Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Sabtu, 24 Maret 2012

Kalau Tomcat Bisa Ngomong

Akhir-akhir ini di berbagai media sedang hangat-hangatnya memberitakan sebuah kejadian alam yang terjadi di masyarakat kita. Sebuah fenomena tentang  satwa mungil bernama keren Tomcat yang melakukan agresi ke pemukiman warga. Satwa yang seharusnya menjadi "sahabat" bagi pak tani ini, sekarang telah berubah menjadi sebuah momok yang tidak diharap kehadirannya.

Yah, Tomcat pada dasarnya merupakan satwa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya di sektor pertanian. Serangga mungil ini merupakan predator bagi wereng, hama yang sangat menakutkan bagi para petani manapun. Namun entah mengapa Tomcat sekarang malah terkesan merubah zona perburuannya. Dari yang awalnya duduk manis di areal persawahan, sekarang Tomcat diberitakan sudah mulai berani dolan ke pemukiman.

Bicara tentang Tomcat, saya jadi teringat tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat warga di daerah saya menjadi geger gara-gara ulah seekor Bos Javanicus alias Banteng Jawa yang nyasar masuk perkampungan. Ada yang mengatakan  saat itu banteng tersebut sedang kalap karena diburu oleh para pemburu liar. Tapi naluri pencinta alam saya mengatakan jika mungkin saja ada sesuatu yang tak beres dengan habitat asal banteng tersebut.

Beberapa hari kemudian saya pun mencoba dolan di sebuah daerah perbukitan yang ditengarai sebagai habitat asal banteng tersebut. Ternyata benar dugaan saya, hutan yang harusnya bisa menjadi tempat bermain yang nyaman bagi sekumpulan banteng, sekarang tak ubahnya ibarat neraka bagi mereka. Banyak sisi hutan yang digunduli dengan dalih alih fungsi ladang pertanian. Nyaris tak terdengar lagi kicau burung di sana, padahal hutan tersebut adalah hutan heterogen yang harusnya memiliki keanekaragaman satwa termasuk burung di dalamnya. Lantas apa hubungannya Tomcat dengan Bos Javanicus?. Bentar dulur-dulur, saya cek kanan kiri dulu ya, siapa tahu ada Tomcat yang mengintai karena saya rasani hehehe.

Di dunia pencinta alam saya tahu jika seekor satwa  nyaris tidak akan pernah menyerang duluan jika tidak merasa terancam. Seekor banteng yang  asalnya berjarak puluhan kilo dari tempat saya, mungkin tak akan pernah turun ke pemukiman manakala insting mereka mengatakan habitatnya masih dirasa nyaman. Begitu halnya dengan fenomena Tomcat, satwa yang habitat asalnya berada di persawahan ini, mungkin merasa terganggu karena rumah mereka sekarang sudah banyak yang disulap menjadi rumah warga.

Saat di sekolah dasar tentunya kita masih ingat pelajaran IPA tentang rantai makanan. Dimana disitu ada aksi caplok mencaplok yang tidak boleh putus agar keseimbangan alam tetap berlangsung. Kita tahu jika Tomcat adalah predator bagi hama wereng. Kita pun harus sadar jika Tomcat adalah hewan buruan pula bagi satwa di atasnya. Jika Tomcat sekarang terlihat merajalela? Hmmm. saya pikir ada sebuah rantai makanan yang terganggu atau mungkin putus dalam siklus kehidupan Tomcat dan satwa-satwa yang berkaitan dengannya.

Cobalah anda tengok betapa sekarang banyak sekali sniper-sniper tak bertanggung jawab yang tak henti memburu tokek, cecak, burung dan unggas liar di persawahan. Saya rasa satwa-satwa inilah yang harusnya menjadi predator bagi Tomcat secara alami. Tapi sayang akibat ulah tangan-tangan yang mengusik rantai makanan, Tomcat yang harusnya bisa menjadi kawan sekarang berbalik menjadi lawan.

Dulur blogger, segala sesuatu di dunia ini sudah di desain begitu indah dan sempurna oleh Yang Maha Kuasa.  Ada yang jadi dokter, guru, petani, tentara, penjaga warnet, tukang ojeg, dan lain sebagainya. Masing-masing individu tentu saja akan berperan sesuai fungsinya masing-masing. Bayangkan jika saja pak tani mogok tidak menanam padi, tentu saja roda kehidupan kita akan terhenti. Demikian halnya dengan fenomena Tomcat, harus ada penyeimbang di atas bawah dan kanan kiri satwa tersebut. Jangan sampai kodrat Illahi yang sudah dirancang begitu rapi ini, menjadi tidak seimbang karena ulah kita sendiri.

Mungkin itu sekedar opini saya sebagai seorang pencinta alam mengenai  Tomcat. Semoga fenomena tersebut bisa dijadikan pelajaran dan media taffakur bagi kita semua, jika keseimbangan alam kita saat ini sedang goyang. Dan sebagai khalifah  tentu saja sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga keseimbangan alam ini berjalan sesuai dengan desain awalnya. Jangan hanya mau bertindak saat sebuah wabah datang secara mendadak. Tapi antisipasilah dengan melakukan sesuatu untuk bumi yang kita cintai ini.

Ah andai saja Tomcat bisa ngomong, mungkin dia akan berkata "Elo apa gue sih sebenarnya yang lebih ganas?".
Sekilas Pariwara...

114 komentar:

  1. di Sukoharjo kemaren dilarang membasmi Tomcat mas... ya bener kata mas Asop biar seimbang karena Tomcat membasmi wereng...

    kabarnya Jerry mouse gimana mas? he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. benetul mas.. kalau dibasmi justru nanti para petani yang rugi.. karena Tomcat sebenarnya adalah predator buat hama wereng

      Hapus
  2. Hem bener juga ya kang lozz
    tapi bagai mana analisa anda dengan ular bulu yg sebelum TomJerry eh Tomcat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk kayak komentator bola wae.. saya rasa sama kok Kang.. Kalau ulat bulu kliatan berlebihan, berarti predatornya udah jarang. lihat saja wis burung-burung di kanan kiri sampean.. masih banyakkah?

      Hapus
  3. Semua mungkin akibat kita sesukanya mengolah alam, sehingga habitat mereka yang sebenarnya sudah terganggu, kita yang perlu berpikir lebih jernih, karena tomcat dan hewan serangga lainnya tidak mampu berpikir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz.. manusianya dong yang harus mencari sebuah solusi bijak

      Hapus
  4. waawww
    postinganya keren sekali
    setuju
    ini semua terjadi karena habitat si tomcat yang di jajah abis sama warga toh..
    harusnya kita yang intropeksi bukan si tomcat yang di suruh intropeksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya nih mbak Put, kalau Tomcat dirasanin trus, bisa galau deh mereka ya

      Hapus
  5. Mungkin si tomcat dah bosan sama wereng, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tomcat dah modern kali ya Mas, doyan hamburger hihihi

      Hapus
  6. Awas mas jangan cuma lihat kanan kiri aja, bisa-bisa tomcatnya naksir dari atas hehe.
    zaman sekarang keseimbangan alamudah mulai terganggu ya mas? :D

    BalasHapus
  7. m'ingatkan kembali ttg rantai makanan...*nyaris sama dg fenomena ulat bulu...

    apik tenan pakdhe postingan'e.......^^

    BalasHapus
  8. sepakat sekali, seperti halnya ular dia akan mengancam kalo saja dirinya merasa terancam begitu juga dgn tomcat. Sya sebenernya tdk tahu persis gimana wujud dari tomcat sendiri yg barangkali buat mengantisipasi kalo saja datang di area pemukiman saya.

    Kalo kena gigit tomcat katanya jangan di garuk, langsung di olesin minyak tawon biar ga memberi bekas luka. Bener ga tuh kang? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tomcat sebenare tidak mengigit atau menyengat Kang Yayack.. tapi dalam tubuhnya ada sejenis racun yang bisa menyebabkan kulit melepuh.. Saran dari yang saya baca, dilarang memukul Tomcat sebab akan membuat racun yang ada di dalam tubuhnya keluar, nah itu deh yang membuat tubuh meriang seperti kena demam asmara hahaha

      Hapus
  9. suamiku bilang juga gitu uncle, mungkin habitatnya diobrak abrik jadi tomcat memyerang manusia. kalau talking tomcat lucu loh pascal sama alvin suka mainin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak Lidya. bayangkan aja manusia yang rumahnya digusur, pasti berontak Kang

      Hapus
  10. Hukum sebab akibat itu saya kira masih berlaku, Kang.
    Kalau misalnya Tomcat bertanya "Elo apa gue sih sebenarnya yang lebih ganas?", maka saya jawab: mungkin bukan kita hehehe...

    BalasHapus
  11. aku malah sudah digigit kang, sebelum berita muncul di media yo jadinya gak ikut wawancara wong bekas lukanya sudah ga ada hehe...

    Tomcatnya demo tuh kayaknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah perlu tuh mbak sampean buat posting tentang cara menyembuhkan efek akibat kena racun Tomcat

      Hapus
  12. untung belum sampe jambi mas...
    naluri alam emg terlalu nyentrik utk dipahami bagi yg awam spt saya mas...tp stlah dipahami melalu tulisan ini,malah lbh masuk akal penjelasan yg ini drpd para ahli ilmiah itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga gak nyampai sana ya mbak.. intine mari kita jaga bersama keseimbangan alam ini. kemarin ulat bulu, sekarang ada Tomcat.. yah sapa tahu besok malah Dinosaurus yang masuk kampung kalau kita tidak mewaspadai dari sekarang

      salam buat Radial ya

      Hapus
    2. wah, kalau dino yg mewabah asik dong mas, bisa poto2 hahahaha

      Hapus
  13. Betul sekali... Saya pikirnya juga demikian. Pasti ada yang salah dengan 'rumahnya' mereka. Sepemahaman saya, hewan tidak akan menyerang duluan kalau tidak diusik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. kata Tomcat jangan mencubit jika tahu rasa dicubit itu sakit

      Hapus
    2. Tapi kan Tomcat nggak bisa mencubit? Mereka menyengat atau mengigit, ya...

      Hapus
    3. Bisa kok.. coba deh nanti sampean cari Tomcat dan suruh cubit wkwkwk

      Hapus
  14. Tomcat ini lagi protes kenapa BBM dinaikkan, mas. Rencananya mereka akan menyerang ke Gedung DPR dan istana negara.

    Mantap uraian sampean. Salam lestari, Mas Lozz.

    BalasHapus
  15. ehm, like this kang,
    saya sangat sepakat, si Tomcat cuma melakukan aksi bela diri, :D
    menyerang karena diserang. Dianggap mengganggu padahal mereka yang justru merasa terganggu.

    salam hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata kang Sukadi kan ada hukum sebab akibat ya mbak

      Hapus
  16. Intine kudu seimbang yo Kang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Kang.. ibarat bikin kopi kan harus imbang komposisi gula dan Toppasnya hihihi

      Hapus
  17. Segera MoU perdamaian dengan Tomcat, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Panglima perangnya Tomcat sapa ya

      Hapus
  18. hewan, alam, menungso sama-sama ngamuk, karena masing-masing saling mendholimi

    BalasHapus
    Balasan
    1. he-eh Kang akhire manusia sendiri yang ruwet ya

      Hapus
  19. Kemaren saat outbound aku ketemu tomcat lho Uncle, syukurnya kita berteman saja *tak diganggu maksudnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. owh.. salam buat Tomcat kalau ketemu lagi ya mbak

      Hapus
  20. tomcat sebetulnya bukan spesies baru..
    kenapa harus dihebohkan..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak.. mungkin karena gak ingin kalah populer tuh dengan isu BBM

      Hapus
    2. yaaaa.. cowok ternyata..hahaha

      Hapus
  21. kenapa namanya tomcat ya yah?? itu nama aslinya atau hanya nama kerennya saja??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau namanya Lozz Akbar kan blogger Dhe hahaha

      Hapus
  22. untuk kepentingan bisnis habitat asli tomcat dibabat ya mas akbar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembangunan harus selalu menimbang aspek lingkungan mbak Pu

      Hapus
  23. Awalnya... kayak denger Pak Guru ngajar Biologi...
    endingnya... kayak denger Ustadz Jefri...

    Eloh... gue... e.n.d :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ada elo main ke blog gue Kang hahaha

      Hapus
    2. Wekekek... eloh kagak usah sok gaol meeeen, kalo mo gaol makan dulu humburger, pizza ma chicken preeeeth. :D

      Eh,,, Kang, keknya enak tuh bikin peyek tomcat :D

      Hapus
  24. setuju banget...!!!

    habitat yg terganggu semuanya kembali pada ulah manusia itu sendiri

    serangan tomcat ini mengingatkan qta akan kejadian serangan ulat bulu

    semoga tidak akan ada serangan2 yg lain lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. semoga kita bisa mengantisipasi agar serangan-serangan lainnya tidak terjadi ya mbak

      Hapus
  25. Bagi orang yang berasal dari pedesaan, saya tahu bahwa si tomcat ini memang sahabat petani dalam memangsa wereng. Semapt kaget juga dengan pemberitaan pertama kali, tomcat. Sebuah nama baru di dunia perhewanan / serangga dan terkesan menakutkan dengan visual korban gigitan nya. Namun saat melihat penampakan nya, itukan Jelantir yang memang hidupnya di sawah. :D

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow kayaknya lebih keren Jelantir namanya Kang, natural gitu loh

      Hapus
  26. Hmm .. betul itu mas. Ini berarti ada ketakseimbangan alam.
    Bukan main Allah ya. Dengan memberi 'pelajaran' serupa ini saja, dengan adanya sedikit kepincangan di alam, kita - manusia, jadi kalang-kabut tak karuan.
    #Sambil berdo'a moga2 tomcat gak sampai Makassar. Serem euy, saya sama nyamuk dan semuat biasa saja alergi dgn gigitannya, bisa berhari2 dibawa menggaruk2 apalagi dengan tomcat ini. Hiiiii#

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. semoga Tomcat sadar diri dengan habitat aslinya ya mbak.. ora dolan ke pemukiman lagi

      Hapus
    2. Katanya sudah banyak di Palu dan Bima ya mas ...
      #Duh ... mudah2an gak transit di sini#

      Hapus
  27. hmmm bener kang.., pasti ada penyebabnya..
    apapun yang berlebihan itu pasti hasilnya nda bagus, smoga ekosistemnya kembali normal...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin.. sama-sama berdoa mbak semoga kondisi normal lagi

      Hapus
  28. Sebenarnya yang harus di basmi bukan hama tomcat nya Mas, namun para pelaku pembuat keresahan di negeri ini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau itu butuh insktisida tingkat tinggi kang

      Hapus
  29. Oh begitu ya.. jadi jangan salahkan tomcat nya, jangan salahkan korbannya, tapi salahkan para sniper-sniper yang tak bertanggung jawab itu!
    Coba bagaimana rasanya seandainya sniper itu yang digigit tomcat, pasti nyalahkan tomcatnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah salahe sopo mbak.. manuk meneng dibedili..

      Hapus
  30. tomcat juga punya hati ya uncle....bisa ngamuk kalo habitatnya di ganggu...hehe..

    mudah2an si tomcat ini gak sampe terbang ke batam deh....ngeri juga kalo kulit sampe melepuh gara2 tomcat ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak Tomcat juga punya naluri untuk menyerang saat dirinya terancam

      Hapus
  31. betul uncle, kalau si tomcat bisa ngomong,
    mereka bakal demo keras, habitat gw kok jadi beton semua? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha semoga gak ikutan demo BBM tomcat mbak.. bisa gatel semua nanti pak aparat haha

      Hapus
  32. Kalau baca postingan ini saya ingat sebuah ayat Al-Qura'an, "Semua kebaikan itu datangnya dari ALlah dan semua keburukan itu datnangnya dari Manusia",

    Untungnya Tomcat ini gak menyebar di tempat saya Uncle, apa mungkin karena dirumah saya masih ada tokek, kodok, kadal dan cecak yang masih hidup berdampingan dengan saya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. inggih gus.. matur nuwun untuk tausiyahnya ya.. diunjuk kopine Gus

      Hapus
    2. Hahaha,,.,Gus sopo ????

      Hapus
  33. walah gan aku malah ngeri denger beritaX Tom N jerry ehh TomCat maksudX :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. santai saja mas.. mereka gak akan ganggu jika kita tak mengusik

      Hapus
  34. hehehhe lha ini juga khan nama salah satu web server local yah.....hehehhe. btw bener bung keseimbangan alam dah terganggu, lha khan wereng dimakan tomcat, tomcat dimakan burung, kalo populasi burung berkurang, ya pantas aja populasi tomcat membludak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur nuwun mas.. sukses dengan bisnis kelincinya ya

      Hapus
  35. cuma bisa menghela nafas sam,, jadi mikir, apa sih yang gak dirusak manusia... hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahasamu ndoro.. penuh reaksi kimia hahaha

      Hapus
  36. merinding mas baca nya.."elo apa gw sih yang lebih ganas" bener bangett..aku pernah liat di TV mana gitu lupa. 10 makhluk hidup yang paling ganas..dan nomor 1 nya yaitu manusia sendiri. jadi emang kita sendiri yang gak bisa jaga alam ya masbro, jadi habitat Tomcat keganggu ya jangan salahin dia jadi terbang ke rumah-rumah warga wong habitatnya terganggu, rantai makanannya terputus jadi gak bener. kasian juga masBro banteng Jawa yang masuk perkampungan itu. tega bener manusia yang nge gunduli hutan hanya untuk alih fungsi pertanian, jadi habitat mereka terganggu. tapi kasian juga saya gak bisa berbuat banyak masBro :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. lakukan sesuatu mas Maminx buat bumi kita meski simple.. contohe nanam bunga, hemat listrik, dan banyak lagi tindakan yang dianggap sepele padahal perlu bagi alam kita

      Hapus
  37. kalo tomcat bisa ngomong, harga tokek mahal lho ^^ pantes aja dia diburu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah karena nikmat komersil dari oknum sesaat Jiyah, akhirnya yang sengsara orang banyak..

      Hapus
  38. Sepakat uncle, si tomcat justru baik, dia mengingatkan kita -manusia- untuk intropeksi diri ya, harus lebih mencintai alam *sok bijak* hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukankah sudah ada petuah bijak bilang "belajarlah sama alam?"
      *pura-pura bijak juga ah

      Hapus
  39. Ah jadi inget, waktu itu sebelum tidur aku sempet liat berita tentang tomcat. Dan pas tidur, aku mimpi dikejar-kejar sama si tomcat -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah Tomcat nya ganteng? hihihi

      makasih dah berkunjung ya

      Hapus
  40. Tomcat mendadak jd seleb neh..padahal si kecil tomcat sdh saya kenal sejak masih imut-imut banget. Tiap ke sawah di saat musim panen/padi..binantang itu tampak terbang dan hinggap dari batang-batang padi..tap gak prnh tuh gigit saya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya jadi curiga mbak.. jangan-jangan Tomcat pernah mengunggah videonya di youtube kayak Briptu Norman

      Hapus
  41. tomcat is amazing lagi naik daun dia, tomcat tak jauh bedanya dengan daun ganja yah mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. opo hubungane Tomcat dengan ganja brade..

      Hapus
  42. ane baru tau gan kalau hewan di atas namanya tomcat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya kenalan dong Mas hahaha

      Hapus
  43. alhamdulillah saya baik mas.. mas sendiri gimana kabar?!?!?
    moga gak kena si kucing tom itu mas ya :) heheheh..
    moga keseimbangan alamnya mas lagi dalam kondisi terbaiknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin.. kita doakan bersama Kang semoga alam kembali ramah dengan kita

      Hapus
  44. Kabarnya tomcat sampai Blitar T,T

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh.. semoga itu hanya kabar ya mas

      Hapus
  45. Ulat bulu, tomcat, banteng, asal ojo ulo ae yo, Uncle. Hiiiiiiyy bisa mati berdiri aku :cry:

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk.. semoga saja enggak terjadi deh mbak Choco

      Hapus
  46. kemarin kemarin ulat bulu, sekarang tomcat, besok apa ya mas ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayoo mbak Ely mintanya sapa yang datang berikutnya??

      Hapus
  47. Menurut National Geographic, ledakan populasi Tomcat terbatas hanya beberapa bulan saja, karena makanan kumbang ini adalah wereng yang berukuran kecil. Adapun wereng memiliki kecenderungan berkembang biak pada musim hujan. Dalam sekejap Tomcat tidak dapat memakan wereng yang tumbuh semakin besar, hingga akhirnya populasi Tomcat menurun dengan sendirinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau sebenarnya kita biarkan semua berproses menurut alam tanpa diusik mungkin semua akan berjalan baik ya mas

      Hapus
  48. sepakaaatt, semua sudah diatur, jangan sampai kita merusak.
    tadi pagi denger berita, katanya tomcat udah ada di makassar, mamaaaaaaaaak ;'(

    BalasHapus
  49. Tomcat sedang jadi buah bibir dimana-mana nih...
    Sekarang aja di rumahku juga sudah ada tomcat, malah kemarin aku mendadak kaget karena tomcat jalan2 di jariku. Terpaksa aku menunggu sampai dia berlalu dengan sukarela... Hikss..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz.. jangan dibunuh jika kita tak ingin kulit melepuh

      Hapus
  50. Kalau sampai Tomcat bisa ngomong, tentu bukan goresan luka yang disebabkan menjadi berita heboh. ada tomcat ngomong dan mengkritik manusia tentu akan lebih heboh lagi

    he. he.. Sebetulnya tidak perlu ditakutkan, tomcat merupakan hewan lama, bukan hewan yang baru muncul, sudah dulu saya pernah kena kentut hewan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. media itu loh kang yang membikin ramai.. kok enggak blog kita aja ya yang haruse dapat promosi gratisan oleh mereka

      Hapus
  51. Artikel yang bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  52. ahh kalo udah begini kasihan mrk yang ngga tau apa2 tapi jd korban Tomcat yachh.....smoga wabah ini cepat berakhir...dan si Tomcat bisa pulang ke tempat asalnya dgn aman dan nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin... met ultah ya mbak Nia... semoga sejahtera selalu :)

      Hapus
  53. Sy pernah bc di salah satu media kl tomcat itu kan aslinya hidup di rerumputan. Cuma lahan mrk itu skrg byk berkurang krn jd perumahan.. Akhirnya mrk masuk ke rumah2. Yah pd akhirnya kl dipikir2 ini ulah manusia juga

    BalasHapus