Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 13 Juni 2011

Slobatsur


Dulu saat masih di bangku sekolah dasar,saya mengenal sebuah kalimat "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Sebuah petuah bijak yang waktu itu menurut saya hanyalah sebuah konsep dari budaya menabung. Duduk di bangku SMA saya juga mengenal sebuah petuah Jawa "Alon-alon asal kelakon" atau jika di google translate versi boso londo artinya "Slow but sure". Petuah bijak ini pun dulu cuma saya anggap sebatas teori apabila kita sedang melakukan pedekate dengan seseorang yang kita taksir.

Setelah mengenal sebuah kehidupan ajaib bernama pencinta alam, akhirnya saya tahu jika petuah bijak tersebut bukanlah hanya sebatas konsep menabung atau teori pedekate ala remaja. Namun petuah bijak tersebut bermakna, jika kita menginginkan sebuah keberhasilan, tentu saja dibutuhkan sebuah perjuangan untuk meraihnya. Dan di dalam perjuangan itu diperlukan kemauan yang tinggi untuk belajar, konsisten dalam bersikap, serta sabar dalam menghadapi setiap ujian.

Selain pencinta alam, dunia maya adalah sebuah dunia yang rasanya sulit lepas dari kehidupan saya. Di situ saya bisa belajar banyak hal, menatap sebuah dunia mini dalam satu layar. Namun sayang dulu ada sebuah kendala sedikit menghalangi langkah untuk belajar banyak hal di dunia maya. Masalah klasik yaitu tiada sarana yang mempermudah bagi saya untuk melakukan banyak hal di dunia maya. Saya butuh sarana sebuah komputer atau mungkin laptop. Sebuah barang yang bagi saya merupakan kategori kebutuhan mewah. Yah, seperangkat komputer yang layak itulah impian saya sejak lama.

Alhamdulillah, beberapa hari kemarin akhirnya saya bisa mewujudkan impian tersebut. Sebuah laptop sekarang telah menjadi teman saya di kamar. Laptop yang 100% saya peroleh dari hasil memulung sen demi sen di dunia maya. Meski bukan laptop baru, namun saya begitu terharu saat mendapatkannya. Betapa tidak, di situ ada sebuah perjuangan panjang yang saya jalani. Suatu proses yang menyadarkan saya, jika petuah "alon-alon asal kelakon", "sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit", atau "slobatsur" memang diperlukan dalam kehidupan kita.



Bisnis online yang saya lakukan, bagi saya merupakan bisnis online kelas amatir. Hanya bermodal ngeklik dan sifat super telaten ketika menjalaninya. Rasanya tak seperti yang dihembuskan oleh beberapa orang jika mencari duit di dunia maya itu mudah. Begitu pula yang saya alami. Bagi saya dunia maya adalah sebuah dunia yang sulit ditebak benar atau tidaknya.

Secara materi mungkin saya tidak dirugikan, tapi secara psikologis itulah ujian bagi saya. Sering saya berharap pada sebuah program yang saya ikuti. Hari demi hari saya telateni untuk mengklik iklan yang ada di dalamnya. Namun di saat tiba waktunya meminta hak pembayaran saya, tiba-tiba saja program itu mangkir membayarnya. Sebuah pengalaman yang sering saya alami. Namun saya tidak kapok, karena saya berpikir di sini letak kesabaran dan konsistensi saya sedang diuji. Dan tekad saya sudah bulat... Saya harus bisa membeli sebuah komputer dari hasil ngeklik.. TITIK..!

Saya teringat saat dulu di awal-awal mencoba belajar memulung di dunia maya. Rela berpancal ria menempuh jarak 30an kilometer menuju kota, hanya untuk mendapatkan sebuah harga sewa internet yang lebih murah dari warnet-warnet di daerah saya.

Banyak pula yang menganggap apa yang saya lakukan adalah sia-sia alias mission imposible, karena saya tak ubahnya seorang pemulung yang mengumpulkan sen demi sen untuk sebuah impian membeli sekeping berlian. Namun saya berpikir jika seorang juara dunia lari, tentunya membutuhkan sebuah langkah awal untuk menuju juara. Dan itulah yang harus saya lakukan, melangkah ke depan meski secara perlahan, sampai tiba saatnya saya tiba di tujuan.

Ada pula beberapa orang yang menganggap diri saya adalah seorang yang abnormal saat bermain internet. Di saat orang lain dulu memilih untuk berfriendster ria, justru saya malah asyik dengan aneka situs aneh-aneh menurut versi mereka. Bahkan ada pula yang menganggap saya seorang penjudi dunia maya, yang sehari-hari bergelut dengan mengklik sederetan angka yang mereka anggap sebagai angka-angka casino di dunia maya.

Pernah pula saya mengalami sebuah kepahitan saat bekerja menjadi seorang satpam dunia maya di salah satu warnet. Sebuah pemecatan sepihak terjadi pada diri saya. Alasannya sederhana saya dicurigai sebagai seorang hacker yang telah membobol chip poker yang menjadi bisnis sambilan dari sang majikan.

Sebuah pengalaman pahit, tapi membuat saya ngakak dalam hati. Betapa lucunya seorang kliker seperti saya malah di tuduh sebagai seorang hacker. Tapi ya sudahlah, saya rasa semua itu harus terjadi pada diri saya. Tanpa mereka mungkin saya tak akan bisa menjadi seperti sekarang. Tak akan pula ada semangat yang bisa membuat saya terus konsisten terhadap apa yang saya perbuat.

Dulur blogger, konsistensi dalam segala hal apa pun sangat diperlukan dalam sebuah perjuangan untuk memperoleh sesuatu. Karena dari konsistensi akan membuahkan sebuah rasa sabar dalam menjalani sesuatu. konsistensi juga akan membuat diri kita akan lebih menghargai sebuah proses dari semua keberhasilan yang kita raih. Seperti halnya diri saya yang begitu bahagia saat menatap mesra layar monitor laptop yang ada di depan saya sekarang. Di situ ada perjuangan, ada kesabaran, cibiran bahkan sebuah kepahitan, namun akhirnya ada sebuah senyum kebahagiaan atas semua keberhasilan yang telah saya dapatkan.


artikel ini saya partisipasikan dalam acara Giveaway Angka 100 mbak Dey.


Image and video hosting by TinyPic