Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 06 Juli 2011

Wisata Kuliner ala Satpam Dunia Maya


Kebetulan satpam dunia maya hari ini piket di siang hari. Seperti biasa selain bertugas mengawasi para user agar enggak berpolah aneh-aneh saat ngenet. Saya pun sibuk mengintip aktifitas blogger di gardu intai rahasia saya. Ada yang menarik, karena hari ini banyak sekali posting yang memuat judul hampir sama. Sebuah kata kunci Wisata Kuliner nampak dominan menghiasi gardu intai saya hari ini.

Akhirnya saya pun sadar jika hari ini adalah hari Rabu, hari waktunya kuis Aduk kembali digelar. Dan kebetulan Wisata Kuliner lah yang kali ini menjadi kata kuncinya. Yo wis, meski saya enggak pernah mempunyai pengalaman tentang wisata kuliner, tapi sekarang saya mencoba mekso berpartisipasi dalam pegelaran Askat hari ini. Jujur saya sungkan sama Pakdhe, karena tak pernah sekali pun berpartisipasi di acara ini. Saya pun takut jika nanti pangkat saya turun tiga strip, jika saja sekali ini mokong engga ikutan lagi. (ssttt.. ojo rame-rame dulur, jangan dibilangin Pakdhe loh kalau saya ngrasani beliau hehe).

Seperti yang sudah saya bilang di atas, jika saya memang minim pengetahuan akan wisata kuliner. Maklum spesifikasi lidah saya di bawah rata-rata alias pasaran. Mungkin karena sudah terbiasa mengecap nikmatnya tempe, tahu, jangan lodeh, jangan asem, kerupuk, sambel bajak, yang membuat lidah saya sulit menerima sebuah kuliner aneh-aneh. But don't grogi, saya harus tetap berpartisipasi. Bagi saya inilah tantangan mengikuti Aduk. Di mana dengan waktu yang singkat, kita harus bisa cepat pula membuat sebuah artikel yang terkait dengan kata kunci secara tepat.

Menjadi seorang satpam dunia maya bagi beberapa orang dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang enak. Cuma duduk-duduk ngenet dibayar. Namun bagi saya karena aktifitas duduk dan menunggu itulah yang membuat perut menjadi cepat lapar. Untuk mengantisipasi semua itu saya mempunyai dua kuliner yang biasa saya konsumsi saat beraktifitas. Meski murah dan pasaran, tapi lumayan lah untuk sedikit menahan gempuran dari dalam perut yang tak mau kompromi.

Hanya 3000 perak duit yang saya keluarkan untuk membeli doping saya selama 8-9 jam beraktifitas di depan monitor. Emang makanan apa dengan duit segitu?. Bakso dan Mie Ayam hahaha. Murah, meriah dan lumayan wah. Itulah kesan saya untuk dua kuliner yang saban hari lewat di depan tempat kerja saya tersebut. Betapa tidak, di saat di tempat saya harga bakso yang lumayan enak dibandrol dengan harga 4-6 ribu rupiah per porsi. Eh yang ini malah berani jual 3000 rupiah per porsinya. Masalah cita rasa?,  jangan tanya deh, saya pikir enggak kalah kok dengan bakso jawara yang ada di daerah saya.

Untuk mie ayam nya?. hemm, apalagi yang ini. Saya rasa ini adalah mie ayam paling murah se-Jember Selatan. Masih dengan harga tiga ribu perak kita pun bisa menikmati seporsi mie ayam yang enak. Bahkan karena penasaran dengan berapa laba dari sang penjualnya, sempat pula saya mencoba mentaksir semua komponen yang ada di dalam mie ayam tersebut. Mie, sawi, ayam dan segala tetek bengeknya saya coba hitung. Alhasil taksiran harga dari satpam dunia maya menyatakan tukang mie ayam itu RUGI hahaha. Sebuah kondisi yang bukan hanya memancing rasa penasaran, tapi saya bersyukur masih ada sebuah kuliner yang lumayan wah meski pun  murah.

Dulur blogger, menurut saya wisata kuliner bukan hanya sebatas kita melancong ke tempat jauh untuk menikmati sebuah masakan yang berbeda dari yang biasa kita makan saban hari. Namun menurut saya melangkah keluar rumah untuk menikmati  makanan macam bakso atau mie ayam, itu juga bisa disebut sebagai wisata kuliner. Kelezatan sebuah makanan bukan terletak pada harga, tapi kondisi hati yang senantiasa bersyukur atas apa pun yang kita makan, itulah yang makin menambah kelezatan sebuah masakan.

Harga hanyalah sebatas gengsi, karena seberapa pun mahalnya  bandrol harga makanan di sebuah restauran. Ujung-ujungnya akan bernasib sama dengan bakso atau mie ayam yang di jual murah di pinggir jalan. Yah, sama-sama akan mengendapnya menjadi ampas di penampungan belakang.

Yo wis, waktunya satpam dunia maya have lunch. Waktunya saya melakukan wisata kuliner instan hehehe. Mumpung tukang mie ayam 3000 lewat tuh. Ada yang penasaran dengan penampakannya. Monggo di buka aja sendiri gambarnya.


BAKSO 3000
MIE AYAM 3000



Artikel ini saya paksakan berpartisipasi dalam pagelaran Aduk di blogcamp