Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 15 Maret 2011

Sederhana

Alhamdulillah, nemu juga deh lagu yang akan dibuat sebagai tema cerbung trio Sipicu dalam kontes Kecubung. Banyak sekali usulan lagu lagu yang kami terima dari para dulur blogger lainnya. Entah lewat SMS, email, surat kaleng, bahkan sempat ada pula beberapa penyanyi dan pencipta lagu yang berdemo menuntut agar lagunya dijadikan Sipicu sebagai soundtrack dalam cerbungnya hehe.



Mengingat dan menimbang jika batas akhir pendaftaran Kecubung sudah semakin dekat, yang artinya kami harus segera menyelesaikan cerbung tersebut. Akhirnya kami memutuskan tidak memilih semua usulan lagu dari pihak manapun. Bukan berarti kami berbuat seolah layaknya orang atas yang sering mengabaikan aspirasi dari bawah. Tapi bagi kami persatuan itu penting, sebab kami tidak ingin terjadi gejolak seperti di Libya, Tunisia atau Mesir terjadi di republik blogger. Enggak lucu kan gara-gara perbedaan lagu terjadi revolusi oleh rakyat hehehe.

Kami pilih sebuah lagu yang menceritakan tentang kesederhanaan, hidup apa adanya dan tentu saja ramah lingkungan. Sebuah kehidupan dari sekumpulan orang yang kadangkala dianggap terbelakang dan tidak mengikuti perkembangan jaman.

Lagu ini mengajak kita untuk belajar hidup sederhana, mensyukuri sekecil apapun pemberian Tuhan serta menggunakannya dengan cara bijak dan tidak serakah.

Sebuah perenungan jika pada dasarnya alam sudah lebih dari cukup menghidupi kita. Tapi karena ketidakpuasan dan terlalu silau dengan kemilau dunia, seorang manusia kadangkala menjadi serakah untuk mengejar dan terus mengejar uang serta kedudukan dengan segala cara.

Di negeri ini suap dan korupsi sudah menjadi tradisi. Padahal tujuan kita kerja hanyalah untuk beribadah dan menopang agar perut kita tetap terisi. Kita tahu jika isi perut kita ada batasnya, tapi mengapa masih ada sekumpulan manusia yang masih saja berteriak tidak puas?. Bahkan kadangkala dengan cara yang zalim mereka pun jejali isi perutnya dengan lembaran uang, aspal, minyak, emas dan barang kemewahan lainnya. Seakan mereka tidak menyadari jika hanyalah sepiring nasi yang dia butuhkan agar tubuh kita senantiasa kuat saat melakukan sujud pada-Nya.

Mungkin ada baiknya kita belajar pada orang-orang sederhana di ujung sana. Sekumpulan orang yang sering kita cap sebafai orang ndeso, terbelakang atau ketinggalan jaman. Tapi sesungguhnya merekalah orang-orang yang lebih kaya dari kita, karena mereka tidak pernah merasa kekurangan apapun. Merekapun tak pernah berhenti bersyukur meski kadangkala hidup mereka dipenuhi segala macam keterbatasan.

Dulur blogger, ada yang tahu kira-kira lagu apakah itu?. Oke deh biar enggak penasaran lihat aja sendiri deh lagunya. Tebak sendiri deh judul dan penyanyinya sapa hehe.

Aku gak perlu uang ribuan
Yang aku mau uang merah cepe'an
Aku gak butuh kedudukan
Yang penting masih ada lahan 'tuk makan

Asal ada babi untuk di panggang
Asal banyak ubi untuk ku makan
Aku cukup senang... aku cukup senang
Dan akupun tenang

Aku gak ngerti ada banyak tambang
Yang aku tahu banyak hutan yang hilang
Aku gak peduli banyak nada sumbang
Kita orang ini dianggap terbelakang

Asal ada babi untuk di panggang
Asal banyak ubi untuk ku makan
Aku cukup senang... aku cukup senang
Dan akupun tenang

Hei... yamko rambe yamko...aronawa... ombe
Hei... yamko rambe yamko...aronawa... ombe
Hei ngino kibe kumbano kumbu beko
Yumano kumbu awe ade

Image and video hosting by TinyPic
NB:
Selamat Ulang Tahun buat dulur-dulur OPA Swapenka Fak Sastra UNEJ..
Teruslah berkarya saudaraku meski dalam kesederhanaan.
Suka Duka Satu Kata... hanya untuk Swapenka tercinta... Salam Lestari...!


Image and video hosting by TinyPic