itu, hanya mampu mengiringi mereka dengan harapan serta doa lewat tulisan saja.

Aku berharap urusan perut tidak pernah merubah kalian berdua. Aku ingin kalian masih seperti dulu. Masih mau berbagi disamping harus memikirkan urusan susu bayi. Tetap mau berkarya meski dipusingkan pula oleh kompor dapur yang harus senantiasa tetap menyala.

Alhamdulilah, ternyata doa saya terkabulkan. Empat tahun lamanya tidak ada yang berubah dari dua sahabat saya. Masih saja berkarya dengan senjata tulisan-tulisannya. Saya pun masih juga belum berubah. Masih belum ketemu dengan Marpuah hahaha.

Ah, jika dipikir masa berlalu tanpa terasa. Yang dulunya pemula sekarang sudah dipanggil tetua. Sudah banyak yang lihai merubah-rubah tema blognya. Sudah banyak pula  yang jago menjajah Google di halaman pertama.

Dulur blogger, apapun perubahan yang terjadi nanti semoga saja tidak ada yang berubah pada semangat berkarya kita. Yah, sama halnya dengan doa dan harapan saya pada pasangan bulan sebelas. Pun demikian harapan saya pada dulur blogger semua. Tetap semangat meski nilai klout atau DA menurun dengan sangat. Tak henti untuk terus berbagi, tanpa harus terlalu menghitung-hitung nilai materi. Juga tulus untuk terus berkarya, tanpa peduli seberapa banyak nama kita akan dielu-elukan di dunia maya.


Note :  Matur nuwun om NH untuk postingan 4 tahun silamnya yang membangunkan saya dari tidur lama.

Redesign template mix from Tonzer - Mybloggertrick - Salahuddin-Ayubi Template