Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 21 Desember 2011

Apa Harus Nanya Fran?


Kemarin lewat Acacicu, Masbro sempat menulis kisah seorang sahabat bernama Fran. Seorang sahabat pencinta alam, yang secara pengalaman, dedikasi dan loyalitas sulit rasanya saya akan bisa menandinginya. Bahkan sepanjang perjalanan saya di dunia pencinta alam, rasanya tak pernah saya temukan seorang sosok yang seperti Fran.

Tanpa disangka sore tadi saya dibikin kaget, karena tiba-tiba saja saya sudah mendapati Fran sedang leyeh-leyeh di emperan rumah saya. Saya berpikir andai saja si Fran adalah seorang teroris, mungkin dia akan menjadi teroris yang sulit diburu oleh intelejen manapun. Betapa tidak, rasanya baru kemarin saya lihat lewat foto-foto FBnya, dia sedang asyik bercengkrama dengan sekawanan satwa purba di Pulau Komodo. Eh sekarang dia sudah nongol di depan mata saya dan baru saja usai bermain-main lumpur di mata air bukit sebelah bareng adik-adik saya.

Dibarengi kopi hangat akhirnya saya pun terlibat obrolan ala pencinta alam bareng Fran. Iseng-iseng saya bertanya tentang keberadaan burung Manyar yang saat ini telah langka di daerah saya. Fran menjawab jika dia pernah lihat si marga Ploceus ini saat melakukan petualangannya di daerah Bali. Wow saya iri dengan Fran!. Sebab di saat saya begitu merindukan kicauan burung-burung Manyar seperti halnya saat  masih kecil dulu. Ternyata si Fran masih bisa menikmati kawanan burung itu lengkap dengan sarang indahnya. Walaupun untuk semua itu Fran harus membayarnya dengan mahal. Yah, Fran harus melakukan perjalanan menyeberang lautan terlebih dahulu, jika dia ingin melihat sesuatu yang dulu sebenarnya merupakan pemandangan yang biasa dia temui di kampungnya.

Sejenak saya ajak anda untuk sedikit mengamati kanan kiri sekitar anda. Saya yakin banyak hal yang saat ini tak bisa anda temui lagi, padahal dulu bagi anda semua itu adalah hal yang biasa. Saya yakin anda pun dulu tak pernah punya bayangan jika apa yang biasa anda lihat kelak akan hil`ng/langka di masa depan anda.

Mana rimbunan  pohon-pohon liar yang dulu buahnya bisa bebas kita jarah dengan sepuasnya?. Mana sekumpulan burung-burung yang dulu  rajin berkicau di dekat jendela kamar kita?. Apa kita harus nanya Fran untuk menunjukkan letak pohon-pohon liar itu?. Apa harus Fran yang memberi tahu tempat sembunyi burung-burung itu?.

Apa kita harus menjadi Fran terlebih dahulu jika kita ingin mengulang nostalgia indah itu?. Melangkahkan kaki kemana kita suka, hanya untuk sekedar mengobati rasa rindu pada sesuatu yang saat ini dianggap langka. Kenapa pula kita  masih beranggapan jika bumi kita ini masih baik-baik saja?. Apakah kita tidak sadar jika segala sesuatu yang saat ini kita anggap biasa, mungkin besok atau lusa tanpa kita sadari akan sirna entah kemana?.

Dulur blogger, semoga kelak bukan hanya sketsa satwa yang bisa kita buat, manakala anak-anak kita ingin tahu tentang aneka satwa yang saat ini masih sering kita lihat. Semoga pula bukan hanya sebuah dongeng atau gambar pemandangan yang bisa kita berikan, saat mereka ingin menikmati aroma hutan. Jangan pernah salahkan Fran, jika kelak akan muncul paham Franisme di kalangan anak-anak muda. Yah, sebuah paham yang timbul karena anak-anak kita telah bosan melihat kanan kiri mereka hanya berisi kicau lalu lalang motor dan rimbunan hutan gedung-gedung pencakar langit yang berdiri tegak menantang.