Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Minggu, 25 Desember 2011

Ayo Ngeblog: From Facebooker To Blogger

Pagi tadi lewat fasilitas timeline iseng-iseng saya mencoba mengubek-ubek akun FB saya. Membaca satu persatu-persatu aktifitas-aktifitas yang dulu pernah saya lakukan lewat FB. Lucu rasanya manakala saya melihat status-status FB yang dulu pernah saya buat. Begitu reaksional dalam menyikapi sesuatu. Asal nyeplos saat menyuarakan ketidaksetujuan pada sebuah permasalahan. Maklum saat itu saya adalah seorang debater amatir yang getol beradu argumen di grup-grup FB yang saya anggap menyerang keyakinan agama yang saya pegang. Itulah sedikit gambaran tentang saya sebelum menjadi blogger. Seorang facebooker yang doyan membuat coretan-coretan tak jelas ke dinding-dinding FB yang saya ingini.

Ngeblog secara tidak langsung menjadi sebuah panti rehabilitasi psikologi bagi diri saya. Bisa mengajarkan betapa perlunya mendahulukan nurani akal fikiran sebelum kita mengeluarkan opini lewat lisan. Tidak asal nyeplos dan  bersikap diam manakala ada sesuatu yang kita anggap mengancam. Meski saya akui sikap primitif itu sering kambuh, tapi alhamdulillah ada dampak perubahan psikologi ke arah lebih baik yang saya rasakan begitu signifikan terjadi setelah menjadi blogger seperti sekarang ini.

Ngeblog tak ubahnya seperti pondok pesantren buat saya. Di sini saya belajar menyelaraskan apa yang saya tulis dengan kehidupan realis. Bagi saya blog adalah sebuah cerminan dari sang empunya. Saya harus menuliskan segala sesuatu yang ada pada diri saya secara jujur tapi tidak kejujuren. Harus ada etika yang saya dahulukan. Harus ada pesan moral yang sebisa mungkin saya sisipkan lewat sebuah tulisan.

Kendati tak berlabelkan agama, saya berharap blog ini bisa menjadi media dakwah bagi siapa saja. Meski tiada sisipan ayat-ayat, tapi saya berusaha agar tulisan saya senantiasa bermanfaat. Berusaha mengarahkan kebaikan meski tiada kutipan firman-firman Tuhan. Menjadikan pula ngeblog sebagai sebuah corong kampanye lingkungan saya sebagai seorang pencinta alam kepada siapa saja yang mau membacanya.

Setahun kemarin di akhir bulan September saya resmi menjadi seorang blogger. Bisa dikatakan saya telah menjadi "korban yang beruntung" dari sebuah hasutan seorang teman. Siapa lagi kalau bukan Masbro dan Apikecil yang saat itu secara sporadis menghasut saya untuk berkarya di sebuah dunia bernama blogsphere. Tanggal 29 September saya membuat sebuah posting perdana yang begitu sederhana. Sebuah kebingungan yang saat itu coba saya ungkap melalui sebuah tulisan. Yah, saya bingung tentang apa yang nanti akan saya lakukan agar blog ini bisa berumur panjang. Yang jelas saya saya tak ingin menjadi seorang blogger yang hanya bisa eksis sesaat, layaknya cendawan yang hanya muncul di kala musim penghujan.

Toleh kanan-kiri, observasi dan amati keadaan sekitar. Itulah yang dulu saya lakukan sebagai seorang pemula. Bukan berarti saya mau pilih-pilih teman, tapi saya harus menemukan pakem yang pas dengan karakter tulisan saya. Blogsephere begitu luas, jutaan karakter ada di dalamnya dan saya harus pandai memilahnya untuk kebaikan perkembangan karier ngeblog saya ke depannya.

Alhamdulillah, saya bertemu dengan orang-orang yang bisa memberikan sebuah semangat pada diri saya. Blogger-blogger yang mau ngayomi, mbarengi dan nguwongi seorang pemula. Serasa saya menemukan sebuah keluarga baru di dunia maya. Sebuah persahabatan yang tak mengenal kasta, status sosial, pendidikan dan berapa banyak isi dompet saya. Sungguh tak pernah saya sangka sebelumnya jika seorang tukang sapu warnet desa bisa bersahabat dengan seorang mantan perwira. Tak pernah saya punya bayangan jika dalam waktu singkat saya bisa mengenal orang-orang hebat. Yah, itulah dunia blogging, segala sesuatu bisa terjadi tanpa kita ingini.

Lewat orang-orang itulah saya bisa belajar banyak hal. Ngeblog tak ubahnya universitas dunia maya bagi saya. Blogwalking sudah menjadi gaya hidup saya untuk menimba ilmu pengetahuan, info, pengalaman hidup dan banyak hal lainnya. Merekalah sebenarnya guru-guru online saya. Lewat tulisan-tulisan mereka saya banyak belajar tentang cara menulis yang baik dan benar. Ibarat seorang pedagang, blogwalking bagi saya adalah sebuah sarana kulakan inspirasi yang akan saya jadikan bahan penulisan saya nanti.

Saat mengikuti kontes-kontes yang bertebaran di dunia maya, saat itulah saya menemukan pengalaman-pengalaman baru. Rasanya ada sebuah sensasi tersendiri saat dulu saya bisa beruntung nyantol menjadi salah satu pemenang kontes menulis cerpen. Padahal saat itulah pertama kali saya membuat sebuah artikel berbentuk fiksi.

"Ikhlas berbagi tak akan membuat kita rugi", Itulah pelajaran yang saya dapatkan saat bareng Masbro dan Apikecil mengikuti sebuah ajang kontes besar bernama Kecubung. Tanpa berlebih mengharap sebuah kemenangan. Hanya sekedar menjadi seorang partisipan untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan kami sebagai pencinta alam. Dan hasilnya? Wow begitu dahsyat.!. Ada rasa haru dan tak percaya saat melihat nama kami sebagai pemenang keduanya. Ada sebuah kebanggaan, tapi kami tak boleh menepuk dada berlebihan. Tak boleh saya terlena karena sebuah sanjungan, sebab kalah menang hanyalah masalah keberuntungan.

Dulur blogger dan Facebooker, itulah secuil pengalaman saya dari seorang Facebooker hingga menjadi seorang blogger. Semoga bisa menjadi semangat bagi siapa saja yang mau dan berminat menjajal blogsphere sebagai tempat berkarya. Yah, jika saja seorang tukang sapu bisa bertahan hingga sejauh ini, kenapa anda yang mungkin memiliki potensi lebih dari saya tidak bisa pula?. Semua hanya butuh niat, kemauan belajar, konsistensi, percaya diri dan keikhlasan. Yah, Sebuah keikhlasan tanpa mempedulikan pujian atau seberapa banyak kemenangan yang telah didapatkan. Sebab seorang blogger sejati tak akan begitu peduli dengan semua itu. Bukan pujian yang dia harapkan. Bukan pula kemenangan yang dia inginkan. Tapi hanya sebuah senyum simpul dan tepukan hangat dari seorang malaikat yang didapat saat nanti dia di akhirat.

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Ayo Ngeblog: Saya Ngeblog, Kamu…??!! 
pada blog duniamuam