Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 24 Februari 2012

Solitaire dan Sendiri

Bisa dibilang saya adalah seorang penggemar game PC. Meski bukanlah seorang gamer sejati, tapi saya pernah merasakan sebuah kondisi "sakau" gara-gara sebuah game online. Namun jika ditanya apakah saya suka dengan permainan bernama Solitaire?. Ehmm mungkin akan saya jawab enggak minat hehe

Entah kenapa saya kurang begitu menikmati permainan bawaan Windows ini. Bagi saya permainan ini tak ubahnya seperti permainan yang paling tidak saya sukai di dunia yaitu catur. Meski kadangkala saya iseng bermain Solitaire. Tapi tetap rasanya saya tak bisa menikmati permainannya. Membosankan rasanya mendelik di depan monitor hanya untuk membolak-balik kartu remi agar susunannya pas menurut yang kita hendaki.

Selain permainan, kata Solitaire juga saya kenal di dunia pencinta alam. Sebuah sebutan bagi seekor satwa yang disisihkan dari kelompoknya. Satwa solitaire ini pernah saya jumpai saat dulu melakukan perjalanan ke Taman Nasional Meru Betiri
Biarkan Jerawat Itu...
. Seekor banteng solitaire saat itu sempat membuat jantung saya dagdigdug karena tengah menghalang jalan yang hendak kami lalui. Dalam hati saya berpikir, kok enjoy ya banteng ini hidup sendiri?. Apakah banteng ini penggemar Caca Handika yang suka masak, makan dan tidur sendiri hehe.

Dalam kehidupan sehari-sehari, tak bisa dipungkiri saya pun sering melakukan aksi solitaire alias menyendiri. Saat di momen-momen yang saya anggap penting bagi diri saya macam malam ultah, saya pun cenderung melewatkannya dengan cara solitaire. Berkemah dihutan semalam, untuk melakukan sebuah taffakur dan evaluasi diri tentang apa yang saya lakukan setahun kemarin.

Pada momen-momen yang dianggap spesial bagi kebanyakan orang macam malam tahun baru, saya pun lebih suka menghabiskannya dengan cara solitaire. Menjauh dari keramaian dan hingar bingar suara terompet dan petasan. Itulah cara yang saya pilih saat malam tahun baru tiba. Bahkan kadangkala saya dianggap orang aneh oleh para penduduk sekitar perkemahan. Betapa tidak, karena di saat para pemuda di sekitar berbondong-bondong menuju keramaian saat malam tahun baru tiba, saya malah memilih menyendiri di hutan yang gelap gulita.

Menyendiri juga saya lakukan saat asyik belajar. Saat saya menemukan sesuatu/ilmu yang baru, mungkin saya tak ingin sekalipun diganggu orang lain sampai saya bisa melakukannya. Solitaire dalam kehidupan akan saya lakukan juga manakala  merasa ada sesuatu yang salah di kanan kiri saya. Berhenti sejenak, memutar otak, dan mencari ada disebelah mana hal yang saya anggap salah tersebut. Salah satu contoh adalah saat saya melakukan hiatus kemarin. Yah, saya merasa ada sesuatu yang salah saat saya ngeblog selama ini. Jadi saya putuskan untuk menjadi blogger yang solitaire dulu demi kebaikan saya dan orang lain.

Dulur blogger, Solitaire saya rasa  dibutuhkan dalam sebuah kehidupan kita. Solitaire dalam arti permainan  dibutuhkan bagi sebagian orang untuk sedikit melepas kepenatan dalam pekerjaan. Solitaire dalam arti menyendiri saya rasa juga diperlukan apabila itu untuk sebuah kebaikan. Sebab senikmat-nikmatnya menyendiri, tentunya akan lebih nikmat jika kita bersama. Sebuah kemenangan tentu tak akan senikmat dirasakan jika tak ada sebuah ucapan selamat dari kanan kiri kita. Sepiring nasi garam pun jauh akan terasa lebih lezat manakala ada si dia yang juga mendekat.

Jadi kesimpulan artikel saya ini adalah saya tetap tidak suka dengan permaianan solitaire, tapi saya juga perlu sebuah sikap solitaire sejenak saat dirasa perlu. Namun saya tak ingin menjadi sebuah pribadi yang solitaire. Alasannya? hmmmm mungkin karena saya bukan seekor banteng kali ya hahahaha.


Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI 
yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.