Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 20 Maret 2012

Jangan Sampai Lagu Daerah Hanya Menjadi Sebuah Sejarah


Beberapa waktu yang lalu banyak diantara dulur blogger yang meminta kepada saya agar memuat lagu-lagu anak daerah dalam Blog TK saya. Nah ceritanya tadi saya coba membuat postingan untuk memenuhi permintaan dari para ibu-ibu tersebut. Dua lagu coba saya muat dalam blog tersebut. Yang pertama lagu Ondel-ondel dan sebuah lagu daerah Jawa Tengah berjudul Gundul-gundul Pacul.

Berhubung saya bukan seorang blogger yang berasal dari daerah asal kedua lagu tersebut, saya pun mencari lirik kedua lagu tersebut dengan jalan browsing. Ada yang menarik saat  saya  membuat postingan lagu Gundul-gundul Pacul. Ada sebuah kejanggalan yang saya rasakan ketika saya sedang mencari liriknya. Dimana disitu saya temukan banyak sekali perbedaan antar blog sumber satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya silakan dengerin dan cermati dulu lirik lagu tersebut DISINI.

Lirik yang saya muat disitu saya tulis seperti serupa dengan suara lagu. Dimana kata "Gelelengan" saya tulis di baris pertama dan kata "Gembelengan" saya tempatkan di baris kedua. Nah yang membuat saya penasaran adalah manakala saya banyak sekali menemukan blog yang menulis jika kata "Gelelengan" tidak ada dalam lagu tersebut. Dengan kata lain hanya kata "Gembelengan" yang ada dalam lirik lagu tersebut.

Dalam hati saya yakin lirik yang saya tulis adalah yang benar. Disamping saya  hafal dengan lagu tersebut, saya pun menulisnya sesuai dengan bunyi lagunya. Saya bingung apakah kata "Gembelengen" sama dengan "Gelelengan"?. Atau sumber-sumber itu yang salah. Atau mungkin lagu yang saya muat itu yang salah?.

Mungkin terdengar sepele jika saya mempermasalahkan sebuah lirik lagu. Tapi saya tak ingin memberikan sebuah informasi yang salah bagi yang membuka posting tersebut. Apalagi ini berkaitan dengan kekayaan bangsa kita yang tentu saja harus kita lestarikan. Intinya saya tidak mau gara-gara posting saya, keponakan-keponakan saya di dunia maya menjadi salah kaprah saat menyanyikan lagu daerah.

Akhirnya saya pun mencoba mencari jawaban dari rasa penasaran saya itu dengan bertanya pada orang-orang yang sedang ngopi di Warung Blogger.





Jawaban pertama saya dapatkan dari mbak Anazkia yang mengatakan jika seingat dia lirik saya sudah benar. Namun beberap detik kemudian bu guru cantik asal Pekalongan yaitu mbak Cii Yuniati mengatakan jika yang benar adalah "Gembelengan". Dan beberapa saat kemudian si Anaz pun membenarkan mbak Cii Yuniaty dengan sebuah bukti link sumber. Saya pun mengecek link sumber tersebut dan ahai.. aneh lagi, ternyata sekarang justru kata "Gelelengan" ada di baris kedua, yang artinya tidak sama dengan lagu di posting saya.

Akhirnya mbak Palupi pun muncul dengan memberikan sebuah pencerahan bahwa lirik yang ada dalam blog saya yang benar, sesuai dengan kamus bahasa Jawa yang dia jadikan rujukan saat dia mengajar. Lantas apakah rasa penasaran saya sudah hilang?. Tidak saudara-saudara. Apalagi sekarang ada mbak Lea yang menanyakan apakah kata "Rantang" atau "Ratan" yang benar dalam lirik lagu tersebut. Jadi kesimpulan saya hari ini adalah saya sukses dibikin mumet gara-gara Gundul-gundul Pacul hahaha.

Dulur blogger, dari kejadian tersebut ada sebuah pelajaran kecil tentunya yang patut kita perhatikan, jika tanpa kita sadari lagu-lagu daerah tersebut mulai kita lupakan. Saya rasa bukan hanya menjadi tanggung jawab orang-orang daerah asal lagu-lagu tersebut untuk melestarikannya. Tapi lagu-lagu itu adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tentunya harus kita lestarikan bersama. Lagu-lagu Korea, Jepang dan lagu-lagu bule sekarang sudah menjadi sebuah hafalan  luar kepala anak-anak kita, tapi sungguh ironis rasanya jika karena sebuah perkembangan jaman lagu-lagu daerah perlahan demi perlahan mulai dilupakan. Semoga saja kita selalu mencintai lagu-lagu daerah itu. . Lagu-lagu yang begitu majemuk dan membuat iri bangsa lain, bahkan sampai membuat mereka ingin memiliki dengan jalan sebuah klaim yang semena-mena. Jadi apakah kita akan membiarkan lagu-lagu daerah itu nanti hanya menjadi sebuah sejarah?.

Nah dulur blogger, kira-kira ada yang tahu gak nih lirik yang benar dari lagu Gundul-gundul Pacul tersebut?.

sumber gambar http://handlerpedia.blogspot.com/