Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 28 Juni 2011

100

Horre, akhirnya Essip sudah memasuki posting ke seratusnya hari ini. Padahal rasanya baru kemarin hati saya diselimuti sebuah pertanyaan tentang apa yang harus kutuliskan,  jika nanti saya menjadi seorang blogger. Saya sadar, jika diri ini hanyalah seorang manusia nokturnal yang sehari-hari bekerja di sebuah kantor satpam dunia maya. Bukan seseorang yang terlalu pintar merangkai kata, laksana seorang pujangga yang begitu lihai memainkan pena di atas selembar surat cin-ta

Saya juga bukan seorang blogger kawakan, yang begitu mudah dalam sehari membuat sebuah tulisan. Saya pun masih sangat butuh korek api inspirasi terlebih dahulu untuk mengisi rumah maya yang sederhana ini. Namun bagi saya inilah nikmatnya menjadi seorang blogger. Enggak mesti di sekolahan jika kita ingin pintar. Di sini kita bisa belajar apa saja. Rasanya saya pun ingin terus menjadi seorang pemula, karena dengan begitu saya bisa terus belajar, belajar dan belajar dari siapa saja.  Ketimbang waktu di dunia maya lebih banyak saya sibukkan menulis memo 'tuk bang Koar, mendingan saya mencoba membuat orang lain tersenyum lewat sebuah tulisan. Daripada pula saya membuang-buang waktu untuk beradu argumen teori praktis dengan Mr. Optimis, lebih baik di sini saya mencoba membuat sebuah karya yang manis.

Slobatsurperlahan saya belajar dari dulur-dulur blogger lainnya. Baca, bahas dan bawa, itulah yang saya lakukan saat berkunjung ke rumah maya mereka. Ya, harus ada sebuah oleh-oleh pelajaran dan ilmu pengetahuan yang bisa saya peroleh saat pulang dari rumah mereka. Bukan hanya sekedar meninggalkan jejak kaki, yang ujung-ujungnya berharap agar si empu rumah sudi berkunjung balik kembali.

Saya mempunyai kesimpulan, jika ngeblog itu bukan hanya sekedar dolanan. Bukan hanya sebatas mengejar target posting di rumah maya kita. Tapi bagaimana kita bisa menyuguhkan sebuah tulisan yang bermanfaat bagi sesama, layaknya Utank Cell yang bisa bermanfaat ketika ada orang membutuhkan pulsa.

Ngeblog  bukan ajang perlombaan peringkat Google PR tau Alexa, karena ngeblog bukanlah ajang sirkuit F1. Ngeblog bukan pula seperti IDM di warnet, yang mencoba menguras bandwith untuk kepentingannya sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berlomba-lomba untuk saling membuat sebuah karya yang  bisa dinikmati sekaligus bermanfaat bagi yang membacanya.

Ngeblog juga bukan media menang-menangan, karena di atas langit masih ada langit. Tiada yang mustahil dalam dunia blog. Di sini bisa jadi seorang pemula sanggup mengalahkan seseorang yang sudah bayak makan asam garam dunia maya. Kontes, lomba atau Giveaway itu  sebatas ajang belajar dan mengasah kemampuan kita dalam menulis, ibarat seorang pemain bola yang harus melakukan latihan dan pemanasan sebelum kick off pertandingan. Kontes hanyalah sebuah bumbu dalam dunia blogging. Sebuah bumbu yang makin menambah kelezatan sebuah masakan bernama persahabatan.

Pernah suatu ketika saya berada dalam sebuah titik antiklimaks saat ngeblog. Buntu inspirasi dan setumpuk perasaan jenuh memaksa saya untuk pamit bentar dari republik blogger ini. Apa yang kamu lakukan Dasrun?mungkin itulah kondisi yang kala itu saya rasakan. Seperti halnya si Dasrun yang mengalami pertentangan batin ketika badai datang. Sebuah suara-suara halus yang membisikkan jika ngeblog itu cuma pekerjaan yang sia-sia.

Alhamdulillah, karena tak seberapa lama kemudian saya pun bisa berkata Ah, itu cuma sepele. Saya berpikir jika apa yang saya rasakan saat itu adalah sebuah perasaan malas untuk berkarya. Sebuah permasalahan klasik, yang kerap ditemui oleh seorang blogger pemula.   Tu, wa, ga, pat, serasa saya kembali menemukan sebuah semangat.  Sebuah semangat yang menyadarkan diri saya, jika sungguh sayang sekali dunia ini kita lewatkan tanpa ada sebuah karya yang bisa kita tinggalkan.

Saya tak ingin menjadi seseorang yang ngiler saat melihat orang lain berbuat sesuatu, tapi saya malah diam terpaku. Saya ingin blog ini menjadi sebuah investasi nostalgia bagi saya. Saya harus bisa memanfaatkan kredit usia muda ini lewat  karya. Mulai sekarang saya harus bisa berkarya, agar sebuah bahan cerita yang saya dongengkan bagi anak cucu saat usia telah senja.

Saya berharap semoga angka seratus bukanlah angka terakhir bagi saya. Tapi masih ada esok, lusa dan seterusnya jemari ini bisa menari membuat sebuah karya. Hingga tiba waktunya saya menanti detik terakhir kredit usia  di dunia ini lunas, saya pun bisa menutupnya dengan sebuah karya yang indah. Ibarat sebuah hape baru yang hanya booming sekejap, tapi kemudian lenyap dan harganya turun di pasaran. Saya pun tak ingin nasib blog ini hanya berusia sesaat, karena  saya mempunyai impian kelak ingin menjadi seorang yang tua yang berkarya. Yah, sebuah impian yang  bukan hanya sebatas onli edrim ketika terjaga dari tidur, tapi bisa menjadi sebuah kenyataan yang bisa saya wujudkan.  Saya tak ingin menjadi seorang blogger yang poko'e melu, sebab bagi saya menjadi blogger adalah sebuah pilihan hidup bagi diri kita. Jadi sampai kapan pun kita harus genggam erat apa yang sudah menjadi pilihan hidup kita ini.

Matur nuwun Pakdhe, matur nuwun Vania atau siapa saja yang telah memberikan sebuah nuansa ceria bagi rumah maya sederhana ini.  Semoga blog ini bisa memberikan sebuah manfaat untuk Bunda, untuk Brade, Untuk Dija atau untuk siapa saja. Meskipun hanya sebatas menciptakan sebuah senyum simpul bagi siapa saja yang membacanya.

Nuwun sewu sebelumnya jika tidak ada semarak giveaway yang bisa saya gelar untuk merayakan posting ke seratus ini. Tidak ada kondangan ala bancakane Sipicu. Tidak ada sebuah award yang bisa saya berikan seperti halnya award 2 in1. Award saya hanyalah sebuah slide sederhana, tapi semoga bisa menjadi kenangan bagi kita semua. Maaf karena keterbatasan durasi saya tidak bisa menampung semua dulur blogger di situ. Namun bagi saya anda semua adalah seseorang yang layak mendapatkan award dari saya, karena bagi saya anda semua adalah seorang blogger yang hebat.  Poko'e Essip deh.

Welkom tu mai ples, Ai lophe yu dulur!. semoga saja tali persaudaraan kita bisa terus terjalin indah, seindah kisah antara Anggrek, Paing dan Jaeman.



Image and video hosting by TinyPic