Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 24 Januari 2012

Semua Itu Karena Gara-gara

Entah kenapa saya demen sekali memakai kata "gara-gara" dalam beberapa judul posting saya. Gara-gara warung kopi depan warnet tutup tanpa alasan, saya pun mencoba menuangkan uneg-uneg konyol tentang korupsi lewat sebuah tulisan. Gara-gara cukai rokok kembali dinaikkan tahun ini, artikel yang sedianya mau saya ikutkan dalam kompetisi yang diadakan oleh salah satu lembaga negeri ini,  justru  malah saya jadikan ajang untuk mengkritisi.

Gara-gara aktifitas dunia maya saya mengalami sebuah over dosis, saya putuskan sejenak untuk rehat menulis. Gara-gara ada rasa tak nyaman yang mulai saya rasakan, saya pun mencoba belajar hal-hal baru di dunia maya yang selama ini jarang/belum saya lakukan. Beternak blog "tak penting". Otak-atik HTML yang membuat kepala makin pusing. Wira-wiri pula ke sudut-sudut dunia maya yang berpotensi menghasilkan cring-cring. Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk mengisi masa-masa topo nulis.

Sebenarnya bisa dibilnag saya hanya setengah-setengah melakukan hiatus, sebab pada dasarnya saya masih sibuk utek-utek blog di sela-sela puasa nulis saya. Tentu saja semua karena gara-gara. Yah, gara-gara saya geregetan tak bisa ikutan kontes Pakdhe. Saya kembali bersemangat membangun Taman Kanak-kanak  yang tlah lama tak saya jamah. Gara-gara kebagian rejeki award dari mbak Ridha Asaldi, akhirnya saya pun mau membersihkan kaca Etalase Award saya yang sudah penuh debu karena jarang disentuh.

Sempat pula membuat sebuah akun di Kompasiana. Bukan berarti saya mau cari gara-gara di sana, tapi saya hanya ingin merasakan menulis di sebuah media yang atmospherenya menurut saya beda dengan blog personal saya. Namun entah kenapa lagi-lagi kata kunci sakti "gara-gara" yang harus saya jadikan judul di tulisan perdana saya di sana. Sebuah tulisan yang saat itu saya tujukan untuk salah salah satu pejabat negeri ini yang katanya sih melakukan sebuah blunder dalam statmennya. Sebuah artikel yang sempat pula membuat saya dagdigdug campur kepingkel, karena orang yang saya rasani yaitu pak Marzuki Alie  ternyata ikutan nongkrong di tulisan saya lewat komentarnya.

Dulur blogger, itulah beberapa cerita selama saya hiatus selama beberapa minggu dari ranah blogsphere.  Saya rasa sudah waktunya bagi saya untuk menyudahi hiatus ini sekarang juga. Yah, saya tak mau terlalu lama menderita lemah syahwat berkarya di dunia maya. Saya harus segera beranjak dari zona nyaman hiatus yang malah menambah enggan bagi saya untuk setor postingan. Sebab gara-gara jarang posting saya telah kehilangan banyak info-info penting. Gara-gara lama tak BW saya ketinggalan cerita-cerita dari blogger yang seru dan rame. Yah, Gara-gara gak ngeblog membuat saya sekarang menjadi orang yang lolag-lolog.

Lah terus piye kelanjutannya dengan Kompasiana?. Ah, terus terang Kompasiana terlalu mewah buat saya. Saya rasa biar saja akun itu ada di sana sebagai kenangan buat saya. Sampai nanti ada sebuah gara-gara yang membuat saya bisa menulis lagi di sana hehe.