Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 22 Juni 2011

Biyorselp


Alhamdulillah, akhirnya saya bisa juga memecahkan rekor seminggu lebih tidak update posting hehe. Harap maklum dulur blogger, saya baru saja pulang nih dari rantau. Tiga puluh delapan hari mencari sesuap ilmu sebagai tukang kebun di rumah maya keluarga besar Advertiyha.

Beberapa waktu yang lalu saya hanya sebatas memberikan ucapan selamat lewat SMS atas kelahiran putera pertama dari Mbak Iyha. Eh ternyata mbak Iyha malah nodong saya untuk menjadi penulis tamu di blognya. Awalnya saya agak keberatan dengan permintaan tersebut, karena jujur saja saat ini saya tidaklah terlalu pede untuk menjadi penulis tamu di blog orang lain. Apalagi di blog Advertiyha, seorang blogger yang bagi saya sudah kawakan.

Tanpa saya duga, tiba-tiba saja mbak Iyha malah memberikan password akun blognya pada saya. Oalah Gusti, ternyata mbak Iyha ini bakat jadi tukang todong ya, begitu pikir saya saat itu. Kalau dulu dunia blog sempat heboh budaya todong menodong gara-gara aliran Dasrunisme yang diusung mbak Iyha. Sekarang untuk kedua kalinya saya dibikin kelabakan oleh todongan mbak Iyha kembali.

Akhirnya saya pun menyanggupi. Saya tidak mau menjadi penulis tunggal, karena saya tidak ingin Keajaiban Senyuman akan terkontaminasi dengan aliran mblarahisme dari tulisan saya. Di situ saya hanya sebatas menjadi moderator bagi blogger lain yang mungkin saja ingin mengisi rumah mbak Iyha yang sedang kosong. Saya pun berakting sebagai seorang tukang kebunnya, yang bertugas menjaga rumah sampai empunya kembali pulang. Sebuah misi yang gagal, tapi lumayan juga membuat beberapa orang penasaran menerka-nerka siapa tukang kebun itu sebenarnya.

Ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan saat menjadi tukan kebun di rumah mbak Iyha. Saya bisa belajar mengoperasikan akun blog yang beda dari blog saya. Tak benar yang dikatakan beberapa orang, jika blogspot itu lebih rumit dari WP atau Blogdetik. Justru di sini saya malah serasa menjadi seseorang yang barus saja belajar ngeblog. Bingung dan ruwet begitulah yang saya rasakan saat pertama kali mencoba membuat posting di situ. Pingin nanya blogger lain saya pun enggan, karena takut kedok saya bakal terbuka prematur. Akhirnya saya pun mempunyai kesimpulan, jika selamanya saya tak akan berpaling deh dengan pujaan hati saya Nona Blogspot.

Pengalaman lainnya adalah ketika saya berpura menjadi orang lain. Be the others, menjadi seorang tukang kebun, bukan lagi menjadi seorang satpam dunia maya seperti sekarang ini. Mencoba menjadi sosok yang penuh misteri, sekaligus menutupi jati diri. Namun apa yang terjadi?. Saya justru merasa terbebani. Yah, kalau biasanya di sini saya bisa melampiaskan hasrat menulis secara lepas, namun saat berpura menjadi orang lain justru saya merasa terkekang dengan hasrat tersebut. Ibarat seorang petugas istana yang diharuskan mematuhi segala macam aturan protokol kenegaraan. Itulah yang saya rasakan. Di situ saya tidak bisa mblarah ngalor ngidul seperti dalam tulisan-tulisan saya. Saya pun tak bisa mbanyol tertawa lepas, karena takut tulisan saya nantinya akan membuat blog orang lain dedel duwel hehehe.

Dulur blogger, seringkali kita menjumpai sekumpulan orang yang lebih memilih berpura-pura menjadi orang lain ketimbang berperilaku seadanya sebagai dirinya. Padahal tanpa cela sedikit pun, Sang Maha Kreatif sudah menciptakan semua makhluknya dengan jatah kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi kenapa kita harus menjadi orang lain?. Bukankah kita seharusnya bangga menjadi diri sendiri, karena dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita juga adalah pribadi yang spesial dengan segala kelebihan yang tak dimiliki orang lain.

Semoga saja kita semua bisa menulis dengan lepas, jujur dan merdeka. Jauh dari semua kepalsuan yang tak ada dalam diri kita. Sebuah tulisan yang jujur, beretika dan bermanfaat bagi yang membacanya. Bukanlah tulisan yang mengada-ada, karena sebatas mengharap pujian dan belai mesra nona Alexa. Semoga pula dunia maya tidak sebatas kita pahami hanya sebatas dunia pura-pura. Mungkin secara visual maya, tapi bukankah kita punya hati untuk merasa jika itu nyata. Jadi bagaimana orang lain akan mengenal baik terhadap kita, jika di dunia maya saja kita tak menjadi diri kita sesungguhnya?.

Kok saya malah serius nih hehe. Saya mau pamit dulu deh. Waktunya menghitung pesangon dari mbak Iyha. Lumayan lah buat modal beli kebutuhan sembako di Warung Blogger hehe. Yo wis tah, saya benar-benar nyata pamitan mengakhiri posting di dunia maya deh sekarang. Saya ngilang dulu ya, Assalamuaikum.. twing..!


Image and video hosting by TinyPic