Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 17 Februari 2011

Utank Cell

Photobucket

Dulu saat menjelang kelulusan SMA saya mempunyai keinginan untuk merasakan sejenak menjadi seorang pengangguran. Pingin punya rambut gondrong, hidup bebas dan tentu saja meneruskan hobi mabuk-mabukan yang saya dapatkan saat bangku sekolah. Akhirnya sayapun keturutan menjadi seorang berandal ndeso berambut gondrong, tapi aktif di pesantren (pengangguran santai nan keren).

Kehidupan negatif tersebut saya jalani beberapa tahun setelah lulus sekolah. Namun Alhamdulillah, saya tidak sampai terjebak dalam kasus kriminal sedikitpun. Sayapun bersyukur bisa mengenal pencinta alam. Sebuah dunia yang telah menyadarkan saya dari keterpurukan.

Saya mulai sadar jika dengan bertambahnya kreditan umur saya, itu berarti saya juga harus memikirkan untuk mempunyai pekerjaan demi masa depan. Lucunya sampai saat ini saya tidak pernah mempergunakan ijasah SMA saya untuk melamar pekerjaan apapun. Entah kenapa saya merasa tidak mempunyai rasa pede untuk menyodorkan surat berharga itu kepada siapapun.

Akhirnya tentu saja saya hanya mempunyai pengalaman pekerjaan masyarakat bawah dan cenderung kasar. Mulai dari penjual VCD bajakan di tepi jalan sampai menjadi pedagang keliling hiasan dinding. Bahkan menjadi tukang jemur padipun pernah saya lakukan. Yah, sebuah pekerjaan yang upahnya cuma cukup buat tamb`l sulam ongkos produksi hidup sehari-hari.

Pernah pula saya mempunyai pengalaman merantau di ibukota. Bekerja di daerah Kota Wisata - Legenda Cibubur bersama Om saya yang kebetulan adalah pematung berskala nasional. Kalau sudah berbau nepotisme tentu saja segalanya berkaitan dengan kemudahan.

Ada yang bilang jika menjadi pekerja proyek itu erat kaitannya dengan kehidupan kasar, tapi tidak demikian yang terjadi dalam diri saya. Meski hanya sebatas menjadi seorang Asisten (Asisten Tukang Aduk Semen) dari Om, tapi saya merasa menjadi seorang anak emas dalam lingkungan pekerjaan. Di saat semua pekerja memulai aktifitas sejak pagi hari, eh saya justru memulai pekerjaan siang hari. Untuk urusan gajipun sudah hampir sama dengan para pengawas pekerja dalam lingkungan proyek tersebut.

Mungkin karena saya tidak pernah memegang uang gede pada saat itu, akhirnya membuat lupa jika saya hanyalah seorang perantau. Meski Jakarta adalah tanah kelahiran saya, tapi karena sejak kecil sudah pindah ke Jember. Akhirnya saya merasa menjadi seorang yang ndeso di kota kelahiran sendiri. Menjadi orang desa yang maruk dengan segala gemerlap ibukota.

Hingga saat tiba waktunya saya pulang kampung, tak ada sedikitpun uang hasil jerih payah merantau yang bisa saya banggakan. Sebuah pengalaman yang selalu saya titipkan kepada teman-teman saya saat mereka hendak merantau kemanapun. Jika merantau kerja di negeri orang janganlah sebatas mencari sebuah pengalaman tapi selain itu niatkan juga untuk mencari uang sebagai modal saat kita telah kembali pulang.

Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja di balik meja. Sebagai staf DPU (Dinas Pengawas User) bagian internet hehehe. Belajar dari pengalaman terdahulu sekarang saya mencoba untuk bisa sedikit mengatur keuangan dan menyisihkan sebagian dari hasil kerja saya. Ya meski bergaji kecil boleh kan bermimpi kelak menjadi majikan, meski sebatas untuk diri sendiri. Siapa tahu pula tiba-tiba puteri Pak haji sebelah naksir saya. Jadi saya enggak kebingungan nantinya jika di suruh mengatur sawah-sawahnya hahahaha.

Saat ini saya mempunyai sambilan berjualan pulsa elektrik. Tujuan saya hanya agar uang tersebut saya gunakan untuk hal yang bermanfaat. Selain itu saya juga ingin membantu teman-teman saya yang mungkin butuh pulsa tapi duit tiada. Tanpa bunga, tanpa catatan hutang dan hanya bermodalkan kepercayaan, saya bebaskan siapa saja untuk hutang pulsa. Meski beresiko tapi syukur Alhamdulillah para pelanggan pulsa saya konsekuen dalam membayar tagihannya. ehm Dirut Utank Cell, status yang keren kan hehe.

Wuih.. postingku kok panjang jadinya?, padahal saya cuma mau omong jika kerja dengan gaji segede apapun, jika cara ngatur duitnya sembarangan pastilah enggak akan dapat hasil apa-apa. Kok sekarang sekarang saya malah mblarah ngalor ngidul?.

Dulur blogger semoga kegagalan merantau saya bisa dijadikan pelajaran bersama jika prinsip njagerno (bahasa Indonesia bakunya apa?) akan berakibat buruk pada diri kita. Sebab kita tidak pernah tahu hal apa yang akan terjadi esok hari pada diri kita. Mungkin saja hari ini kita menganggap jika kondisi keuangan kita masih baik-baik saja, tapi jika esok hari ternyata tidak sesuai harapan kita?. Apa yang harus kita lakukan?. Tentu saja menyisihkan apa yang kita dapatkan hari ini, agar jika esok hari terjadi apa-apa kita sudah siap untuk mengatasinya.

Oh ya, ada yang mau hutang pulsa sama saya.. monggo saya persilakan, tapi bayarnya pakai paypal aja ya. Nah kan mblarah maneh. Bisa panjang lagi ceritanya nanti. Ya udah kalau sekarang saya benar-benar pamit deh.. Saya menghilang wis.. twing..!