Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 18 November 2010

Memanfaatkan Kredit Usia

Kapan hari lewat pesan singkat seorang sahabat mengatakan kapada saya jika dia akan berangkat menjadi relawan di Jogja. Sebuah isi SMS yang membuat saya iri saat membacanya, karena sejak lama saya ingin melakukan apa yang saat ini dilakukan oleh sahabat saya tersebut, namun sayang kondisi saat ini membuat saya mengurungkan obsesi  tersebut.

Dulu saat masih aktif di PESANTREN (Pengangguran Santai Tapi Keren) saya memiliki waktu yang bisa dibilang begitu luang untuk memberikan sumbang asih sedikit tenaga buat yang memerlukan, tapi saat itu hati saya belumlah lunak seperti sekarang.  Meski saat ini kondisi materi saya lebih baik dibanding dulu, namun secara psikologis saya merasa cuma menjadi seorang pesakitan yang hanya bisa menghabiskan hari-hari di depan monitor. Saat sahabat saya bisa berbaur menjadi satu dengan para pengungsi, saya disini cuma bisa menggerakkan adik-adik saya untuk menggalang dana sukarela buat para korban bencana.

Dari sini saya belajar jika manusia produktif bukanlah diukur dari takaran sejauh mana dia bisa menghasilkan materi buat dirinya, namun manusia produktif adalah pribadi yang bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan yang positif sekaligus bermanfaat bagi sesama. Saat masih pengangguran, kita dituntut jeli untuk bisa membuat waktu luang kita menjadi produktif buat diri sendiri ataupun orang lain. Sebaliknya ketika materi sudah bukan menjadi masalah lagi, kita pun masih bisa menyempatkan untuk berbagi di sela-sela rutinitas kita dalam mengejar materi.

Usia manusia saya ibaratkan seperti orang yang sedang menyewa internet di warnet dengan sistem paket. Dengan sekian waktu yang telah ditentukan, dia haruslah jeli memanfaatkan waktu sebaik mungkin saat ngenet.

Saat dia melangkahkan kaki menuju warnet, tentunya dia sudah mempunyai gambaran tentang hal apakah yang nantinya akan mereka lakukan saat di depan monitor. Semua hitam dan putih kehidupan bisa kita temui lewat internet, jadi semua tergantung dari penyewa internet itu sendiri menghabiskan sewa paket internetnya.

Adakalanya kita ingin menghabiskan waktu berinternet kita untuk sesuatu yang bermanfaat, namun ditengah perjalanan kita tergoda membuka situs-situs yang negatif yang membuat kita lupa dengan tujuan kita semula ngenet, hingga tanpa disadari paket waktu internet kita telah habis.

Para netter, semoga kita semua bisa memanfaatkan kredit paket usia kita masing-masing  dengan sebaik mungkin. Mungkin saat paket sewa internet anda telah habis waktunya, anda masih bisa meminta tambahan waktu kepada seorang operator warnet seperti saya.  Namun jika paket kredit usia kita yang telah habis, kepada siapa lagi  kita akan meminta perpanjangan waktu?. Semoga kita semua bisa memanfaatkan kredit usia di dunia ini dengan hal-hal yang penuh kebaikan.

Selamat berjuang buat sahabatku Bro Hakim dan Kernet.

Aku iri brade, dengan kesempatan yang telah kalian dapatkan. Suatu pengalaman dan pelajaran "melunakkan hati" yang hanya bisa aku dengar ceritanya saat kalian pulang nanti.

Oh ya, ini ada sedikit komen di FB dari seorang yang mungkin dekat dengan kalian. "Semoga selamanya keikhlasan menyertai kita..". Yah, hanya dengan keikhlasan yang bisa membuat kita mengerti makna dari hidup ini


sumber gambar : http://www.gkkb-pontianak.org/