Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Selasa, 26 Oktober 2010

Sudahkah Anda Menjadi Seorang Pahlawan..?

uAkhir-akhir ini di berbagai media sedang hangat-hangatnya memperdebatkan tentang layak atau tidaknya Soeharto menjadi seorang pahlawan. Satu pihak beranggapan bahwa mantan orang nomer satu di Indonesia tersebut pantas diberi gelar pahlawan nasional, namun di pihak lain menganggap jika segala kesalahan Suharto telah menganulir semua kebaikannya dan tak layak disebut sebagai seorang pahlawan.

Hampir tiap hari kita melihat orang-orang pintar saling berdebat mempertahankan argumennya masing-masing, bahkan perang argumen mereka bukan hanya terjadi di dunia nyata, karena sekarang di dunia mayapun lewat Facebook muncul gerakan tolak Soeharto sebagai Pahlawan. Suatu hal yang bagi saya kurang begitu etis sebagai orang timur, karena budaya kita menganggap suatu hal yang enggak ilok jika kita terlalu membicarakan segala keburukan orang yang telah meninggal.

Terlepas dari pro kontra tersebut, sebagai orang awam saya berpendapat jika pahlawan adalah suatu gelar atau sebutan yang diberikan kepada seseorang atas keikhlasan mereka dalam berkorban untuk merubah segala sesuatu menjadi lebih baik (menurut versi yang memberi gelar). Seseorang mungkin saja dianggap sebagai pahlawan oleh sebagian orang, namun belum tentu orang lain juga menganggap dia pahlawan. Ernesto "Che" Guevarra mungkin oleh para aktivis dianggap sebagai idola atau pahlawan bagi mereka. Namun bagi saya Che hanyalah manusia biasa karena tak satupun pengaruh dia berefek dalam kehidupan saya. Mungkin jika saya disuruh memilih tokoh idola saya lebih memilih Pak Sariban di banding Che. 


Seorang pahlawan bagi saya haruslah mempunyai pengaruh positif bagi orang-orang yang menganggapnya pahlawan, jadi wajar jika seorang pecinta alam seperti saya lebih memilih seorang pensiunan PNS dari Bandung yang dengan gigih setiap hari berkeliling sepeda ontel untuk memperjuangkan budaya kebersihan dibandingkan memilih sosok nama besar sekelas Ernesto Guevarra.

Satu hal yang biasanya dilupakan oleh mereka yang meributkan tentang kepahlawanan adalah pemahaman jika seorang pahlawan adalah manusia biasa. Karena sekali lagi sejelek apapun pendapat sesorang mengenai sosok figur, pasti ada juga yang menganggap figur tersebut justru seorang pahlawan. Satu contoh seorang maling mungkin dianggap sampah masyarakat, namun bagi istri dan anak-anaknya dia adalah sosok pahlawan keluarga.

Alangkah lebih bijaksananya jika kita tidak terlalu memperdebatkan gelar atau sebutan pahlawan kepada seseorang, karena biarlah hati kita masing-masing yang menilai figur tersebut layak tidaknya menjadi pahlawan buat kita. Yang jadi pertanyaan adalah sudahkah kita menjadi seorang pahlawan dibidangnya masing-masing?.

Ya.. semua orang pada dasarnya bisa menjadi seorang pahlawan.

Petani adalah pahlawan

Nelayan adalah pahlawan

Guru adalah pahlawan

Dokter adalah pahlawan

Petugas kebersihan adalah pahlawan

Netter adalah pahlawan

Semua orang mungkin adalah Pahlawan


Semua orang adalah pahlawan jika dengan segala keihklasan dia mendedikasikan semua pekerjaannya utnuk hal yang positif bagi kemanusiaan dan lingkungan. Seorang pahlawan tidak membutuhkan gelar atau sebutan, karena bukanlah uang atau popularitas yang mereka cari, tapi cuma sebuah tepukan hangat dipundak kanan mereka dari seorang malaikat. Anda mungkin layak disebut pahlawan jika  membiarkan sekerumunan burung bertempat tinggal di pohon pekarangan anda tanpa anda usik sedikitpun. Seorang facebookerpun saya kira mampu menjadi seorang pahlawan, jika disamping dia menuliskan semua keluhan kehidupan pada update statusnya, dia juga mau mengajak orang lain yang membaca statusnya untuk berbuat kebaikan.

Mungkin dengan adanya masalah pro kontra gelar pahlawan buat Pak harto, kita bisa ambil hikmah jika selama ini kita juga melalaikan orang-orang yang layak diberi gelar pahlawan. Orang-orang macam Pak Sariban, para guru ngaji kampung, tukang sapu jalan, petugas palang pintu KA, guru desa terpencil dan masih banyak lagi para pahlawan tanpa gelar yang harus kita teladani dedikasinya. Walaupun kepahlawanan kita tersebut tidak begitu berpengaruh pada semua orang, setidaknya mulai detik ini kita bisa menjadi seorang pahlawan buat orang-orang terdekat atau diri kita sendiri.

Semoga slide dibawah ini bisa dijadikan perenungan, jika masih banyak orang yang memerlukan kita sebagai pahlawan buat mereka. Sebaliknya banyak pula orang-orang yang sering kita lupakan/pinggirkan padahal tanpa kita sadari semua dedikasi mereka layak untuk kita sebut sebagai seorang pahlawan.






sumber gambar : flickr.com
Sekilas Pariwara...

7 komentar:

  1. Uhuii..ada orkes tamasya;
    (sementara gitu dulu komentarnya..)Belum selesai baca soalnya;

    BalasHapus
  2. Baca postingnya, apa liat slidenya..??

    BalasHapus
  3. Liat slide nya dulu, baru baca...

    BalasHapus
  4. semoga kita menjadi lebih baik setiap waktunya , tdk egois dan selalu PLUR (peace love unity respect)

    we are hero !!!

    BalasHapus
  5. Ladida @ Essip...!! Welcome to Jember dulur..!

    BalasHapus
  6. Nice post :)

    Yeah, that's the point.

    Jadilah pahlawan di bidang masing2 dan tidak usah harapkan gelar dari orang lain.

    BalasHapus
  7. yup's bener sekali brotha buat aku pahlawan itu adalah siapa yang berjasa&memberi efek baik bagi kehidupan kita.buat aku pahlawan terbesar adalah Nabi Muhammad SAW beliau adalah the big hero in the world..yang kedua tentunya adalah ALM.BAPAK&ALMH EMAK pastinya karenanya aku bisa jadi seperti sekarang walau belum semua seperti yang diinginkan.

    BalasHapus