Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 20 Februari 2012

Enggak Pingin Kemana-mana

Jika saja saya ditanya oleh Una
Ini dia empunya Giveaway..
akan imajinasi tentang sebuah tempat yang ingin saya kunjungi. Mau kemana ya?. Hmmm.. Mungkin saya pingin ke sebuah kota yang dulunya bernama Sunda Kelapa. Kota yang menjadi magnet para pengejar impian. Jakarta, Yah itulah yang menjadi impian saya saat ini.

Batavia kota yang bersejarah bagi saya. Meski tak ada satupun catatan sipil yang menulis saya sebagai warganya. Tapi dari kota inilah layar kehidupan saya mulai dikembangkan. Kota inilah yang menjadi tempat saat pertama kali saya sambut dunia lewat sebuah tangisan. Udara Batavialah yang dulu pertama kali memenuhi rongga dada saya. Tapi sayang udara Batavia tak lagi ramah seperti dulu kala. Rasanya tak bisa lagi dibedakan mana sebenarnya udara dan mana asap para pengendara.

Saya ingin ke tempat yang disebut orang sebagai surganya para kaum urban. Tapi bukanlah menjadi seorang pengejar impian yang dulu pernah saya lakukan. Saya hanya ingin sedikit bernostalgia saat dulu merasakan jika ibukota memang lebih kejam dari seorang ibu tiri. Mengenang kembali masa-masa dimana setiap pagi saya harus berdiri di sebuah tembok pembatas
Di Balik Tembok Pembatas Itu
yang kokoh berdiri. Menjadi seorang kuli yang bekerja layaknya di bawah majikan kompeni. Bekerja keras memeras keringat, tapi sayang saat pulang dari rantau tak ada sedikit pun kebanggaan yang bisa didapat.

Ingin rasanya saya kembali ke ranah Betawi. Kota yang dulu mempunyai sebuah kali yang bersih nan asri. Kali yang dulu begitu digandrungi para bule-bule Kompeni. Bahkan mereka tak segan meminum airnya tanpa ada rasa kekhawatiran. Tapi apa yang terjadi sekarang?. Ciliwung tak bisa lagi dibanggakan. Tiada lagi sampan-sampan yang berlalu lalang. Ciliwung tak ubahnya sebuah selokan yang membelah metropolitan.

Saya ingin kembali ke kota kelahiranAntara Tanah Abang dan Pasar Senen saya. Untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara saya. Menengok keponakan yang selama ini hanya bisa saya pandang dari foto-foto Facebook di dunia maya. Tapi saya takut, apakah mereka masih mengenal saya?. Saya takut mereka akan seperti orang-orang hedonis cuek itu?. Saya takut saudara-saudara saya akan menatap penuh curiga dan menganggap saya seorang garong karena berambut gondrong
Gondrong Bukan Berarti Garong
.

Ah setelah saya pikir-pikir. Mungkin lebih baik saya cukup disini saja. Biarlah kota kecil ini yang menjadi medan pertempuran hidup saya. Walaupun tak bisa saya pungkiri, saya kangen dengan tanah kelahiran saya. Saya rindu Jakarta, tapi saya sudah jatuh cinta dengan kota kecil ini. Ciliwung sudah tak lagi kuingini, karena disini ada Bedadung yang telah membuatku jatuh hati.

Artikel ini dipartisipasikan dalam :

Photobucket