Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 02 Februari 2011

Majikan Vs Bawahan = Piramid Vs Tempe

Status boleh kalah, dia majikan saya bawahan. Keberuntungan boleh juga tidak sama, dia berduit saya masih pailit. Tapi untuk masalah nasionalisme, saya tidak mau kalah..!. Ya, itulah suasana yang sering terjadi antara saya dengan sang majikan.

Engkel - engkelan dan saling membanggakan tentang apa yang dipunyai negara masing - masing, sepertinya sudah menjadi hal yang biasa antara saya dengan Mr. Montasir.

Berhadapan dengan seorang warga Timur Tengah yang kebanyakan memiliki ego diatas rata-rata dan ditambah dengan gelar dia sebagai sarjana. Tentunya merupakan hal yang sulit untuk mengalahkan dia dalam perang engkel - engkelan di antara kami.

Jujur saya sering mengalami kekalahan saat berdebat dengan dia perihal negara masing - masing. Saat saya bercerita tentang keindahan Borobudur. Dia santai menjawab jika Borobudur memang indah, tapi masih kalah indah dan kuno dari Piramid. Sebuah jawaban yang membuat saya menjadi diam tak berkata, karena saya pikir memang begitu adanya.  Belum lagi jika dia mulai membanggakan Terusan Suez, Universitas Al Azhar, penemuan - penemuan bangsa Mesir dan lain sebagainya. Piuh... sungguh membuat saya kehabisan akal harus dilawan dengan apa agar majikan saya bisa kalah.

Apapun bisa kami jadikan bahan buat berdebat. Mulai penyanyi, tokoh nasional, suasana Ramadhan, cuaca, bahkan sampai sayur terong pun  bisa jadi bahan engkel - engkelan diantara kami.

Suatu hari kembali terjadi engkel - engkelan dua delegasi bangsa antara saya dan Mr. Montasir. Oh ya. saya google translate dulu ya, biar anda semua paham. Maklum komunikasi kami sehari - hari adalah bahasa Inggris pasaran hehehe.

"Semua yang ada di Mesir pastilah bisa mengimbangi bahkan melebihi yang ada disini", kata dia bangga.
"Tapi ada kok sesuatu disini yang enggak ada di Mesir", sahut saya.
"Apa itu?", tanya dia keheranan.
"TEMPE...!", jawab saya singkat.
"Wah kalau tempe sih sulit dicari bandingannya, habis enak sih", jawab dia malu.
"Eh bisa enggak kamu beritahu saya cara poembuatan tempe?", sahut dia lagi menutupi kekalahannya.

Akhirnya saya tunjukkan sebuah video di Youtube tentang proses pembuatan tempe. Sebuah makanan favorit seorang rival yang baru aja keok dari saya alias majikan saya sendiri hehehe.

Dalam hati saya tersenyum, "Oalah.. Montasir.. Montasir.. ternyata kamu kalahnya sama tempe hehehe"

Dulur Blogger, seringkali sesuatu yang kita anggap sepele, justru hal itulah yang dianggap menarik oleh orang lain. Sebuah tempe seringkali dijadikan bahan olok - olok dalam kehidupan kita sehari - hari. Mental tempe, generasi tempe atau tempe makanan ndeso, itulah kata - kata yang seringkali kita gunakan dalam istilah sehari - hari. Padahal lewat pengalaman antara saya dan Mr. Montasir, ternyata tempe sanggup meruntuhkan kokohnya dinding sebuah Piramida.

Semoga kita semua bisa lebih mencintai apa yang saat ini sudah menjadi bagian dari kita. Tentunya bukan hanya tempe, tapi budaya, seni, dan semua yang dipunyai Indonesia haruslah kita cintai. Bukan malah sebaliknya melecehkan dan mengecilkan dari apa yang sudah kita miliki. 

Ai Lophe Indonesia..!!

Image and video hosting by TinyPic