Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 01 November 2011

Dear Pahlawanku : Untuk Pak Sariban


Assalamua'alaikum,
Salam lestari Pak Sariban

Mohon maaf sebelumnya jika saja ada sebuah salam yang mungkin tak lazim bagi indera dengar anda.  Maklum di pencinta alam saya sudah terbiasa dengan pekik salam seperti itu. Meski saya tak tahu apakah semua yang  saya lakukan selama ini sudah setimpal dengan sebutan pencinta alam yang saya sandang. Atau mungkin pula sebutan itu hanya sebatas hiasan pemanis hidup semata. Tapi biarlah, ijinkan untuk sejenak saya muntahkan semua rasa kekaguman saya terhadap anda.

Selama ini saya mengenal anda dari media layar kaca. Sosok lelaki hebat dengan setelan berwarna kuning menyala. Meski hanya dari televisi, tapi bagi saya anda adalah sebuah magnet inspirasi. Ya, di sini saya bersama adik-adik pencinta alam  telah mencontoh apa yang saat ini anda lakukan. Menjadikan kalimat "Buanglah sampah di tempatnya" bukan hanya sebatas slogan.

Memungut, memulung dan mengais-ngais sampah rasanya itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup kami sekarang. Walau tak sehebat dengan apa yang telah anda buat. Meski kadang ada rasa gengsi yang menyelimuti dalam hati kami. Namun setidaknya kami masih mau berbuat sesuatu dengan alam ini. Setidaknya kami sudah menangkap sinyal pesan dari anda, jika urusan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua.

Rasanya saya terharu saat melihat anda sibuk mencabut paku yang menancap di pohon-pohon saat musim Pemilu. Takjub rasanya manakala anda selalu ada saat di Gedung Sate itu menjadi arena sekumpulan massa yang berunjuk rasa. Entah apa yang mereka teriakkan. Entah apa yang mereka perjuangkan. Yang saya tahu mereka adalah sekumpulan orang-orang pintar. Mereka tentu paham dengan istilah Global Warming, tapi sayang saat pesta pora mereka sudahi dengan tumpukan sampah, mereka malah tak mau bergeming untuk memungutnya.

Nyleneh, kurang kerjaan atau edan, tentunya kata itu sudah akrab dengan anda kan?. Saya pun pernah mendapatkannya saat memulung saya jadikan sebagai salah satu kegiatan di organisasi pencinta alam saya. Tapi biarlah, bagi saya memulung bukanlah sebuah kejahatan dan saya pun terlanjur mencintai apa yang saat ini saya lakukan. Biar mereka tahu jika kelestarian lingkungan tak hanya butuh pemikiran jenius, tapi juga langkah nyata dan serius. Tak hanya semata butuh teori para ahli, tapi juga butuh sebuah tindakan meski kecil tapi pasti.

Terima kasih pak Sariban, karena anda telah memberi contoh tauladan kepada kami. Hatur nuhun telah menunjukkan jalan tentang apa yang seharusnya kami lakukan sebagai seorang pencinta alam. Semoga saja besok atau entah kapan saja surat ini bisa terbaca oleh anda.


Jujur saya ingin sekali bertemu dengan seorang pejuang seperti anda. Saya ingin merasakan sebuah sensasi menjadi orang seperti anda. Memulung sampah bersama, bersepeda pancal ria sambil meneriakkan kelestarian alam ke mana pun kita melangkah. Dan di saat kita lelah ada secangkir kopi yang bisa kita nikmati di antara tumpukan sampah. Andai hal itu bisa terjadi, mungkin saya akan melakukan satu hal sebagai wujud hormat dan apresiasi tinggi saya terhadap anda. Ya, saya ingin mengalungkan scarf pencinta alam saya ini langsung ke leher anda, sebagai tanda jika anda memang layak untuk disebut sebagai seorang PAHLAWAN.

Salam lestari pak Sariban
Wassalam



“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh  
Lozz, Iyha dan Puteri” 
 

------------------

Dulur blogger, Nopember telah tiba. Bulan yang dikatakan sebagai bulan heroik, karena di bulan ini ada sebuah hari yang dianggap penting oleh bangsa kita yaitu Hari Pahlawan. Seperti halnya saya yang menganggap Pak Sariban sebagai pahlawan, saya pun yakin anda punya pahlawan tersendiri bagi anda.

Saya undang anda untuk turut berpartisipasi memberikan sebuah apresiasi tinggi kepada orang-orang semacam pak Sariban di hari pahlawan nanti ( info lihat DISINI ).