Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 25 Juli 2011

Untuk Lozz


Serasa hari ini aku menjadi orang yang begitu kaya di dunia. Betapa tidak, banyak doa manis dipanjatkan, banyak harapan optimis disematkan untukku.  Ya, hari ini, tepat 25 Juli beberapa puluh tahun silam, untuk pertama kalinya aku sapa dunia ini lewat sebuah tangisan.  Sebuah kehidupan yang tak pernah henti memberikan aku berbagai nikmat. Namun entah berapa kali pula segala nikmat yang kudapat, kubalas pula dengan bermacam maksiat.

Aku pun tak tahu apakah fitrah kehidupanku masih berwarna putih seperti saat dulu aku dilahirkan. Atau mungkin sudah berwarna kelabu. Atau mungkin pula sudah berubah warna menjadi hitam yang begitu pekat. Yang aku tahu saat ini Gusti Sang Maha Pemberi Kehidupan masih memberi aku kesempatan menatap indahnya dunia. Dan entah sampai kapan pula udara yang ada di dalamnya masih bisa kuhirup secara cuma-cuma.

Semalam aku mencoba melakukan semacam muhassabah lewat caraku sendiri. Menjauhi hingar bingar JFC yang penuh sorak sorai tepuk tangan. Berdiam sejenak di sebuah hutan kecil yang mungkin sudah rindu dengan belaian mesraku. Menjadi seorang pencinta alam yang mencoba meminang suasana sepi sebagai pendamping setia menikmati malam hari. Mencoba melakukan dialog pada diri sendiri akan sebuah pertanyaan..

  • untuk apa aku hidup?
  • apa yang harus aku lakukan saat hidup?
  • mau kemana aku setelah dunia ini kutinggalkan?

Namun entah kenapa tiba-tiba sebuah rasa lara kembali menyelip di sela rongga dada. Padahal sudah lama rasa itu aku dapatkan, tapi kenapa malam itu lara tersebut bisa muncul kembali. Apakah karena sebenarnya hutan kecil itu sudah memberikan aku akan sebuah cerita dan kenangan?. Ah sudahlah, tiada guna bagiku memikirkan lara itu. Memang sudah seharusnya lara itu  kutinggalkan, seperti halnya aku meninggalkan masa lalu tentang asal usul masa kecilku. Sebab bukankah karena lara oleh sebuah khianat itu, aku sekarang bisa menjadi lebih hebat?. Bukankah masa lalu kecilku itu pula yang membuat kakiku sekarang terasa lebih ringan ketika melangkah?.

Basmallah dan Hamdallah, mungkin itulah jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku semalam. Membingkai semua aspek kehidupan dengan niat nawaitu Bismillah untuk semata mengharap Ridho-Nya. Bersyukur dan tiada pernah lupa pula mengucap Alhamdulillah untuk senantiasa nrimo legowo atas semua kehendak-Nya.

Aku tahu di sudut sana ada beberapa orang yang suka memberikan cibiran buatku.  Seakan menjadi seorang pria kesepian dianggap sebuah hal yang tabu dan lucu. Jangan bersedih dan bercerminlah lozz!. Masih belum nampak uban dan keriput pada dirimu. Anggaplah semua  itu adalah dukungan dan penyemangat buatmu. Mungkin pula Allah masih memberikan kesempatan bagimu untuk lebih banyak berkarya lagi. Sebab bisa jadi jika saja beberapa tahun silam sudah ada wanita yang menjadi teman hidupmu, kau pun akan berubah  menjadi lelaki yang lebih mementingkan kepulan asap dapurmu ketimbang berkarya lewat tanganmu.

Bersabarlah karena mungkin ini hanya masalah waktu dan kesabaran engkau untuk mencari dan terus mencari mataharimu. Dan sebelum kau bertemu dengan mataharimu, mungkin ada baiknya kamu menjadi matahari bagi siapa saja yang membutuhkannya. Apakah kamu tidak sadar Lozz, jika kamu juga bisa menjadi matahari itu?. Apakah kamu tidak mau menjadi sang surya yang berarti dalam kehidupan?. Apakah kamu merasa enggan menjadi mentari yang sinarnya bisa memberikan sebuah kehangatan pada setiap orang?.

Kemapanan materi dan kemolekan paras istri, itu bukanlah ukuran dari seorang lelaki sejati. Seorang lelaki sejati adalah seorang lelaki yang tak pernah mati berkarya sampai ajal dia nanti. Tidak  Lozz, kamu jangan mau menjadi seorang manusia yang hanya membuat sejarah pernah menjadi penghuni dunia yang fana ini. Tapi ukirlah sejarahmu sebagai manusia yang pernah pula meninggalkan karyamu untuk duniamu.

Memberi dan terus memberi dengan penuh keikhlasan, itulah inti sebenarnya kekayaan dalam kehidupan. Niatkan semua karyamu hanya semata untuk kebaikan, karena dosa dan pahala adalah sesuatu yang misteri bagimu. Kau tak akan pernah tahu niatan apa yang nantinya bisa menjadi pelebur untuk dosa-dosamu. Kau pun tak akan mengerti perbuatan apa yang nantinya bisa memberi sebuah tiket menuju sorgamu. Apakah kamu tak ingin menjadi salah satu penggenggam tiket itu Lozz?.

Satu hal yang harus kamu ingat Lozz!. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia pun pasti mati meninggalkan nama. Semoga kau tak hanya meninggalkan sebuah nama yang hanya menjadi penghias di batu nisan. Namun ada sebuah karya pula yang nantinya kamu tinggalkan. Yah, meski hanya berwujud sebuah tulisan, Tapi setidaknya kau telah menciptakan sebuah sejarah. Ketimbang hanya menjadi seorang yang pasrah dan hanya meninggalkan sekumpulan tulang belulang yang akan hancur dimakan tanah.

Jember, 25 Juli 2011



Image and video hosting by TinyPic


note : dulur blogger matur nuwun yang tak terhingga untuk semua kasih sayang yang telah anda berikan semua di hari kelahiran saya ini. Doa, ucapan selamat, postingan dan harapan anda semua adalah sebuah kado yang begitu indah nilainya bagi saya. Jujur saya begitu sangat terharu dan saya pun tak akan malu mengakui jika mata saya berkaca-kaca saat membacanya.

Meski  ada jarak yang memisahkan kita semua, tapi saya yakin sebuah keikhlasan akan membuat hati kita semakin dekat. Saya pun berdoa semoga keberkahan selalu mewarnai kehidupan keluarga anda. Dimudahkan kelancaran dalam mencari rejeki. Dikarunai putera puteri yang soleh dan solehah. Dimudahkan pula dalam urusan jodoh untuk yang masih sendiri (saya juga hahaha).

Semoga tali silaturrahim ini akan semakin erat, karena ranah blogspher adalah sebuah keluarga besar. Dan sampai kapan pun saya, anda dan kita semua adalah bersaudara.. Ai lophe yu all dulur..!