Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 14 Juni 2012

Awalnya Saya Mau Nulis Cerita Ringan, Lah Kok Malah Jadi Serius?

Alhamdulillah, Selasa sore kemarin saya mendapat sebuah kejutan dari Parongpong. Tanpa pernah saya duga sebelumnya salah satu keponakan saya di dunia maya telah mengirim sebuah tali asih kenangan berupa kaos, bajigur dan sebuah prakarya cantik buatannya.

Hatur nuhun ya Bu Dey, juga buat si ganteng FauzanFauzan untuk perhatian dan sebentuk ungkapan cinta kasih yang telah diberikan buat saya. Rasanya pingin sekali saya membalas semua itu dengan dolan ke Parongpong sana. Menggelar tenda di perkebunan teh nya. Mengajak Fauzan untuk berkemah semalam, menikmati bajigur sambil belajar cara meracik bajigur yang baik dan benar hehehe. (maaf bu Dey kemarin saya benar-benar gak paham cara mengolah bajigur).








Sayang, urusan perut telah menghalangi impian saya tersebut. Namun saya tetap berharap semoga saja kelak saya bisa dolan ke Parongpong sana. Saya berdoa semoga saja limpahan kesejahteraan dan keberkahan senantiasa bersama bu Dey sekeluarga disana. Buat Faujan, Uncle doakan deh semoga kelak besar bisa menjadi seorang atlet taekwondo nasional.

Dulur blogger, di dunia nyata saya mempunyai banyak sekali adik-adik  pencinta alam. Di dunia maya pun, lewat sebuah ranah bernama blogsphere tiba-tiba saja saya memiliki banyak sekali keponakan secara instan. Uncle Lozz, yah itulah panggilan yang sering kali mengundang pertanyaan teman-teman saya di dunia nyata. Sebuah sebutan yang sejarah awalnya bermula dari artikel yang saya buat disini.

Lantas apakah seperti itu adanya perasaan saya terhadap mereka?. Apa benar saya menganggap anak-anak blogger itu sebagai keponakan layaknya di dunia nyata?. Ah kenapa tidak, di dunia pencinta alam saya mengenal sebuah konsep unity in one family. Sebuah konsep yang saya aplikasikan pula dalam aktifitas dunia maya saya. Bagi saya ranah blogspehere ibarat sebuah masyarakat besar dengan berbagai macam interaksi di dalamnya. Jadi apa salahnya jika saya menganggap orang-orang yang terlibat di dalamnya sebagai saudara?. Bukankah dengan memiliki banyak saudara kita akan menjadi kaya?. Meski tak bisa dipungkiri pasti akan ada sebuah friksi akibat perbedaan pendapat, tapi saya pikir itu adalah hal yang wajar terjadi pada sebuah masyarakat yang majemuk.

Lalu bagaimana saya menyikapi friksi yang pernah terjadi dengan blogger lainnya. Hmm. terus terang saya selalu bersikap tentang apa yang saya rasakan.  Saya tidak bisa berlagak baik padahal di dalam hati ngganjel. Enggak cocok ya sudah bilang gak cocok, ketimbang  bermanis muka agar reputasi  nampak baik di dunia maya. Jika menjaga jarak terpaksa harus dilakukan, saya pikir itu karena dalam ngeblog saya butuh zona nyaman bukan zona aman.

Lah..lah kok saya malah serius gini? wong awale saya mau cerita yang enteng-enteng saja kok. Yo wis besok-besok saja deh cerita entengnya hehehe. Intinya saya ngeblog ini supaya menjadi orang kaya karena menemukan banyak saudara. Tapi saya juga harus sadari jika tidak semua orang akan bisa saya dijadikan seorang teman apalagi saudara di dunia maya. Nah menurut anda apakah Lozz Akbar layak menjadi seorang Uncle bagi anak-anak anda?.