Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 06 September 2011

Don't Cry For Bal-balan, Indonesia...


Beberapa hari yang lalu saat timnas kita berlaga melawan Iran kebetulan di dekat kantor satpam dunia maya digelar acara nobar dengan layar lebar. Sebel rasanya dengan kondisi tersebut, di saat orang-orang saling meneriakkan dukungan buat timnas kesayangan, saya justru masih kebingungan mencari link-link TV online yang menayangkan pertandingan tersebut. Walaupun akhirnya saya menemukan, namun hasilnya tentu tak sesempurna kita menyaksikan secara langsung di layar kaca.

Berhubung saya tak mau lagi kecolongan tak bisa lagi menonton timnas berjuang. Akhirnya saya pun membuat blog yang say isi dengan embed-embed TV online. Dengan harapan saya tak kebingungan lagi jika nanti timnas kembali berlaga pas waktu saya piket jaga.

Namun apa hasilnya?. Sore tadi saya cek blog TV online-onlinean saya masih normal saja dan saya anggap sudah siap buat saya nikmati malam nanti. Namun pas menjelang pertandingan akan berlangsung, eh dilalah kok malah cuma suara saja yang berfungsi normal. Sisanya hanya gambar-gambar putus di layar hahaha.

Akhirnya saya pun menghubungi adik-adik Wachana lewat pesan SMS yang berstatus emergency, yang isinya "Bisa enggak bisa sekarang juga saya carikan TV mini di kantor.!".

Tak sia-sia rasanya saya menggembleng habis-habisan adik-adik saya saat diklat pencinta alam dulu. Mereka dengan cepat menjalankan instruksi pemaksaan saya dengan sigap, karena tanpa menunggu terlalu lama akhirnya sebuah TV mini telah tersedia di atas meja kantor saya hehe.


Masalah kembali terjadi, karena ternyata TV mini tersebut butuh sebuah antena agar gambarnya bisa disaksikan dengan sempurna. Tapi yo wis tah, The show must go on!. Apa pun yang terjadi timnas harus saya tonton. Berbagai cara dilakukan, puter sana-sini antena agar sinyal bisa ditangkap dengan sempurna. Bahkan pacar adik saya pun dipaksa duduk menempel dekat antena agar gambar bisa muncul dengan jelas.



Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang penuh kekonyolan. Akhirnya kami pun bisa turut memberikan dukungan buat timnas kesayangan. Walaupun dengan mata mendelik karena layar televisi yang begitu mini. Meski pula harus menerima kenyataan jika timnas kita kalah lagi. Namun saya rasa itu lebih baik, ketimbang saya cuma bisa mendengar berita kekalahan tanpa memberikan sebuah dukungan pada timnas kita.

Dulur blogger, saya rasa semua cinta dan sayang timnas kita. Banyak cara yang dilakukan sebagai wujud dukungan yang diberikan agar timnas kita mendapat sebuah prestasi yang tak kunjung didapatkan. Namun rasanya sungguh saya mengelus dada. Di saat perjuangan saya untuk bisa turut menyaksikan timnas kesayangan berlaga di layar kaca kesampaian. Ternyata saya justru mendapat hasil yang mengecewakan. Bukan karena timnas kalah dari Bahrain.!. Saya ikhlas nrimo meski mangkel timnas kalah lagi. Tapi kenapa harus ada petasan?. Kenapa masih saja ada oknum-oknum suporter yang tak bisa menerima sebuah kekalahan dengan sebuah kedewasaan?.

Kalau boleh jujur pada dasarnya kita memang masih kalah dari Bahrain. Postur dan teknik permainan pun kita juga tertinggal dari timnas sepakbola negara lain. Apakah semua itu harus kita tambahi dengan sebuah bonus jika kedewasaan suporter kita juga ketinggalan?. Fanatik mungkin terlihat baik jika kita bisa memberikan sebuah dukungan yang simpatik. Militan saya rasa sah-sah saja, jika kita bisa menerima sebuah kekalahan dengan lapang dada.

Jangan menangis Indonesia meski kau selalu kalah dalam sepakbola. Kuyakin kelak di Piala Dunia yang entah kapan, ada nama Indonesia yang juga terpampang. Namun jika saja impianku itu tak pernah menjadi kenyataan. Timnasku masih yang nomer satu. Indonesia tetaplah kebanggaanku. Kalah menang hanyalah masalah rejeki, jadi semoga saja tak ada yang menyikapinya dengan tindakan yang ngisin-ngisini.