Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 29 November 2011

Biar Menjadi Legenda


Pinginnya untuk sementara waktu saya rehat bentar dari aktifitas ngeblog di penghujung bulan sebelas ini. Ibarat seorang atlet bola, rasanya-rasanya otot saya sekarang mengalami ketegangan. Jadi sudah waktunya saya duduk di bangku cadangan dulu untuk sekedar melemaskan otot-otot yang sudah kaku. Mencari sesuatu yang fresh agar saya tidak mengalami kram saat ngeblog.

Percaya tidak percaya ngeblog itu ngangeni loh. Banyak info, ilmu dan cerita yang saya lewatkan dari dulur-dulur blogger semua. Apalagi beberapa hari kemarin om NH telah memilih Setelah Bulan Sebelas sebagai The Post of November dalam blog beliau. Membuat saya begitu terharu ternyata banyak perhatian  doa dan cinta di ranah blogsphere ini yang kurang saya perhatikan, di saat kurang lebih seminggu ini saya nyaris tak menyentuh tombol login di blog ini.

Lantas apa saja yang dilakoni si satpam, wong setiap harinya gak bisa lepas dari dunia maya?. Bisa dibilang saat ini saya sedang ketularan majikan Mesir saya. Ya, saya sedang kedanan dengan video Youtube. Hampir 3/4 jatah saya saat di depan monitor dihabiskan dengan memelototi klip-klip video dalam youtube. Bahkan saking tergila-gilanya saya pun membuat blog khusus video Youtube.

Klip-klip dangdut era 80-90an pun bahkan tak ketinggalan untuk saya jadikan sasaran intipan setiap harinya. Meski oleh sebagian orang klip-klip tersebut dianggap ketinggalan jaman, tapi saya rasa masih menarik untuk dinikmati sampai sekarang ini. Meski hanya berisi lirik-lirik sederhana. Meski pula tak ada goyang ala uleg-uleg yang digandrungi anak muda seperti jaman sekarang, tapi bagi saya lagu-lagu mereka meninggalkan sebuah kesan saat saya kembali mendengarkannya.

Saya berpikir mungkin saja musisi-musisi itu dulu memang benar-benar ikhlas dalam membuat lagu-lagunya. Tidak menyikapi secara berlebihan manakala lagu mereka menjadi korban pembajakan. Mereka dedikasikan karyanya bukan hanya sebatas mengejar materi, tapi benar-benar untuk berbagi. Mereka mungkin sadar jika lagu-lagu itu siapapun berhak untuk menikmati sekalipun orang tak mampu.

Jarang terjadi pula saya melihat mereka membuat ulah layaknya seperti selebriti sekarang, yang ujung-ujungnya hanya untuk mencari sebuah sensasi agar ratingnya meninggi. Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua, jika sebuah karya manis haruslah diimbangi dengan perilaku yang manis pula dari para pelakunya. (juga istri yang manis seperti kata Masbro hehe). Yang hasilnya insya Allah akan membuat karya-karya kita menjadi sebuah legenda bagi siapa saja yang menikmatinya.

Dulur blogger, semoga saja dalam menorehkan setiap karya kita di dunia maya, kita pun bisa menjadi seperti mereka. Meski tak selegenda tulisan Hans Christian Andersen, Kahlil Gibran, Chairil Anwar,  Emha Ainun Nadjib atau Pendekar Syair Berdarah. Setidaknya  kita mampu memberikan sebuah senyum untuk siapapun saja dan akan dikenang sepanjang masa.  Yah, sebuah tulisan yang kita buat lewat jari jemari kita yang senantiasa menyelipkan pesan-pesan cinta di dalamnya.

Note : monggo saya persilakan kalau mau mampir ke blog video saya