Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 22 Februari 2011

Poko'e Melu

Alhamdulillah.. Mungkin itu yang bisa saya ucapkan untuk semua kebahagiaan yang telah saya dapatkan dalam pekan kemarin. Setelah Dargombes membawa keberuntungan dengan menjadi pemenang ke 8 KUCB lewat hapenya. Kapan hari giliran goyang patah-patah saya yang berhasil membuat Kakaakin kesengsem hingga akhirnya memberikan penghargaan sebagai peserta ternekat dalam Kontes Aku Ingin Sehat.

Bicara tentang kontes saya juga mempunyai sedikit pengalaman dengan sebuah kontes yang kebetulan pula saya beruntung di dalamnya. Sebuah kontes foto yang diadakan oleh Myallfriends. Sebuah situs jejaring sosial yang membayar untuk setiap aktifitas membernya.

Walaupun cuma berhadiah total $8 untuk tiga pemenang saya antusias sekali mengikutinya. Sebab menurut saya kontes adalah singkatan dari dikongkon ngetes atau dalam bahas Indonesia berarti diujicobakan. Saya pun ingin coba-coba mengetes sejauh mana sih penilaian orang terhadap foto saya itu.

Saya pilih beberapa foto yang saya anggap bagus di mata saya. Beberapa foto tentang kegiatan mendaki gunung pun saya ikutkan, karena saya anggap foto-foto tersebutlah yang layak untuk mengikuti kontes tersebut. Seperti biasanya saat mengikuti progam atau lomba apapun di dunia maya, saya tidak terlalu banyak berharap. Bahkan tarkadang lupa kalau saya telah mengikutinya. Menang Alhamdulillah, kalahpun Alhamdulillah. Poko'e kalau mampu saya melu itulah prinsip saya.

Dua minggu berikutnya saya dibuat keheranan, karena ada beberapa pesan dan komen di akun saya. Beberapa orang bule yang tidak saya kenal menulis "congratulations", "nice photo" atau ucapan-ucapan selamat yang saya masih belum mengerti artinya. Saya pikir ada apa dengan saya kok orang bule-bule ini omong congrats-congrats semua kepada saya.

Oh ya ding, saya kan mengikuti kontes foto yo?. Berarti foto saya menang dong. Lah terus foto yang mana ya, wong fotonya orang bule itu bagus-bagus? Kok bisa ya saya menang?. Itulah pertanyaan yang timbul dalam hati saya setelah sadar jika salah satu foto saya menjadi salah satu pemenang kontes. Karena penasaran akhirnya saya cek satu persatu foto yang saya ikutkan lomba tersebut. Oalah ternyata foto yang saya anggap paling jeleklah yang menjadi pemenangnya. Dan inilah foto tersebut..


Terus terang sampai sekarang saya bertanya-tanya kenapa foto di atas itu bisa menang. Padahal foto itu cuma diambil lewat kamera ponsel Sony tipe K800, mulus tanpa editan. Modelnya aja baru bangun tidur dan belum cuci muka sama sekali. Seingat saya sepeda yang ada dalam foto itupun saya pinjam dari anak sekolah yang kebetulan lewat rumah. Lah kok iso orang bule menganggap foto saya bagus?.

Dulur blogger, dari pengalaman tersebut saya mendapat pelajaran, jika kita seringkali meremehkan karya kita sendiri. Padahal apa yang mungkin menurut kita remeh belum tentu orang lain menganggapnya demikan. Kontes..Dikongkon ngetes, ya itu berarti kita harus maju dahulu untuk mencoba. Sebab bagaimana kita bisa mengetahui hasil dari sesuatu, jika kita belum mencobanya terlebih dahulu?. Ibarat sebuah perang, jangan sampai bendera putih sudah kita kibarkan sebelum pertempuran kita jalani.

Percaya diri  harus kita punyai, sebab dengan rasa pede itulah kita jadi berani untuk menunjukkan eksistensi karya meskipun kita hanyalah seorang pemula. Intinya jika kita mampu mengikuti sesuatu, kenapa tidak?. Maju aja deh, poko'e melu. Jika menang ojo terlalu ngguyu, sebab itu hanyalah keberuntungan, seperti halnaya saya memenangkan kontes foto itu. Jika kalah yo ojo digawe ngelu opo maneh nesu, sebab dalam sebuah kompetisi pastilah ada kalah menang dalam setiap akhirnya.

Oh ya dulur blogger, seandainya anda menjadi seorang juri. Kira-kira faktor apa yang bisa membuat foto saya di atas bisa menang ya?. Apa karena background bangunan di belakangnya, sandal jepit, sepeda pancal atau pesona karisma modelnya  yang membuat si juri kesengsem dengan fotonya.