Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Jumat, 15 Juni 2012

Tak Melimpah Asal Berkah


Membaca artikel Pakde yang berjudul "Rejeki Rayloro Dalam ManMaks",  saya jadi teringat  saat terlibat obrolan dengan seorang teman di Yahoo Masengger. Sebut saja namanya Galia, seorang teman yang baru saja saya kenal lewat sebuah permainan  online bernama Travian. Singkat kata teman yang berasal dari Pekanbaru ini tiba-tiba bertanya nominal  saya terima sebagai upah menjadi seorang satpam dunia maya. Sebuah pertanyaan yang menurut saya agak tabu untuk dikeluarkan dari seseorang yang baru saja kita kenal. Tapi tetap dengan hati saya menjawab pertanyaan teman tersebut.

"Enam ratus ribu Mas", jawab saya.
"Hah, enam ratus ribu? apa cukup mas?", kata teman tersebut terlihat keheranan.

Saya pun kemudian mengetik sebuah emo bertanda ngakak guling-guling serta sebuah kalimat "Dalam sebuah rejeki itu ada keberkahan kok mas". Tak seberapa lama kemudian teman tersebut curhat dan menceritakan jika sebelumnya dia adalah seorang karyawan berpenghasilan lebih dari dua juta sebulan. Karena merasa tidak puas dengan penghasilannya, si Galia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Akibatnya Galia pun sekarang kebingungan melamar pekerjaan kesana-sini sebagai ganti pekerjaannya dulu.

Keberkahan, mungkin itu yang harus kita cari saat  melakukan sesuatu di dunia ini. Ketika kita diberi nikmat tubuh sehat, berkah itu ada saat kita menggunakannya untuk sesuatu yang manfaat. Saat kita diberi wajah nan rupawan, berkah itu timbul saat kita selalu memberi orang lain sebuah senyum yang menawan. Saat kita memegang sebuah jabatan, berkah itu ada manakala kita mau mempergunakannya sebagai amanah yang bisa dipertanggungjawabkan. Demikian halnya dengan rejeki, ada sebuah keberkahan yang tentunya harus kita cari.

Keberkahan rejeki menurut saya tergantung dengan cara  kita saat mencarinya dan bagaimana kita mensyukuri saat mendapatkannya. Melimpah tak menjamin hidup kita akan terasa indah. Instan tapi jauh dari kehalalan tak juga menjamin tidur kita akan nyaman. Coba tengoklah para koruptor kakap di senayan sana. Segalanya sepertinya bisa mereka beli, bahkan jika mau lembar ratusan ribu bisa dijadikan tisu toilet oleh mereka. Tapi apa benar semua itu adalah jaminan 100% hidup mereka nyaman?. Bisa jadi tidur mereka tak nyaman, karena esok hari harus berhadapan dengan KPK yang siap dengan segala pertanyaan. Apa benar mereka kaya?. Ah saya rasa tidak, Bagaimana mereka bisa dikatakan kaya jika masih saja serakah menimbun harta, padahal isi perut mereka sudah dirancang Sang Khalik sesuai kapasitasnya. Itulah keberkahan rejeki menurut saya, sebuah efek yang akan kita terima dari setiap rejeki yang kita hasilkan.

Dalam pekerjaan bisa dikatakan saya menjadi seorang tangan kanan majikan. Sebuah posisi empuk tentunya jika saja saya mau nakal memanfaatkannya. Sebuah pekerjaan ringan tentunya jika saja saya mau melipatgandakan upah bulanan secara instan. Lantas apakah saya merasa puas dengan enam ratus ribu yang ada di tangan?. Hmm. saya jawab tegas..Tidak..!. Saya selalu mensyukuri setiap rejeki yang saya terima, tapi saya pun harus terus mencari rejeki tambahan. Menambah kran-kran rejeki saya di dunia maya dengan cara  wajar dan halal, agar nantinya bisa menghasilkan air keberkahan yang bisa saya teguk dengan nyaman.

Mungkin pula ada yang mengatakan, "ah ente enak aja Lozz, wong ente masih bujangan. Coba lihat aja nanti pas istri ente mrengut gara-gara telat kasih uang belanjaan, saya jamin ente bakal mumet gara-gara duit". Secara pribadi saya siap untuk menikah, eh mempersiapkan obat jika saja saya kelak dilanda mumet gara-gara duit. Obat itu bernama qona'ah. Ikhlas bersyukur dengan rejeki yang kita terima, tapi terus mencari sampai kita tahu seberapa banyak ALLAH akan memberi nanti. Qona'ah yang tidak hanya sebatas pasrah. Saya tidak sepakat jika ada yang mengatakan rejeki itu bukan untuk dikejar. Sebab bagaimana rejeki akan datang jika kita tak mau menjemputnya?.

Dulur blogger, semoga saja di tengah keasyikan kita berlomba-lomba mencari rejeki, kita pun tidak lupa mencari keberkahan dari setiap rejeki yang kita dapatkan. Ucapkan selalu hamdalah pada setiap rejeki yang kita terima, karena dengan itu kita akan menjadi kaya. Teruslah mencari rejeki dengan wajar dan penuh kehalalan, karena dari setiap sen yang kita hasilkan tentunya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
  
Artikel  ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul 
"Rejeki Rayloro Dalam ManMaks" tanggal 15 Juni 2012.




Sekilas Pariwara...

67 komentar:

  1. sukaaa sama postingannya ini :D
    sekecil apapun jika kita terima dengan penuh rasa syukur akan menjadi berkah dan akan selalu dicukupkan.. inget juga pesen mamah saya, jangan lupa berdoa setiap kali mau berangkat kerja atau pas mau melakukan pekerjaan agar bisa menjadi ibadah dan rejekipun penuh berkah.. :)

    salam kang Lozz..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga akan selalu ingat pesan emak saya mbak "olehe kerjo setitik ojo ngersulo, sing penting iso dadi daging"

      matur nuwun mbak Ne :)

      Hapus
  2. setuju kang, daripada stress memikirkan gajih yg takpernah cukup, lebih baik syukuri apa yg ada hidup adalah anuhgrah...

    Janji allah, brg siapa bersyukur niscaya aku tambah, tp sebaliknya brg siapa yg takmau syukur OOOOO saaaduk! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha ampuuuun Kang.. jangan saduk saya ya

      Hapus
  3. betul Mas Lozzakbar menjalani hidup dibutuhkan ketenangan hati dan kejernihan pikiran, caranya dengan berdzikir dan husnudzon kepada Alloh, insya Alloh hasilnya akan bisa sabar dan syukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah kalau kita protes dengan sesuatu yang diberikan Tuhan, trus piye ya mas hehe. Syukron mas Insan

      Hapus
  4. Komentar saya kok hilang sih ??

    Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi anda.
    Salam hangat dari Surabaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik... Matur nuwun De sudah diverifikasi.. Horeeee

      [im]http://i1193.photobucket.com/albums/aa346/lozzakbar/final_773877093174_origenjpg.gif[/im]

      Hapus
  5. Suka sekali dengan paragraf kedua dari bawah, hahaha... Selalu ada doa untukmu Kang :)

    Rejeki itu ketika kita mau mensyukuri setiap udara yang kita hirup per detiknya, dan mau merawat udara..

    Semoga sama-sama sukses yo sam. Eh, Kang ding.. hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makane ojo kake'an merokok sam, biar ga terlalu polusi udara kita hehehe

      Hapus
  6. Lho Galia itu cowok tho?

    Menurut saya, mnanyakan nominal penghasilan juga sesautu yang tidak etis...apalagi baru kenal.

    Terus, ttg cukup atau gak...itu tergantung kitanya kok. Setiap orang kan bisa mengukur seberapa kemampuannya kemudian set priority pengeluarannya. Pendapatan besar maka secara alamiah kebutuhan jg akan mengikuti bertambah..jd intinya tetap kembali bagiamana kita mengelolanya...sehingga bisa cukup dan penuh berkah:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cowok kok mbak.. Nama aslinya sebenare Bunga #ups

      Hapus
  7. untung namanya bukan golia ya kaya nama premen hehehe.besar kecil penghasilan itu relatif ya Uncle gimana pintarnya kita bersyukur saja dan mengatur semua Insya Allah berlebih kok

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak Lid.. bersyukur dan memanajemen duit kita sebaik mungkin

      Hapus
  8. Cari rejeki yang berkah...sebab semua itu sarana untuk meraih kehidupan kita di step berikutnya. Qana'ah... sebagai muslin sifat ini harus kita miliki, agar kita mampu berzuhud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita semua senantiasa qona'ah dengan apa yang kita punya ya Bun

      Hapus
  9. "berkah dari sebuah jabatan adalah dimana kita mau menggunakannya sebagai amanah untuk bisa di pertanggung jawabkan"
    mengurangi kepikiran saya terhadap jabatan yang saya pegang :)
    semoga sukses di lombanya kang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ada yang lagi ultah.. met milad mas Adam

      [im]http://www.graphicsgrotto.com/animatedgifs/birthday/images/agbirthday2.gif[/im]

      semoga keberkahan senantiasa bersama anda

      Hapus
  10. Nice posting..
    Memang seringnya kita lupa bersyukur atas semua yg didapat. Matematikanya Allah tuh suanggarrr loohhh. Apa yg dipikir ga cukup, eh ternyata cukup :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe ALLAH kan YANG MAHA BERHITUNG mbak Ita

      Hapus
  11. Oalah tak pikir Galia iku cewek Cak :)

    Intinya rejeki iku taka kan datang bila tidak dijemput, di jemput dengan Do'a dan Usaha, dan rizki itu bukan hanya materi, kesehatan termasuk rizki lo, semoga marpuah membaca postingan ini, biar ntar pas nikah gak marah² hehehe..

    Sukses Cak ngontesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiyaaah kok mblarah nang Alisa Soebandono sih kang

      Hapus
  12. sebagai orang yang ngakunya beragama keberkahan adalah hasil akhir dari segala jerih payah kita di dunia ini... makanya para pejabat yang gajinya sudah lebih dari cukup masih aja korup karena mereka memakai agama hanya sebagai simbol di KTP saja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. berarti itu tanda mereka masih miskin ya mas

      Hapus
  13. Galia oh galia. . .
    kenapa kau tidak mencoba menerima apa yang sudah ada?
    karena sikap kamu yang tidak menerima dan kurang bersyukur, akibatnya ya seperti itu? :)
    anggaplah itu ujian dari Alloh.

    Yang namanya rejeki kalau tidak disyukuri itu menjadi tidak berkah dan merasa kurang terus. Untuk itu tetap bersyukur saat menerima rejeki sedikit dan Allah pasti akan menambahnya lagi. Apalagi kalau sedang dapat rejeki lebih, wajib tuh bersyukur dan berbagi.
    Walaupun masih bujangan, jangan takut dengan bayangan AD/ART karena rejeki insyaAlloh akan dataang dari arah manapun.

    Salam Senyuum. .. ^_*

    BalasHapus
  14. keberkahan rejeki bukan diukur dari jumlah yang diperoleh, tapi dari cara mendapatkan dan penggunaannya juga

    mantabs surantabs

    BalasHapus
    Balasan
    1. ben nyaman ongguh e'kakan nggih Kang?

      Hapus
  15. berkah yang kita rasakan bukan tergantung dari besar kecilnya rejeki yang kita peroleh ya uncle, tapi tergantung dari bagaimana kita mensyukuri nya ya.....

    BalasHapus
  16. rejeki halal dan barokah jadi daging yang indah, maksudnya daging itu setiap sel nya akan diliputi rasa syukur yang tercurahkan untuk melakukan banyak kebaikan dan ketaatan, maka hasilnya baik tindakan, pemikiran maupun gerakan akan menjadi kelegaan rasa bagi dirinya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener kang.. Halal gak akan membuat diri kita kepikiran

      Hapus
  17. sedikit asal bermanfaat, tapi pengennya sich besar dan berkah.he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya kita tidak hanya sebatas qona'ah pasrah tapi terus ikhtiar mencari.. matur nuwun mas

      Hapus
  18. suuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa................ benerrrrr uncle.... klo kt slalu bersyukur atas rejeki dari Allah, Insya Allah berkah, dan Allah akan selalu mencukupkannya... :)
    cari rejeki seolah2 kt akan hidup terus ya uncle.... n ibadah smkn rajin, seolah2 kt dekat dg maut.... :)
    smoga menang kontesnyaaaaaaaaaaaaa............................

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuih.. komene rek.. puaaaaaaaanjaaaaaaaang hehehe

      Hapus
  19. komennya ga bs panjabg panjang...

    jempol aja deh ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-kali pakai stempel dong Mi

      Hapus
  20. yang penting memang mensyukuri ya mas, sekecil apapun rejeki itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak.. mensykuri semua yang diberi Tuhan apapun itu..

      Matur nuwun mbak Ely

      Hapus
  21. terkadang aku terheran-heran melihat orang yang suka pindah-pindah tempat kerja sementara dia tidak mempunyai keahlian tersendiri yang lebih dari yang dimiliki orang lain....kalo siap pengen keluar masuk tempat kerja, harus perlengkapi diri dengan keahlian yang lebih,

    BalasHapus
    Balasan
    1. bekerja tanpa diiringi sebuah bekal skil akan menyiksa diri sendiri ya pak

      Hapus
  22. Ngapusyiii... yen mung 600ewu... Lah sabetane? :D

    Ajarin qona'ah, Kaaaaang. Serius...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha nyabet jemuran sebelah yo kang

      Hapus
  23. keren postingannya mas..
    iyah saya setuju tuh..rezeki harus dijemput..tinggal bagaimana cara menjemputnya, mau halal atau tidak halal. Seberapa pun memang harus disyukuri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk sama-sama kita jemput rejeki itu mas Dan

      Hapus
  24. artikelnya bagus.. ikut lomba ya?? blognya dah saya follow#208 minta follbeknya ya.. salam kenal..

    BalasHapus
  25. berapapun rezeqi nyang kite dapet, smuanye emang kudu sukuri.. cakep dah nih postingan :D

    BalasHapus
  26. setuju banget uncle
    berapapun rezeki yg qta terima kalau diterima dgn penuh syukur dan ikhlas pasti akan membawa keberkahan
    dan yg terpenting rezeki yg qta didptkan dr rezeki halal
    pasti akan membawa keberkahan yg amat sangat di sekujur darah yg mengalir pd tubuh qta

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar kecil asal halal, insya ALLAH dimakan akan menjadi daging penuh keberkahan mbak

      Hapus
  27. ada yg kelupaaaaan.....
    sukses ya uncle dgn kontesnya
    aq dukung artikel ini yg akan menang....

    BalasHapus
  28. Subhanalloh isi artikelnya mantap! saya selalu berdoa ubtuk menjadi orang yg berkecukupan bukan orang kaya. karena orang kaya belum tentu berkecukupan. :)

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya ALLAH kalau saya bisa akan berpartisipasi mas.. sukses buat lombanya ya

      Hapus
  29. alhamdulillah semoga seberapa besar rejeki yang ada namun berkah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. sukses buat usaha anda mas

      Hapus
  30. aku juga ga pengen muluk muluk ah
    biar cukup asal enak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... sing penting bisa membuat tidur nyenyak Kang Rawins :)

      Hapus
  31. syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, mas Lozz Akbar ojo lali yo, bunda tunggu postinganmu di http://sumiyati-raditcelluler.blogspot.com/2012/06/kontes-blog-review-sumiyati.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. piye ya.. gak bisa janji ikutan nih Bunda..banyak kegiatan nih di dunia nyata. tapi coba saya usahakan ya

      sukses buat kontesnya Bunda

      Hapus
  32. kl kata mamah sy, rejeki sekecil apapun kalo kita selalu bersyukur akan selalu berkah..

    Dan kl kt sy, uang itu gimana kita mengaturnya.. Biar kecil asal kita pinter ngaturnya aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener Teh.. manajemen duit juga penting ya

      Hapus
  33. Wah, wah...apik tenan iki, Lozz...saya sampe bolak balik manthuk-mantuhk pas baca postingan ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah mbak Irma ngantuk tuh, baca ampek manthuk-manthuk hehehe

      makasih mbak

      Hapus
  34. Lama tidak mampir disini, ternyata tulisan cak essip tambah enak dan renyah. :D

    Aku juga sering ditanya dengan teman kerja (yang sudah akrab luar dalam) tentang masalah salery dari tempat kerja sekarang. Malah ada yang ngajak demo dengan menghadap kepala cabang. Namun ajakan itu tidak pernah aku hiraukan malah sebuah wejangan selalu keluar dari bibir ku yang tidak seksi. "Rejeki itu tergantung dari bagaimana kita mensyukuri. Kalau dibilang kurang, mestinya aku merasa kurang semenjak beberapa tahun yang lalu. Namun rejeki yang aku dapatkan ituaku syuluri saja" begitu selalu aku sampaikan. Tidak membuat puas sih jawaban itu tapi setidaknya bisa sedikit meredam panas di hati orang yang mau demo.


    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus