Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 29 Juli 2011

Jangan ngajak perang loh gan..!


Pagi itu satpam dunia maya terlihat tergesa-gesa berangkat menuju tempat kerja. Selain bangun kesiangan gara-gara alarm ponsel yang lupa diaktifkan. Antrian saat membeli permen dan menukar uang recehan di sebuah toko makin  membuat si satpam terlambat menuju kantornya pagi itu.

Sampai di kantor si satpam bergegas melakukan tugas pertamanya. Membersihkan debu-debu yang mulai membandel di sana-sini. Mengambil sapu lalu menyapu lantai yang penuh kotoran dari user yang tak tertib membuang puntung rokok ke tempat yang semestinya.

Selang beberapa menit  terdengar bunyi klakson dari arah luar. Sepertinya  klakson tersebut sengaja dibunyikan agar si satpam segara  keluar. Satpam pun bergegas menuju mobil tersebut untuk melihat siapa gerangan orang yang ada di dalamnya. Ternyata suara klakson tersebut berasal dari nyonya juragan yang hendak keluar dengan mobil mewahnya.

Dengan muka kusut dan suara meninggi sang nyonya mempertanyakan tentang keterlambatan si satpam hari itu. Entah mengapa tiba-tiba pula si satpam  mengemukakan alasannya dengan sebuah argumen yang juga bernada tinggi. Selanjutnya terjadilah perang argumen antara si satpam dan sang nyonya juragan. Sebuah adu perang mulut antara bawahan dan majikan, yang membuat hati satpam dunia maya hari itu mendeklarasikan sebuah pernyataan....Kau menabuh genderang perang denganku juragan.!

Bekerja dengan suasana hati yang tak nyaman, itulah yang saat itu dirasakan si satpam. Satpam dunia maya merasa komplain nyonya besar terlalu berlebihan dibanding kesalahan yang dibuat si satpam. Selang beberapa kemudian muncullah seorang pria berkebangsaan Mesir atau yang disebut juragan besar.  Seperti halnya sang nyonya, juragan besar pun menanyakan alasan keterlambatan si satpam pagi itu. Kali ini si satpam tak ingin kembali kecolongan menjadi orang yang mendapat semprotan untuk kedua kali. Dia pun justru mendahului dengan memberikan sebuah argumen yang nadanya justru tiga kali lebih tinggi dari saat dia perang argumen dengan nyonya majikan pagi tadi.

Dengan bahasa inggris pasaran si satpam mengeluarkan semua kekesalannya di hadapan juragan besar. Dan inilah beberapa ungkapan kekesalan satpam dunia maya setelah diterjemahkan ke dalam Google translate versi pasaran.

"saya tahu saya salah, tapi kalau negur itu mbok jangan pakai ngotot dan mata ikut melotot"

"tolong jangan samakan saya dengan kuli-kuli yang ada di belakang itu, yang jika sedkit saja melakukan kesalahan pasti mendapat marahan"

"saya memang bawahan di sini, tapi jika ada satu hal yang membuat harga diri saya merasa terinjak. saya  bisa nekat dan tak perduli anda siapa"

"Kurang apa saya?. Apakah anda tidak ingat jika saya selalu menganggap warnet ini seperti punya sendiri. Sebisa mungkin saya selalu berikan yang terbaik di sini. Bahkan sampai berdarah-darah pun pernah saya lakukan. Apa anda masih belum paham?."


"Saya rasa anda pun pernah telat membayar upah saya, tapi saya diam dan menganggap itu wajar. Dan sekarang saya cuma telat  sekali saja tidak ada kata maklum dari istri anda"


"Jika anda tidak terima dengan kata-kata saya. Ya sudah, sekarang juga saya akan OUT dari pekerjaan ini"

Lantas apa yang dilakukan juragan besar setelah mendapat serangan bertubi dari si satpam. Apakah dia membalas pula dengan argumen bernada tinggi?. Apakah juragan besar memberhentikan si satpam karena telah menantangnya?. Ternyata tidak, justru juragan besar cuma diam mendengarkan keluhan dari si satpam sembari tersenyum. Cuma sebuah kalimat yang dia berikan kepada si satpam.. it's Okey..No problem. Yah, hanya kalimat itu yang dia jadikan perisai untuk menangkis serangan kekesalan dari  si satpam.

Dia pun mencoba mencairkan suasana dengan berdialog dengan penuh kehangatan bersama si satpam. Bahkan lucunya juragan besar pun kelihatan tak enggan meminta rokok pada si satpam yang menjadi bawahannya. Sebuah kondisi yang bukan hanya membuat si satpam  menjadi cair dari kebekuan, tapi juga membuatnya ngakak dalam hati... Oalah kok ono juragan njaluk rokok nang babu hehe.

Malam harinya satpam dunia maya akhirnya bisa tersenyum lega oleh sebuah pesan singkat yang dia terima lewat ponselnya. Sebuah SMS yang berisi..


Sebuah SMS dari nyonya juragan. Pesan singkat yang tak ubahnya semacam tanda tangan perjanjian damai dari kedua belah pihak yang tengah berperang. Sebuah pertanda jika detik itu pula ceasefire antara nyonya juragan dan satpam dunia maya harus segera dilakukan.

Dulur blogger, sebuah komunikasi rasanya sangat diperlukan dalam sebuah hubungan antara majikan dan bawahan. Sebab keduanya tentu saja amatlah saling membutuhkan. Bawahan memerlukan sebuah lapangan pekerjaan yang bisa menyambung hidupnya. Sebaliknya seorang majikan pun sangatlah memerlukan orang lain yang bisa membuat roda usahanya melaju semakin kencang.

Mungkin itulah hikmah yang bisa kita ambil  dari tujuan Allah menciptakan status bawahan dan majikan. Jika pada dasarnya kaya atau miskin hanyalah sebuah keberuntungan nasib. Adanya perbedaan status itu semoga tidak terlalu kita maknai dengan sebuah kesenjangan sosial yang berlebihan. Tapi harusnya menyadarkan kita jika tanpa mengenal seberapa tebal isi dompet seseorang, kita satu sama lain adalah sebuah individu yang saling membutuhkan.

Majikan mungkin mempunyai peranan sebagai pemegang kekuasaan uang untuk membuat sebuah lapangan pekerjaan. Namun seorang bawahan juga berfungsi penting bagi seorang majikan. Ibarat peperangan bawahanlah yang ada di garis depan. Bawahan pula yang membuat asap dapur para majikan semakin mengepul tinggi. Jadi jika saja ada sebuah permasalahan alangkah baiknya seorang majikan bisa merangkul seorang bawahan layaknya seorang sahabat. Bukan sebatas menghargai seorang bawahan sebuah kesejahteraan sesuai dengan kemampuannya. Tapi mau mendengar keluhan bawahan dan dengan lapang dada mau pula mengakui khilaf pada seorang bawahan, saya pikir itulah sebenar-benarnya wujud penghargaan.

Jika saja para bos, majikan atau juragan di negeri yang katanya penganut HAM ini bisa bersikap hangat seperti juragan besar, saya rasa May Day akan menjadi sebuah Happy Day. Tak akan ada lagi para buruh yang berteriak kepanasan karena menuntut sebuah kesejahteraan. Mungkin akan sedikit pula saudara-saudara kita yang akan beralih berbondong-bondong mengais dollar di negeri tetangga. Yah, saudara-saudara kita yang dengan bangga oleh pemerintah disebut sebagai pahlawan devisa. Namun karena sebuah kesewenangan dari seorang majikan, bukanlah devisa yang dia bawa pulang. Tapi sebuah berita jika nyawanya sudah melayang.