Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 08 Februari 2012

Antara Bapak, Anak dan Burung Gereja


Kali ini saya akan berbagi sebuah video yang saya ambil dari Youtube. Sebuah video karya sutradara Yunani bernama Constatin Pilavios. Durasinya pendek, tapi pesan moral yang disampaikan di dalamnya, saya rasa sudah cukup untuk dijadikan sebagai media taffakur tentang apa yang sudah kita berikan bagi orang tua kita.

Video yang berjudul "What is that?" ini menceritakan sebuah adegan antara seorang bapak tua dan anaknya yang tengah duduk di sebuah taman depan rumah mereka. Si anak nampak membaca sebuah surat kabar, sedang bapaknya hanya diam mendampingi di sebelahnya.

Tiba-tiba muncul sebuah burung gereja dan hinggap lalu berkicau di dekat mereka. Si bapak yang mungkin sudah mengalami rabun pada penglihatannya, terlihat penasaran dengan suara tersebut. Lalu mencoba bertanya pada anaknya.

"Apa itu?", tanya si Bapak.
"Burung gereja", sahut anak tersebut, lalu melanjutkan membaca korannya.

Burung gereja tersebut masih tak beranjak dari tempatnya dan masih terus berkicau. Membuat si Bapak makin penasaran dan mengemukakan sebuah pertanyaan yang sama pada anaknya, "Apa itu?". Si anak mulai nampak kesal dan menjawab "Sudahkah kukatakan padamu ayah, jika itu adalah burung gereja". Lalu dia kibaskan korannya hingga menimbulkan bunyi yang mengakibatkan burung gereja itu terbang menjauh.

Tak seberapa lama kemudian muncul lagi seekor burung gereja dan berkicau kembali di dekat mereka. Bapak tersebut kembali bertanya, "Apa itu?". Si anak semakin kesal dan menjawab dengan suara tinggi.
"Burung gereja bapak, burung gereja!". Si anak pun kemudian mempertegas jawabannya dengan mengatakan, "b-u-r-u-n-g  g-e-r-ej-a.!".

Namun kenapa tiba-tiba si bapak kembali bertanya, "Apa itu?", yang membuat si anak menjadi naik pitam dan membentak si bapak.

"Apa yang kamu lakukan bapak, sudahkah berulang kali kukatakan itu adalah burung gereja. Apa anda masih belum paham?".

Si bapak pun lalu beranjak dari tempat duduknya dan ditanya oleh si anak, "Mau kemana?". Bapak tersebut tidak menjawab. Hanya mengisyaratkan agar anaknya menunggu sebentar. Lalu si bapak berjalan menuju ke dalam rumahnya.

Beberapa menit kemudian si bapak nampak keluar rumah sambil membawa sebuah buku diari. Dia kembali duduk di samping anaknya. Membuka sebuah halaman pada diari tersebut, lalu dia berikan pada si anak agar dia membacanya. "Keraskan!", perintah si bapak saat menyuruh anaknya membaca. Si anak lalu membaca diari tersebut dengan suara keras yang juga didengar oleh bapaknya.


"Hari ini anak bungsuku yang beberapa hari lagi akan berumur tiga tahun, sedang duduk di taman ketika seekor burung gereja berkicau di depan kita

Anakku bertanya 21 kali tentang apa itu yang berkicau di dekatnya.


Aku pun menjawabnya sebanyak 21 kali, jika itu adalah...burung gereja.


Aku selalu memeluknya setiap kali dia bertanya dengan pertanyaan yang sama.


Berulang-ulang, tanpa rasa marah, karena aku merasa sayang kepada bungsu kecilku yang tak bersalah ini."

Si anak kemudian menutup diari itu dan menyadari kesalahan yang baru dia perbuat. Lalu dia merangkul dan mencium dengan penuh perasaan sayang terhadap bapaknya. Sebuah ending yang saya rasa telah berhasil mrekes ati saya.

Sedikit saya mengutip Kalam Illahi yang disampaikan Sang Jawamiul Kalim Muhammad SAW.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (al-Quran Surat al-Isra ayat 23).

Dalam realita kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah lihat sebuah perlakuan tak pantas yang dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua mereka. Membentak, mengacuhkan menelantarkan, bahkan tak jarang pula kita mendengar berita tentang sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak terhadap orang tuanya. Padahal Kitab Suci sudah menyatakan jika cukup hanya dengan sebuah sanggahan "AH", hal itu sudah dikategorikan sebagai perbuatan yang tak baik bagi orang tua kita.

Apakah kita tidak sadar jika tanpa curahan kasih sayang mereka kita tak kan pernah menjadi apa-apa?. Membesarkan tanpa mengharap imbalan. Menyekolahkan agar kita memiliki kepandaian. Memberi makan saat kita dilanda kelaparan. mengobati saat kita tersakiti. Menutupi segala kekurangan serta aib akibat kenakalan kita. Lantas kenapa masih ada sebuah bentakan, padahal mereka sudah memberi kita banyak sekali pengorbanan tanpa imbalan?.

Dulur blogger, dalam kehidupan pribadi bisa dikatakan sedikit sekali saya merasakan sebuah kasih sayang dari kedua orang tua kandung. Saat ABG dulu saya sering menyalahkan semua kenyataan yang saya dapatkan. Namun lambat laun akhirnya saya menyadari dan mensyukuri semua skenario Illahi yang telah digariskan bagi saya di dunia ini. Secara kasat mata mungkin tak banyak materi atau perhatian yang saya dapatkan. Namun ada sebuah jasa dari kedua orang tua saya yang tak mungkin bisa saya balas dengan apapun juga. Yah, tanpa ada rahim dari seorang ibu dan tanpa ada sponsor dari seorang bapak, mungkin ranah blogsphere tak akan pernah ada nama Lozz Akbar di dalamnya.

Semoga tulisan ini bisa jadi sarana perenungan bagi saya, anda khususnya adik-adik saya untuk lebih menyayangi lagi para orang tua kita. Sebab kita pun kelak akan seperti mereka. Kita hanya tinggal menunggu giliran. Akan tiba masanya warna putih yang akan menghias rambut kita. Akan s`mpai waktunya gigi kita akan tanggal satu demi satu. Sendi-sendi tulang pun akan sulit digerakkan, hingga  untuk urusan buang hajat pun  akan menjadi sebuah pekerjaan yang begitu melarat. Jadi kenapa saat muda kita menjadi orang yang pongah?, padahal tak lama lagi kita akan menjadi renta dan lemah?.


Note : Jika penasaran dengan videonya.. Monggo saya persilakan ditonton rame-rame. Matur nuwun..





close



cbox