Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 25 Februari 2011

Memo 'tuk Bang Koar

Memo ini ditujukan buat seorang kawan yang saya kenal lewat sebuah grup di FB.


Hallo apa kabar Bang Koar?. Lama juga saya tidak bertegur sapa dengan anda.  Padahal dulu kita getol sekali untuk berdiskusi tentang apa yang saat ini menjadi perbedaan diantara kita. Yah, hanya sebuah diskusi atau yang biasa saya sebut sebagai obrolan ringan sembari minum kopi. Bukan sebuah perdebatan tentang keyakinan seperti yang selalu anda banggakan.

Lama juga saya mengawasi kiprah anda di dunia maya. Saya pikir saat ini anda sudah merasa capek untuk berkoar dari dinding FB satu ke FB yang lainnya. Tapi ah ternyata perkiraan saya salah. Ternyata anda masih lantang untuk meneriakkan dan memaksakan apa yang saat ini anda yakini ke dalam lubuk hati semua orang.

Sebenarnya apa yang anda cari Bang Koar?. Ketenaran anda telah genggam. Kekayaan juga bukan sesuatu yang asing buat anda. Tapi kenapa anda terus menghembuskan napas kebencian kepada setiap orang yang berbeda dengan keyakinan anda. Bukankah pernah saya bilang jika keyakinan itu adalah sesuatu yang diperoleh seseorang dari proses pencarian. Bukan hanya sebatas keyakinan yang didasari oleh dogma katanya, katanya dan katanya. Tapi kenapa terus anda mencoba paksakan?.

Maaf bang Koar, saya bukanlah ahli debat bertaraf internasional seperti anda. Saya hanyalah seorang yang haus akan sebuah pengetahuan. Ya saya hanya belajar memahami tentang arti kata dari sebuah perbedaan. Sebuah anugerah dari Tuhan yang terasa indah apabila kita semua bisa saling menghormati. Namun jika anda masih merasa gerah dengan perbedaan itu. Kenapa anda tidak mencari dan tinggal saja di belahan bumi yang cuma mengakui keyakinan yang anda anut?.

Sudahlah Bang Koar, tak usah diteruskan perdebatan ini. Bagi saya perdebatan hanyalah permainan bersilat lidah semata. Pintar mengelak saat terdesak, tapi secepat kilat menghantam musuh saat ada kesempatan. Lebih baik anda mengamalkan apa yang saat ini anda yakini, dan sebaliknya saya juga akan mengamalkan apa yang saat ini saya ikuti.

Hentikan kebiasaan berdusta jika anda adalah utusan langit, karena perilaku anda di bumi sudah mencerminkan jika anda bukanlah manusia pilihan dari langit. Sekali lagi, itu dusta Bang Koar!. Sudah banyak kalam Illahi yang mengisyaratkan seperti apa manusia pilihan langit itu. Apakah orang itu anda?. Ah saya pikir tidak..!. Manusia langit selalu memelihara lidahnya dari kekotoran. Dia juga senantiasa memandang arti dari sebuah perbedaan lewat tatapan kasih sayang. Bukan lewat  hujatan, kebencian  dan kesombongan yang selalu anda hembuskan.

Mungkin anda cuma menganggap sampah tulisan ini Bang Koar. Tak bernilai sesenpun dibanding dengan artikel-artikel anda yang harganya jutaan dollar. Tapi sebagai saudara sebangsa saya hanya eman atau kalau boleh merasa kasihan dengan anda. Yah sebuah bentuk rasa perhatian saya kepada seseorang yang berambisi mencari sensasi dan materi lewat sebuah anugerah Illahi yang bernama perbedaan.

Oh ya jika saja terawang gaib anda pernah  melihat orang-orang seperti saya menangis di neraka. Mungkin anda salah lihat Bang Koar. Karena jika saja neraka yang jadi tempat saya, bukanlah menangis yang akan saya lakukan. Tapi tersenyum, karena setidaknya selama di bumi saya selalu menghormati dan hidup berdampingan mesra dengan orang-orang yang berbeda keyakinan seperti anda..

Semoga Tuhan membuka hati nurani dan menyadarkan anda saudara.

Memo ini  ditujukan juga kepada situs, blog, akun FB atau siapapun yang selalu menghujat agama manapun.

Image and video hosting by TinyPic