Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Minggu, 02 Oktober 2011

Batikkan Harimu.! – Kenapa Harus Malu?


Dulur blogger, mohon maaf kiranya jika saya nekat memajang foto di atas. Bukan semata saya mau bernarsis ria, atau meminta anda beropini tentang sosok tak seberapa tampan di foto tersebut hehe. Posting saya kali ini akan sedikit berbicara tentang apa  pakaian yang kenakan dalam foto itu yaitu Batik.

Pakaian batik tersebut sebenarnya barang peninggalan dari almarhum kakek saya. Modelnya memang jadul, tapi bagi saya pakaian tersebut unik, menarik dan nyaman saat dikenakan. Meski batik seringkali identik dengan acara formal, tapi kadangkala saya nekat memakainya di acara non formal, bahkan di saat ngopi di pinggir jalan pun saya tak segan memakainya.

Berbagai tanggapan seringkali saya dapatkan saat memakai pakaian warisan tersebut.  Beragam komentar sering muncul manakala saya memakai baju yang dianggap jadul. Mau kondangan mas?, eh pak Kades datang, jadul ya bro?. Itulah kalimat bernada mengejek yang sering saya dengar ketika mengenakan batik. Bahkan baru saja di FB ada seseorang yang berkomentar tentang foto saya di atas, yang intinya melecehkan apa yang saya kenakan.

Saya heran kenapa anak-anak muda sekarang begitu mudah melecehkan apa yang harusnya mereka banggakan. Pakaian impor begitu mereka puja-puja, padahal itu hanya sebatas masalah gengsi dan selera. Sedangkan batik yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, eh mereka malah mengejek menertawakannya.

Harusnya kita belajar dari kejadian saat negara sebelah dengan berani mengklaim budaya kita dan batik termasuk di dalamnya. Memang benar negara sebelah salah, tapi kalau kita mau sedikit merenung saya rasa kita pun salah. Yah, bisa saja negara sebelah melihat jika budaya-budaya yang diklaim tersebut sudah dilupakan bangsa kita. Tidak dicintai, dibanggakan, dianggap sepele bahkan dilecehkan macam batik yang saya kenakan. Jadi mereka nekat saja mengklaim budaya yang mereka anggap sudah tak dibanggakan lagi di negeri kita.

Mungkin jadi tantangan bagi para perancang busana Indonesia untuk membuat sebuah desain busana dari motif batik yang  mengikuti mode saat ini. Sebab jika tiga warna merah kuning hijau dari negeri seberang bisa melegenda di dunia, kenapa batik yang memiliki banyak ragam corak warna tidak bisa pula?.

Semoga saja mulai hari ini kita lebih mencintai budaya Indonesia khususnya batik. Tidak gengsi untuk mengenakan. Tidak ada pula unsur keterpaksaan karena aturan kantor yang mewajibkan, tapi mau memakainya dengan penuh kebanggaan. Bukankah sudah jelas jika dunia mengakui batik sebagai salah satu warisan kekayaan budaya dunia. Bukankah sudah jelas jika orang-orang bule begitu  kagum dengan keindahan corak warnanya yang beragam. Jadi kenapa kita harus malu untuk mengenakan?.

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin