Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 05 Maret 2012

Nostalgia Pandusiar Amatir

 
Streeees..! Mungkin itu ungkapan yang tepat tentang kondisi saya beberapa hari ini. Disaat saya sedang getol-getolnya hobby ternak blog, ternyata ada sebuah kendala vital yang masih belum bisa diatasi. Gara-gara koneksi rumah yang masih saja ngadat akibat buruknya sebuah pelayanan jasa seperti yang saya ceritakan dalam posting kemarin.

Tapi yo wis lah, mungkin ini adalah sebuah ujian. Seorang blogger tentunya tak boleh terlalu menjadikan masalah koneksi sebagai kambing hitam dan dalih untuk mandul berkarya. Waktunya sekarang saya mau nulis yang ringan-ringan saja. Sejenak saya akan flashback ke masa saat dulu masih aktif di radio amatir komunitas.Masa-masa saat saya menjadi salah seorang pandusiarnya.

Menjadi seorang blogger, bisa dikatakan banyak kemiripan yang saya temukan seperti halnya saat saya dulu menjadi pandusiar radio komunitas. Jika di dunia blogging kita mengenal nama pena, macam Dhenok Habibie, Bunda Don'tworry sampai Mama Radial.  Di radio pun ada sebuah julukan nama udara sebagai nama samaran bagi para pelakunya.

Namun saya rasa nama-nama samaran di blogsphere tidaklah sebegitu ekstrim nama-nama samaran di radio komunitas. Di radio komunitas nama-nama samaran yang dipakai hampir semuanya tak mirip dengan nama asli pemiliknya. Jadi jangan heran jika di sebuah radio komunitas seseorang yang bernama asli Slamet, saat di udara namanya berubah menjadi nama bintang sinetron macam Betrand. Marpuah disulap menjadi Maria Mercedes. Suwito pun dipermak sedemikan rupa menjadi Anto Medan. Bahkan yang lebih ekstrim tapi lucu adalah nama-nama udara di progam acara lagu-lagu tradisional. Betapa tidak, disini anda tak akan temukan nama-nama modern. Kebanyakan nama samaran yang diambil dari nama-nama tokoh silat komik. Macam Gundala Putera Petir, Pendekar Gunung Gangsir, hingga Iblis Pemetik Bunga hahaha.

Di radio komunitas pun mengenal istilah kopdar macam di blogsphere. Bahkan kadangkala setiap beberapa bulan diadakan acara temu kopdar akbar antar pendengar, yang tujuannya untuk saling mengenal setelah sekian lama penasaran dengan nama samaran masing-masing. Disinilah biasanya terjadi sebuah interaksi sosial yang ujung-ujungnya banyak diantara mereka yang akhirnya menjadi pasangan. (pandusiarnya kapan? hehe).

Dulur blogger, itulah sekilas cerita ringan tentang sebuah nostalgia saya. Masa dimana nama Akbar begitu melambung dan lebih dikenal dari pak Camat yang ada di daerah saya. Namun sayang, seiring perkembangan teknologi sekarang radio komunitas tak begitu lagi dinikmati.

Nah sekarang saya akan sedikit berteka-teki dengan sebuah salam-salam khas yang dulu sering saya temukan saat menjadi seorang pandusiar amatir. Salam-salam yang terdengar norak, tapi bagi saya itulah sisi keunikan dari sebuah radio komunitas. Bagi anda yang mungkin pernah menjadi seorang pendengar radio komunitas, mungkin salam-salam di bawah ini sudah tidak asing lagi bagi indera dengar anda. Tapi buat yang belum tahu saya harap anda jauhkan dulu cursor mouse anda dari kata-kata di bawah. Tebak dulu singkatan yang ada di dalamnya, baru anda buka jawabannya. Selamat menerka-nerka deh.

FISIKA
FIKIRANKU SELALU INGAT KAMU

KARISMA
KANGEN RINDU SETENGAH MATI

AMERIKA
AKU MERINDUKAN KAMU

KASET
KENANG AKU SEBELUM TIDUR

JAGUAR
JANGAN GANGGU AKU SUDAH PUNYA PACAR

HARIMAU
HANYA DIRIMU YANG KUMAU

SEPEDA
SENYUMMU PENUH DAMAI

KOMPERSAL
KOMPAK PERSAHABATAN SELALU

KARTIKA
KANGEN RINDU TIADA TERKIRA

LAMBADA
LAMBAIANMU MENGGETARKAN DADA

JOJOBA
JOMBLO JOMBLO BAHAGIA

LOZZ AKBAR
PRIA TAK SEBERAPA TAMPAN HAHAHAHA

NOTE : pingin tahu cara membuat tulisan seperti di atas?. Gampang, nanti deh akan saya share dan belajar bareng di BENGKELOZZ