Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 31 Mei 2012

Menjadi Agen Kebangkitan Personal


Rasanya saya merasa trenyuh melihat perkembangan prestasi olahraga di negeri ini. Betapa tidak, kesebelasan yang digadang-gadang akan menjadi timnas kita di masa depan, ternyata harus kembali menuai kekalahan dari sebuah negara yang pemainnya  lebih banyak berlari menghindari rudal negara tetangganya daripada mengejar bola. Palestina telah memupus harapan kita bersama untuk melihat timnas bisa  mengangkat sebuah tropi internasional yang sangat kita idamkan. Sebuah kekalahan yang semakin menambah daftar panjang kegagalan timnas kita, setelah sebelumnya kita*pun tak bisa berjaya di Brunei Darussalam.

Harapan besar kembali kita sematkan kepada cabang olahraga yang lain. Kali ini nama besar bangsa kita dipertaruhkan di ajang Thomas dan Uber Cup. Saya optimis atlet-atlet kita akan berbicara banyak di gelaran tersebut, karena lewat bulutangkis negara kita banyak sekali menorehkan sejarah prestasi yang begitu manis. Namun sungguh sayang kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Kali ini giliran samurai-samurai dari negeri Sakura yang merontokkan bulu-bulu sang Garuda. Yah, Jepang yang dulu menjadi bulan-bulanan tim bulutangkis kita, sekarang sudah bisa membuat tim kita mengangkat koper sebelum waktunya. Merah Putih pun harus menerima kenyataan jika menuju puncak partai final saja kita sudah tidak bisa.

Beberapa hari kemarin ada sebuah hiburan yang bisa kita saksikan untuk sejenak melupakan kepiluan yang dialami timnas sepakbola dan bulutangkis kita. Sebuah klub besar dunia telah mengunjungi Indonesia dan melakukan pertandingan eksibisi dengan para pemain kita. Rasanya begitu bangga saat kesebelasan kita ternyata juga mampu melesakkan gol ke jala Inter Milan. Tapi sungguh sayang ternyata masih saja ada komentar-komentar negatif ketika usai pertandingan. Itu hanyalah pertandingan sandiwara, timnas kita hanya dijadikan latihan oleh Inter Milan, dan beragam komentar sinis yang keluar seperti halnya saat mereka mengatakan jika timnas yang dikirim ke Palestina kemarin hanya berisi pemain dengan kelas kompetisi antar kampung.

Itulah  realita yang terjadi di negeri kita. Kebebasan mengemukakan pendapat adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan unttk menyikapi setiap permasalahan. Udara reformasi telah membuka lebar-lebar bagi setiap warganya untuk beropini. Di satu sisi ini adalah sebuah kemajuan bagi demokrasi kita, tapi sungguh sayang jika opini itu dilontarkan dengan begitu bebasnya dan tidak sesuai dengan kapasitasnya. Alih-alih akan memberikan sebuah solusi, justru malahan akan membuat makin carut marutnya sebuah permasalahan. Yu Darmi yang hanya paham naik turunnya harga terasi, sekarang sudah berteriak soal korupsi. Kang Dasrun pun ikutan ngoceh soal PSSI, padahal dia sama sekali tidak paham berapa jarak garis gawang menuju titik penalti.

Segala sesuatu sekarang demikian mudah dijadikan pro kontra. Makin hari makin banyak komentator dadakan yang muncul di negeri ini. Bukan hanya urusan bola yang mereka komentari. Mobil Esemka yang harusnya mendapat apresiasi dan dukungan bersama pun tak luput dari komentar-komentar miring mereka. Seakan mereka tak mau mengakui jika putera puteri bangsa ini meraih sebuah prestasi. Sungguh ironis rasanya manakala kita melihat seorang Lady Gaga yang nyata-nyata lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya oleh beberapa pihak justru dibela mati-matian agar tetap menggoyang ibukota. Lantas bagaimana bangsa ini bisa bangkit dari tidur panjang, jika masih saja dinina bobokan dengan sesuatu yang tak penting di kiri kanan?.

Dulur blogger, mencari suatu kesalahan dan meneliti sebuah kekurangan bangsa ini adalah sesuatu yang begitu mudah dan mengasyikkan untuk dilakukan. Tapi pernahkah kita bertanya pada diri pribadi tentang apa dan sudahkah kita melakukan sesuatu bagi negeri yang kita cintai ini?. Sudahkah kebangkitan nasional kita sikapi dengan mengabdi sebaik-baiknya menurut bidang kita masing-masing?. Jika kita tahu suap dan korupsi adalah kejahatan, kenapa masih saja ada yang mau saat  diajak oknum aparat untuk bertransaksi di jalanan?. Jika kita tahu money politik itu sebuah tindakan curang, kenapa kita masih doyan menerima dana para kontestan yang mengatasnamakan sumbangan?.

Kebangkitan nasional menurut saya ibarat kobaran api yang awalnya butuh percikan-percikan bunga api, dan bunga-bunga api itulah diri kita sebenarnya. Menahan diri mengeluarkan komentar-komentar tak penting dan lebih memilih melakukan sesuatu. Meski kecil tapi berwujud nyata itulah semestinya yang harus kita lakukan. Menjadi seorang agen kebangkitan secara personal dan membudayakannya ke kanan kiri kita. Kepada keluarga, teman, organisasi atau siapa saja, agar kebangkitan personal itu bisa menjadi sebuah kebangkitan global. Insya ALLAH jika saja kebangkitan secara personal itu membudaya di negeri ini, kebangkitan nasional yang di masa silam telah terjadi akan kembali bereinkarnasi di masa kini.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang agen kebangkitan personal?. Saya rasa mudah asal kita punya niatan dan mau melakukan. Jika anda sebagai orang tua, didiklah putera puteri anda dengan budaya timur dan agama anda masing-masing, jangan sampai lima atau sepuluh tahun ke depan hanya Lady Gaga saja yang ada dalam pikiran mereka. Jika anda seorang yang hobi berbelanja, cintailah produk-produk lokal dan berpikirlah dua kali saat membeli barang-barang impor yang lebih mahal. Jika anda penjaga warnet seperti saya, cobalah untuk senantiasa mensterilkan data-data warnet anda dari file-file dosa.

Petani, guru, aparat, anak sekolah, sampai tukang bakso pun bisa menjadi seorang agen kebangkitan personal menurut bidangnya. Lalu bagaimana dengan para pemimpin dan para wakil rakyat kita?. Halagh emboh..!. Saya rasa lebih baik energi  kita fokuskan dulu untuk menjadi seorang agen personal, daripada energi itu terbuang percuma hanya untuk mengumpat konspirasi orang-orang pintar di dewan. Mari kita buktikan jika kita mampu memberi contoh tentang arti kebangkitan nasional kepada mereka. Agar mereka mempunyai sedikit rasa malu dengan jabatan yang saat ini mereka emban. Lantas bagaimana  jika mereka masih tak mempunyai rasa malu?. Sekali lagi saya jawab... emboh.!.

Nah, jika anda saat ini menjadi seorang blogger, apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seorang agen kebangkitan personal?. Hmmm. saya rasa anda pasti lebih tahu jawabannya dibanding saya.

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp