Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Minggu, 20 Februari 2011

Mau Jadi Preman Ya?

Ada sebagian orang yang bilang jika Februari adalah bulan kasih sayang. Namun bagi saya Februari ini adalah bulan kemarahan. Disaat beberapa orang saling berbagi cokelat yang katanya sebagai ungkapan kasih sayang. Eh kemarin saya malah saling berbagi jotosan dengan seseorang untuk mengungkapkan kekesalan.

Heran kenapa saya masih saja sulit memedam sebuah kemarahan. Padahal usia sudahlah tidak muda lagi, tapi kenapa saya harus selalu memakai cara-cara anak muda untuk menyelesaikan sesuatu. Apakah saya harus kembali mengunci pintu untuk sedikit melunakkan hati saya? Atau mungkin saja ini karena efek dari seorang bujangan yang tak pernah berpikir dua kali dalam bertindak.

Kemarin seperti biasa saya berangkat ke tempat kerja kira-kira jam lima. Ada sebuah semangat yang saya bawa dari rumah, karena sudah banyak uneg-uneg di kepala yang nantinya mau saya tuliskan lewat blog. Saat asik-asiknya memainkan jemari di keyboard, tiba-tiba masuklah seorang pemuda ke dalam warnet. Dari gelagatnya saya tahu jika pemuda itu akan mencari gara-gara di tempat kerja saya. Saya bersikap sabar namun saya masih terus amati gerak-gerik pemuda, karena saya tidak ingin lagi kejadian maling masuk warnet terulang kembali.

Awalnya dia hanya sebatas memalak rokok dari user yang sedang bermain. Oke saya diam. Bagi saya hal itu masih sebatas kewajaran, sebab user yang dimintai rokok pun kelihatannya tidak keberatan. Merasa dikasih angin, dia mulai bersikap menjadi-jadi. Kali ini giliran seorang user cewek yang dia hampiri dan menggodanya.

Saya segera keluar dan meminta teman-temannya untuk segera membawa pemuda itu keluar. Tetap pemuda itu kekeh tak mau beranjak dari meja user cewek tersebut. Bahkan dia mulai berani memegang-megang pipi dari cewek itu. Akhirnya saya muntap karena tiba-tiba saja pemuda itu sudah berani menggerayangi bagian terlarang dari user cewek tersebut. Wah orang ini mencari gara-gara nih?, begitu pikir saya.

Saya hampiri pemuda itu. Saya lihat diapun sudah mencuri softdrink yang dia sembunyikan dibalik celananya. Saya tanya "eh mau jadi preman yo?". Dia tak menggubris bahkan makin berani memegang cewek itu. Akhirnya yang terjadi..

bag..big..bug duer..!

Kembali tempat kerja saya jadikan sebagai ring tinju. Bahkan sempat pula pertarungan ala steet fighter berlanjut di tepi jalan muka warnet dan disaksikan banyak orang. Sebuah pertarungan yang berakhir dengan kondisi saya setengah remuk dan pemuda itu remuk bukan kepalang. Entahlah mungkin jika pemuda itu tidak segera kabur saya tidak bisa membayangkan lagi seperti apa nanti akhirnya.

Dulur blogger, pada dasarnya saya tidak menyukai sebuah kekerasan. Apalagi saya mempunyai pengalaman sering kalah apabila berkelahi dengan seseorang. Saya pun mempunyai pendapat jika berkelahi itu hanya menghasilkan sebuah rasa kesakitan bagi pelakunya. Namun apa yang sudah dilakukan pemuda itu sudahlah cukup bagi saya untuk menghentikan batas toleransi kesabaran. Ya, sebagai seorang satpam dunia maya, saya haruslah bertanggung jawab dengan kenyamanan atau keselamatan semua user yang bermain di warnet.

Heran kenapa di warnet kampung masih saja ada seorang preman yang memalak orang lain. Padahal saat ini bukanlah lagi era geng. Bukankah Al Capone si Raja Genk sudah koit? eh kenapa pemuda kita masih saja berlagak menjadi seorang preman. Atau mungkin mereka meniru orang-orang yang katanya berpendidikan tapi berperilaku preman itu ya?. Yo wis lah, saya cuma bisa mengelus dada memikirkan pemuda itu, tapi mau gimana lagi kondisi jua yang memaksa saya juga bersikap seperti preman.

Premanisme dalam bidang apapun haruslah diberantas. Sebab bagaimana Indonesia bisa maju jika masih ada kekerasan dan pemaksaan terjadi di dalamnya. Jadi sudah menjadi kewajiban kita semua untuk bisa memeranginya. Jangan sampai premanisme berubah menjadi budaya di negeri kita, karena bisa jadi kelak anak anda akan bangga mengatakan "Pak saya mau jadi preman".

Oh ya dulur blogger, jangan kapok-kapok main di blog saya ya. Saya bukan preman loh, entar semua pada takut komen di sini hehehe. Saya mau pamit pijat dulu yo buat ngilangin pegel-pegel di badan saya. Saya cuma nitip dari apa yang terjadi pada diri saya kemarin "don't try this anywhere and anytime". Sebab berkelahi itu cuma satu yang nantinya akan kita dapatkan yaitu....

Loro kuabeh awakku.....ikhs.ikhs

Image and video hosting by TinyPic