Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 15 November 2011

Setelah Bulan Sebelas

Tanggal lima belas bulan sebelas rasanya masih seperti kemarin. Masih saja asyik memandang si bening layar kaca di depan mata. Sembilan jam sehari harus duduk di kursi jaga ini. Mata pun dituntut awas mengamati satu persatu orang yang keluar masuk di warnet kecil ini. Ah, sebuah rutinitas yang kadangkala membosankan, tapi mau tidak mau harus aku lakukan.

Di sebuah tempat yang jaraknya ratusan kilo dari zona kepenatan ini. Tangis haru dan tawa bahagia mungkin dirasa oleh dua sejoli di sana. Kurasa saat ini lelaki itu bisa tersenyum lega karena baru saja terdengar kata SAH yang membelai lembut telinganya. Sebuah kata keren yang begitu didambakan lelaki muslim mana pun juga. Kuyakin pula perempuan mungil itu sedang merona wajahnya saat membaca sebuah buku kecil berhiaskan sebuah nama Zuhanna di dalamya.

Selamat malam Bro, piye kabare adikku yang menik-menik itu?. Maaf dulur jika saja aku tak bisa menjadi salah satu orang saksi sejarah  hidupmu. Aku bukan lagi seorang lelaki merdeka sdperti dulu kawan. Tak lagi bebas merdeka melangkah kemanapun kusuka. Mungkin hanya doa tulus yang bisa kuberikan, agar keberkahan senantiasa ada pada kalian berdua.

Menjadi seorang pencinta alam adalah sebuah pilihan hidup. Demikian pula saat kita menentukan pilihan siapa orang yang menjadi teman bicara kita sampai di hari tua nanti. Tepat pada separuh bulan sebelas ini pilihan hidup itu kalian putuskan. Semoga kalian selalu memegang teguh apa yang menjadi pilihan kalian.

Mungkin akan ada onak dan duri yang menjadi penghalang perjalanan  kalian berdua. Semoga kalian bisa memaknai jika semua itu hanyalah bumbu-bumbu pelezat kehidupan. Aku tahu berumah tangga tentu tak segampang yang dibayangkan. Tak semudah  teori survival  yang kita dapatkan saat di pencinta alam, jika untuk bertahan hidup kita cuma butuh pisau, garam dan korek api. Tapi kuyakin dengan kesabaran, kesederhanaan, keikhlasan dan kasih sayang semua kesulitan itu bisa akan kalian atasi bersama.

Aku berharap urusan perut tidak pernah merubah kalian berdua. Aku ingin kalian masih seperti dulu. Masih mau berbagi disamping harus memikirkan  urusan susu bayi. Tetap mau berkarya meski dipusingkan pula oleh kompor dapur yang harus senantiasa tetap menyala. Bagaimana aku bisa semangat berkarya kawan, jika nanti tak ada kalian?. Bagaimana bisa disebut SIPICU, jika tak ada kalian di sampingku?.

Aku tahu jika kalian ingin melihatku merasakan kebahagiaan seperti yang kalian rasakan. Sabar ya sayang, biarkan untuk sementara waktu di separuh akhir bulan sebelas ini kuhabiskan larut dalam kebahagiaan kalian berdua. Bukankah sudah kukatakan setelah bulan sebelas aku akan menyusul kalian pula?. Semua akan indah pada waktunya kan Bro, seperti bincang-bincang kita kemarin?.

Selamat menempuh hidup baru Masbro dan Apikecil. Biarlah setelah bulan sebelas itu menjadi warna-warni cerita kehidupan kita bertiga. Untuk sementara waktu biarkan pula kata-kata yang dianggap alay itu menjadi embel-embel nama FBku. Sampai tiba waktunya nanti akan ada jari nan lentik yang mau menghapus embel-embel itu.