Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 13 April 2011

the Scene of Satpam Dunia Maya

Photobucket


Scene 1

Seorang gadis tampak memasuki sebuah warnet.

"Mas bisa buat internet ya?", tanya si gadis kepada satpam dunia maya.

"Bisa Mbak, namanya aja warnet. Kalau Warkop itu nama grup lawak hehe", Satpam dunia menyahut sambil meringis.

Si gadis merah mukanya mendengar jawaban satpam dunia maya. Setelah itu dia duduk di meja user tepat di depan si satpam. Satpam dunia maya cuek bebek, padahal di diam-diam dia melirik ke arah si gadis. Gadis itu memang manis dan aduhai. Semanis dan seaduhai cinderamata yang ada di dalam spoiler di bawah ini.


-->

Photobucket
PhotobucketHeppi 1st Anniversary to Jumialely.com Photobucket









Dalam hati satpam dunia maya membatin.

"wah masak cantik-cantik enggak paham sih kalau warnet itu pasti tempatnya orang ngenet"

"tapi enggak apa-apa deh, orang cantik kan sah-sah saja berbuat salah", pikir satpam dunia maya.


-----------

Scene 2

Seorang pemuda tanggung nampak tergopoh-gopoh mendatangi satpam dunia maya.

"Mas ada Ariel?", tanya dia.

"Ariel Sapa Mas?", Satpam dunia maya balik bertanya keheranan.

"Ariel itu loh Mas", si pemuda garuk-garuk kepala.

"Ariel sopo sih?", satpam dunia maya tambah bingung.

"Ya udah wis Mas", jawab pemuda itu.

Si pemuda pergi meninggalkan si satpam yang masih bengong. Satpam dunia maya memang merasa tidak mengenal pria bernama Ariel. Setahu dia cuma Pino, Tarno, Kendo, Tengez, Endok, Ustad atau Gombloh yang sering bermain di warnet itu.  Dan masih banyak lagi pemuda yang dia kenal , tapi enggak ada satupun yang bernama Ariel..!!

Setelah nyruput kopi dan sedal sedul bentar. Oalah... akhirnya satpam dunia maya nyadar dengan Ariel yang dimaksud oleh pemuda tadi. Ya dia Ariel.. seorang pria yang mempunyai banyak kesamaan dengan satpam dunia maya. Ariel tampan, si satpam  (tak seberapa) tampan. Ariel artis beneran. Si satpam juga artis alias arep opo-opo pingine gratis. Merekapun  memeliki kesamaan pada sebuah kesukaan, yaitu sama-sama demen dengan sesuatu yang maya.


--------------

Scene 3

Seorang bapak berpakaian rapi tampak percaya diri masuk di tempat si satpam yang penuh dengan ABG. Si satpam tahu jika bapak itu telah berkeluarga dan mempunyai anak yang sudah beranjak gede. Bapak tersebut kemudian menuju bilik user yang kurang kelihatan dari pengamatan satpam dunia maya .

"Password paketnya berapa mas", dengan panggilan setengah arogan sang bapak memanggil satpam dunia maya.

Si satpam segera menuju ke bilik bapak tersebut untuk mengetikkan pasword sewa paket ngenet buat bapak.

"Banyak pilem anunya Mas?", tanya si bapak setengah berbisik.

"Wah enggak ada Pak", seketika si satpam menghentikan jarinya mengetik pasword sewa paket si bapak..

Si bapak berlalu dengan wajah kecewa bercampur malu. Sebab si satpam sudah membuyarkan angannya untuk berindehoy ria di dunia maya saat itu.

Satpam dunia maya cuma mengelus dada. Dia tidak habis pikir kenapa orang seumuran bapak masih saja belum hafal strategi perang. Bukankah yang ada di rumah lebih nyata, tapi napa bapak itu masih pingin main perang-perangan di dunia maya ya?.


---------------

Scene 4

Seorang pemuda gondrong bertanya dari kejauhan, membuyarkan keasyikan si satpam yang tengah pedekate dengan seseorang di dunia maya.

"Filmnya di mana Mas?", tanya si pemuda gondrong.

"Di file movie Mas", sahut satpam dunia maya.

"Loh kok cuma film biasa?", tanya dia balik

"Lah sampean mau nyari film apa?", satpam dunia maya mulai keluar urat di lehernya.

"Warnet apa ini enggak ada filmnya", pemuda itu balik ngotot.

"Emang disini rental pilem bos. Matikan aja, enggak usah main..!", satpam dunia maya mematikan koneksi internet sambil mendelik ke arah pemuda itu.

Pemuda itu berlalu sembari gerundel meninggalkan satpam dunia maya. Si satpam tidak menghiraukan, karena sekarang dia kapok menjadikan  warnetnya sebagai tempat duel ala jalanan kembali.

TAMAT

----------------------------------------------------------------------------

Dari beberapa peristiwa di atas, satpam dunia maya mempunyai kesimpulan. Jika saat ini yang dia butuhkan hanyalah sebatas papan nama gede bertuliskan WARNET. Agar semua orang yang masuk kesitu sadar dengan tujuan mereka saat dolan ke tempat satpam dunia maya.

Warnet.. sebuah niatan saat keluWAR rumah menuju untuk ngeNET. Yah cuma bermain internet (positif). Bukan bertujuan untuk mencari Ariel, bermain perang-perangan di dunia maya, mencari strategi bertempur atau niatan neko-neko lainnya.