Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 27 April 2011

Album Save the Tree #3

Berhubung di dalam keluarga Tamasya saya mendapatkan jabatan sebagai manajer khusus sekaligus merangkap juru bicara di dunia maya hahaha. Nah sekarang saya akan sedikit memberikan gambaran sedikit seperti apa sih lagu-lagu yang ada dalam album terbaru Tamasya tersebut.

Album bertajuk Save the Tree #3 ini berisi 12 lagu. Istimewa terasa karena di dalam album ini hampir semua personel Tamasya turut menjadi vokal di dalamnya. Lagu yang pertama berjudul "Bersama kita satu rasa". Lagu duet bareng antara Masbro dan lead gitaris Tamasya Mungki yang menceritakan bahwa segala sesuatu akan terasa indah jika ada sebuah kebersamaan di dalamnya.

Lagu yang kedua "Bertahanlah sayang". Kali ini giliran Letoy, gitaris dua Tamasya yang menyanyi di dalam lagu tersebut. Sebuah lagu yang menceritakan seorang lelaki yang mencoba menghibur kekasihnya untuk selalu kuat bertahan dalam mengarungi manis pahitnya kehidupan.

Bagi anda yang mungkin saja kebetulan mempunyai pasangan seorang anak pencinta alam. rasanya "Edelweis" patut untuk didengarkan. Agar anda bisa memahami apa sih makna cinta bagi seorang pencinta alam. "Lagu para pengembara", sebuah lagu bernuansa nasionalisme yang didedikasikan buat para pahlawan devisa kita. Dipersilakan jika anda ingin mendengarkannya, karena lagu ini telah beredar di Youtube. Buat yang ada di luar negeri jangan nangis loh jika dengerin lagu ini hehe.

"Lagu untukmu", Ini dia lagu yang paling saya suka di album ini. Sebuah lagu mrekes hati tentang perjuangan seorang lelaki dalam mengubur angan-angannya untuk bisa hidup bersama kekasih yang dicintainya.

Lagu berjudul "Laki laki dan korek api" ini pernah sedikit saya singgung dalam posting saya disini. Lagu selanjutnya "Orang-orang rimba", sebuah lagu tentang kehidupan para petualang dengan segala identitasnya.

"Orkes Tamasya" merupakan lagu yang istimewa bagi saya, karena baru pertama kali ini Tamasya membawakan lagu bernuansa dangdut. Sebuah lagu tentang orang-orang yang sering termarjinalkan dalam masyarakat, padahal tanpa disadari jasa mereka sebenarnya besar bagi kita. Orkes Tamasya juga pernah saya muat slide lagunya lewat posting saya disini.

"Periculum in mora", lagu inilah yang kapan hari saya ceritakan lewat posting saya disini. Sebuah lagu sebagai bahan renungan kita bersama, jika bumi tidak bisa menunggu terlalu lama lagi sebuah tindakan dari kita semua. Ada yang pernah membaca novel Muhammad lelaki pengenggam hujan?. Nah lagu berikutnya ini sengaja dibuat untuk pengarang dari novel tersebut yaitu "Tasaro"

Lagu "Untuk Bunda" menceritakan tentang sesosok figur bernama Bunda Yati Rahmat. Seorang netter sekaligus blogger sepuh yang secara tidak langsung telah memberikan semangat bagi keluarga Tamasya dalam berkarya. "Untuk Sahabatku" merupakan sebuah lagu yang dipersembahkan buat salah seorang Keluarga Tamasya yang telah pergi mendahului kita semua.


Nah mungkin itu tadi sedikit gambaran tentang menu yang ada di dalam album terbaru Tamasya. Ada yang penasaran dengan lagu-lagunya? Mau saya kasih? Beli dong CDnya hahaha. Yang jelas bukan berarti kami dari Keluarga Tamasya mencoba memberi banderol harga pada karya kami. Bagi kami semua karya dari keluarga Tamasya siapapun boleh menikmatinya tanpa adanya semacam beban. Namun sebagai band indie jelas kita juga memerlukan sebuah amunisi kembali untuk bisa memperlancar dalam menciptakan karya-karya kami selanjutnya.

Sesuai dengan hasil urun rembug dari semua keluarga Tamasya disepakati 35 ribu untuk 2CD (Album Tamasya + Keluarga Tamasya), harga tersebut belum termasuk bea kirim ya. Jika berminat atau ada segala sesuatu yang mau ditanyakan, monggo saya persilakan menghubungi saya.


Oh ya untuk review album Keluarga Tamasya saya lanjutkan di posting berikutnya ya. Maklum saya keburu berangkat memenuhi undangan untuk memberikan review tentang pertandingan Barca Vs Madrid nanti malam hehe.

Image and video hosting by TinyPic