Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 11 Juli 2011

Semangat...... Lozz.!


Saat mengunjungi rumah Pendar Bintang beberapa hari yang lalu, saya disuguhi sebuah artikel yang menceritakan kepenatan mbak Hanie akan rutinitasnya sehari-hari. Dengan pede saya memberikan sebuah komen, yang bertujuan agar si empunya rumah mempunyai gairah dan semangat kembali menjalani rutinitas hariannya.

Eh dilalah, beberapa hari berikutnya justru saya malah ketularan dengan sebuah virus bernama jenuh tersebut. Yah, itulah yang terjadi pada diri saya belakangan hari ini. Sebuah perasaan tak jelas yang membuat saya malas untuk beraktifitas.  Bukan hanya ngeblog, tapi malas pula kerja, keluar rumah, mandi, ketemu orang-orang ruwet dan segala macam tetek bengek pekerjaan lainnya.

Saya pun mencoba sedikit berimprovisasi untuk melawan perasaan tidak jelas tersebut. Menjauhi segala hal yang memancing emosi saat beraktifitas di dunia maya mau pun dunia nyata. Mencoba melepas kepenatan dengan bermain game online bernama Travian. Hasilnya?  Bukanlah hiburan yang didapatkan, tapi justru saya malah uring-uringan dengan bule-bule sialan.  Mencoba pula melakukan sedikit improvisasi dengan berkebun kecil-kecilan di rumah. Namun masih saja pikiran ini dikuasai oleh sebuah virus bernama LELAH.

Pinginnya saya kembali isi rumah maya yang mulai lengang ini. Namun inspirasi kembali menguap saat papan keyboard telah siap menerima sentuhan jemari. Mencoba untuk berlari ke rumah dulur blogger lain untuk sedikit kulakan inspirasi. Namun tetap saja rasa penat yang lebih dominan dibanding sebuah semangat. Pingin pula saya mencoba hiatus, tapi saya pikir, ah terlalu lebay rasanya jika saya melakukan hal itu. Lucu rasanya jika karena kurang produktif posting saja, saya malah mencari sebuah dalih untuk mencuri perhatian orang-orang.

Kemarin  saya mencoba membuka FB. Di list teman saya melihat ada salah satu teman yang sedang berulang tahun hari itu. Yati Rahmat, sebuah nama yang begitu akrab bagi saya saat di dunia maya. Seorang wanita sepuh yang biasa saya panggil Bunda Yati, kemarin telah genap berusia ke 72. Sebuah pautan usia yang begitu jauh dari cicilan usia saya saat ini. Namun saya kagum dan salut  dengan beliau, karena dengan usianya yang sudah menapak senja, semangat dan kemauannya untuk belajar tak mau kalah dengan yang masih muda.

Secara tidak langsung saya merasa ditampar oleh bunda Yati,  karena saat beliau di sana menjalani hari-hari dengan sebuah senyum dan semangat. Ternyata di sini  hanya karena sebuah  rasa penat, semua itu saya jadikan alasan jika insipirasi saya menjadi lemah syahwat. Harusnya saya malu, karena di saat Bunda Yati begitu menggebu untuk belajar tentang sesuatu yang baru. Justru saya di sini serasa menjadi sebuah patung yang kaku. Seakan tak pernah sadar, jika hidup bukanlah hanya sekedar menunggu waktu. Tapi waktu itu haruslah kita jemput dengan sesuatu dan  mengisinya dengan sebuah semangat untuk terus belajar dan berkarya semampu kita.

Mungkin yang harus saya lakukan sekarang adalah diam sejenak. Merenung di sela kepulan asap sigarret yang semakin  membumbung. Mencoba kembali menggali inspirasi sambil mengecup manisnya secangkir kopi. Saya harus sadar jika pohon yang telah lapuk, suatu saat tentunya akan berganti dengan sebuah tunas baru. Yah, mungkin saya lah bakal tunas baru itu. Jadi mulai sekarang saya harus mempersiapkan. Agar kelak saya bisa menjadi sebuah dahan yang kuat saat menghadapi segala macam terpaan angin kehidupan.

Selamat hari jadi bunda Yati Rahmat. Maaf Bun, jika ucapannya telat sehari. Namun bagi saya kali ini begitu spesial, karena saya bisa memberikan sebuah bingkisan tulisan sederhana buat anda. Dibanding Lozz kemarin yang hanya bisa memberikan sebuah ucapan selamat basa basi lewat dinding Facebook saja. Saya berharap semoga coretan sederhana ini bisa mewakili salam cium tangan dan hormat saya dari kejauhan. Bisa menjadi penyemangat pula, jika mungkin suatu saat kembali diri saya diliputi sebuah rasa lelah dalam berkarya.

Terima kasih Bunda Yati Rahmat. Meski pautan jarak memisah kita untuk bertatapan. Meski tiada pernah pula tangan kita saling berjabat erat. Tapi bagi saya anda adalah sebuah semangat. Sebuah semangat berkarya yang bukan hanya bagi saya, tapi bagi adik-adik Wachana dan juga semua Keluarga Tamasya. Sebuah semangat yang bisa kami rasakan saat lagu Untuk Bunda kami dendangkan. Semoga pula bunda Yati di sana turut merasakan, jika hati dan  semangat kami selalu menyertai hari-hari  bunda di sana.

Oh ya Bun, sekali lagi maaf jika kadonya cuma coretan sederhana. Maklum enggak begitu mahir merangkai kata pujangga. Minta aja sama Masbro atau Pritz si Api Kecil, mereka kan jago berpuitis ria hehe. Terima kasih karena telah memberikan sebuah apresiasi tinggi buat goyang bahenol saya. Alhamdulillah deh jika gara-gara goyang itu cucu anda bisa ngakak kegirangan. Wis ya Bun. kelihatannya saya mulai ngelantur. Semoga ini pertanda jika perasaan tak jelas itu mulai luntur. Jangan lupa yang rajin klik iklan ya, dan satu lagi permintaan saya. Salam juga ya buat awewe'-awewe' Pamulang di sana hehe.

Ai Lophe Yu Bunda...


Image and video hosting by TinyPic