Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 13 Desember 2010

Satwa Juga Butuh Cinta

Dulur Blogger masih ingatkan dengan posting saya yang berjudul Jangan Sampai Satwa Hanya Menjadi Sebuah Sketsa ?. Tentunya anda bertanya-tanya tentang kelanjutan nasib dari garangan yang ditangkap adik-adik saya tersebut. Apakah hewan karnivora ini masih segar bugar? atau justru sudah menjadi menu sate garangan?.

Ada 3 jawaban yang akan saya  berikan jika anda merupakan salah satu yang peduli dengan nasib garangan tersebut. Yaitu kabar baik, buruk dan kabur. lah kok iso?.

Oh ya sebelumnya saya kabarkan jika adik-adik saya kembali mengamankan seekor garangan dari tangan penduduk. Garangan pertama dikasih nama Gery karena jenisnya jantan. Yang kedua Nopi karena ditemukan pada bulan Nopember. Sedang yang didapatkan terakhir kali dinamai Gayus. Penasaran kan kenapa dinamai seperti itu?. Oke deh segera kita menuju ke dunia fabel ala garangan.

Kabar baiknya adalah siang tadi si Nopi berhasil dilepas ke alam bebas. Sebuah hutan kecil di daerah perbukitan bernama Sukmo Ilang, disanalah sekarang tempat baru untuk Nopi bermain.

Lah terus si Gery sama Gayus?. Sungguh berat hati saya mesti mengucapkan Innalillahi Wainnalillahi Roji'un. Yah, si Gery sekarang telah mendahului kita semua setelah sempat berhari-hari mengisi keceriaan suasana di rumah WACHANA. Mungkin ini bisa dijadikan pelajaran oleh kami, jika suatu saat nanti kami menemukan garangan lagi untuk segera melepasnya ke alam bebas tanpa menangkarkannya terlebih dahulu.

"Heboh Garangan Ucul" , itulah sekarang yang terjadi di kampung kami karena ulah si Gayus. setelah sempat melarikan diri tapi berhasil ditangkap kembali. eh pagi harinya Gayus kembali menghilang entah kemana. Makanya adik-adik saya kemudian sepakat menamakan garangan tersebut dengan nama Gayus alias Garangan Yang Misterius.  Saya kawatir jika nanti ada laporan dari warga jika ada ayamnya yang menjadi mangsa. Oleh karena itu kami sekarang intensif pasang mata dan telinga. Kami takut Gayus akan menyusul Gery, karena terkena amukan massa warga kampung.

Dari pengalaman tersebut kami mendapat pelajaran jika satwa liar bukanlah hewan peliharaan. Kematian Gery menyadarkan kami jika satwa liar lebih layak hidup di habitat aslinya tanpa campur tangan manusia.

Kami yakin meski tanpa teman si Nopi sekarang bisa sedikit tersenyum lepas di tempat bermainnya yang baru. Semoga besok atau kapan kami bisa segera menemukan Gayus atau garangan-garangan yang lain, agar bisa menjadi teman bermain bagi Nopi.

Dulur blogger, dibawah ini ada sebuah slide lagu dari Tamasya Band yang saya buat. Sebuah lagu yang  mengingatkan kita semua,  jika satwa liar adalah salah satu mahluk Allah yang juga membutuhkan kasih sayang kita semua. Seorang Gayus Tambunan yang jelas-jelas bersalah saja, berontak meraih kebebasan dari jerat hukuman. Apalagi seekor garangan macam Gayus yang tiada bersalah sedikitpun pada diri kita.

oh ya buat yang  pingin mengunduh lagu ini monggo saya persilahkan sedot di TAMASYAKATA  

Salam Lestari..!