Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 07 Juni 2011

Stop.. Di Sini Kawasan Suaka



Suatu hari terlihat sekumpulan anak kecil tengah berlarian sambil menggenggam sebuah ketapel di tangan mereka. Layaknya seseorang pemburu profesional, mereka terlihat begitu bernafsu untuk mengejar buruan mereka yaitu seekor burung bondol Jawa.

Saat memasuki pekarangan rumah saya, tiba-tiba salah seorang dari mereka berteriak kepada teman-temannya. Eh jangan di situ, nanti kamu dimarahi sama Mas itu!. Lantas saya pun mencoba ke luar dari dalam rumah. Lalu apa yang terjadi?. Ibarat pemburu liar yang lari saat bertemu dengan jagawana. Para pemburu kecil itu pun kabur meninggalkan saya dalam sebuah kebingungan hehe.

Di depan rumah saya terdapat sebuah bangunan kecil mirip sebuah pos kamling yang dijadikan sebagai base camp untuk Wachana. Di situ kami biasa berkumpul, bercanda, bersaudara serta berkarya memberikan sebuah kontribusi kami sebagai seorang pencinta alam. Di sinilah biasanya kami mempraktekkan sebagian materi yang kami dapatkan.

Kami mengenal sebuah kata bernama KONSERVASI. Sebuah kata yang begitu akrab di telinga, tapi banyak juga manusia yang tak peduli. Peduli pada sampah, menanam pohon dan membiarkan satwa liar bebas merdeka, mungkin cuma itu bahasa sederhana kami tentang arti dari sebuah konservasi. Sebuah perkara yang begitu gampang, tapi kadang kita pun enggan melakukan.

Untuk menambah kesejukan kami menanam aneka bunga di kanan kiri tempat tersebut. Melarang setiap anak yang berburu burung di sekitar tempat kami. Mengumpulkan berbagai macam bibit tumbuhan, untuk kami tanam di sebuah hutan kecil tempat biasa kami bermain. Dengan harapan bibit tersebut bisa menjadi sebuah pohon tinggi, yang bisa menjadi tempat bermain sekumpulan burung atau satwa kecil lainnya.

Kami sadar kelak bisa jadi bukan hanya BBM yang akan langka, tapi rindangnya pohon, kicauan burung, indahnya kepak sayap seekor kupu dan aneka satwa liar lainnya pastilah akan menjadi barang yang langka pula jika kita tak melestarikannya.

Jika anda mengenal sebuah kata suaka, tentunya pikiran kita akan melayang pada sebuah hutan rimba yang berfungsi melindungi spesies flora dan fauna bukan?. Apakah benar suaka hanya berlaku di Taman Nasional, Cagar Alam atau kawasan konservasi lainnya?. Apakah kita tidak bisa menjadikan halaman pekarangan rumah kita sebagai tempat suaka?. Meski sebatas melindungi sepasang burung bebas merdeka beranak pinak di atas pohon dalam pekarangan anda. Namun tidak sadarkah anda, jika itulah sebuah konservasi nyata. Ketimbang cuma fasih berteriak "lestarikan alam!", tapi aplikasinya hanyalah sikap "DIAM".

Dulur blogger, jika dalam dunia blogging kita diajarkan pelajaran berbagi lewat dunia maya. Mungkin lebih bijaksana jika kita mau berbagi pula lewat kehidupan nyata. Bukan hanya berbagi dengan sesama manusia, tapi kepada semua mahluk-Nya kita pun mau berbagi pula.

Jika anda mempunyai sebuah pekarangan, cobalah untuk sedikit berbagi. Cobalah untuk memberikan sebuah tempat hidup bagi satu pohon saja di pekarangan itu, karena bukan hanya untuk anda saja bumi ini diciptakan.

Kelak jika pohon itu telah besar, berbagi pula lah dengan burung-burung yang hinggap di atasnya. Berikan mereka perlindungan, berikan mereka suaka, karena saya yakin mereka pun akan mau berbagi dengan memberikan kicauan merdunya bagi kita semua.

Salam Lestari Indonesia..!


Image and video hosting by TinyPic