Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 03 Juli 2012

Giveaway Azzet: Kok Bisa Saya Menulis?


Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah pertanyaan dari brade Zey perihal "Bagaimana anda menulis?". Sebuah pertanyaan yang seharusnya saya jawab melalui postingan di blognya. Tapi berhubung saya murid yang bandel, biar saja deh saya jawab pertanyaan itu disini. Biar  pak guru Zey sendiri yang merangkum dan mengambil kesimpulan dari isi postingan ini. Yah, itung-itung ngasih kerjaan balik buat dia hehehe.

"Bagaimana anda menulis?", sebuah pertanyaan yang sebenarnya saya sendiri bingung untuk menjawabnya. Betapa tidak,  sebab sampai saat ini saya pun  masih bertanya-tanya "kok bisa saya nulis?. Dulu tak sedikitpun ada dalam benak saya, jika kegiatan tulis menulis nantinya akan menjadi bagian dari hari-hari saya. Bahkan terus terang, saya dulu begitu acuh manakala mendapati seorang teman pacar tengah melakukan aktifitas yang satu ini. Tapi kini ada sesuatu yang ajaib bin aneh terjadi pada diri saya. Yah, saat ini saya telah menjadi seorang blogger!. Sekarang justru saya sedang berbalik menggemari sesuatu yang dulu kurang begitu disukai.

Niat, percaya diri dan mau untuk belajar,  itulah modal awal saya ketika memasuki ranah blogsphere ini. Latar belakang yang bukan penikmat sastra novela  sering saya jadikan alasan klasik saat dulu Masbro mengajak saya agar mau juga berkarya melalui blog.  Namun setelah dipikir-pikir saya hanya butuh sebuah niat untuk memulai semua itu. Sebab bagaimana saya bisa menemukan "sesuatu" yang ada pada diri jika saya tidak berusaha menggali?.

Untuk menjadi "sesuatu" tentu saja dibutuhkan sebuah proses untuk meraihnya. Sesuatu itu juga tak bisa didapat secara instan. Butuh jam terbang  serta latihan. Soal hasil biarlah Sang Pemilik Ilmu yang nantinya tentukan. Demikian halnya menjadi blogger, tentu saja saya harus mau pula sabar dan istiqomah berproses di dalamnya. Belajar dan terus belajar itulah yang harus saya lakukan. Membaca dan mengamati tulisan orang lain lalu mempelajarinya serta membandingkan dengan tulisan saya. Semua itu saya lakukan hingga akhirnya saya menemukan pakem yang pas dengan gaya penulisan saya.

Selama mampu saya pun  sering berpartisipasi dalam kompetisi macam giveaway dan kontes yang ada di ranah blogsphere ini. Bukan hanya sekedar mencari sebuah prestasi, tapi juga sebagai ajang bagi saya untuk mengasah kemampuan serta meningkatkan rasa percaya diri. Lalu hasilnya? wow sungguh ruaaar biasa!. Jika dulu saya sempat bertanya tentang "Apa yang harus kutuliskan?", sekarang justru saya tak pernah menyangka jika sudah lebih dari 170 artikel yang telah saya tuliskan.

Nah jika tak punya latar belakang sastra dan penikmat novela, kok bisa ya saya menulis?. Hmm.. mungkin karena di dunia nyata saya terbiasa menjadikan jagongan sebagai sebuah budaya. Makanya jangan heran jika tulisan-tulisan saya terkesan mblarah ngalor ngidul layaknya orang ngobrol di warung kopi hehehe. Mungkin pula karena saya pernah menjadi seorang pandusiar amatir yang terbiasa berdialog dengan pendengar melalui corong mikrophone, jadi saya pun tidak terlalu kesulitan untuk menuangkan apa yang ada dalam benak saya ke dalam bentuk tulisan. Tapi saya rasa semua itu hanyalah faktor kecil yang mempermudah saya saat belajar menulis. Intinya selama kita tidak buta aksara, menulis adalah sebuah kegiatan yang bisa dilakukan bagi siapa saja.

Blog menurut saya adalah sebuah media untuk berbagi info, pengetahuan, ide/gagasan, opini atau mungkin curhatan yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Menulis bagi saya adalah salah satu wujud dialog antara saya dengan para pembaca. Saat menulis saya pun harus melakukan proses dialog pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum tulisan itu menjadi postingan. Sebuah proses dialog yang dilakukan untuk mempertanyakan  tentang  kejujuran dari apa yang saya tulis. Ketika saya menulis jika judi itu diharamkan, di dunia nyata saya pun harus mengatakan "tidak" pada segala macam jenis taruhan. Saya pun harus mengaplikasikan budaya membuang sampah di tempatnya, jika saya sudah mengajak pembaca untuk melakukannya.

Tulisan bagi saya juga bisa berfungsi sebagai self control sekaligus belajar untuk jujur pada diri sendiri. Tulisan itulah yang sebenarnya bisa mengingatkan, menegur atau bahkan melakukan sebuah protes pada hati kita tentang keselarasan tulisan kita dengan kehidupan nyata. Itulah sisi lain yang bisa kita temukan dari kegiatan menulis. Sebuah nilai kejujuran yang hanya bisa diketahui oleh Tuhan dan anda sendiri sebagai penulisnya.

Dulur blogger, netter atau mungkin anda para Facebooker, menulis adalah sebuah perkara yang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sekarang cobalah tanya pada diri anda, apakah anda sudah terbiasa menulis status di FB?. Apakah anda merasakan sensasi suka ketika status anda direspon komen oleh orang lain?. Jika saja anda sudah terbiasa dengan semua itu, saya rasa itulah modal awal anda untuk menjadi seorang blogger. Yang menjadi pe-er sekarang hanyalah soal kemauan  untuk menanggalkan "zona enggan" yang ada pada diri anda. Tak ada salahnya jika anda mencoba resep saya di atas. Mantapkan niat dengan Bismillah, percaya pada diri sendiri serta mau belajar, Insya ALLAH dan saya yakin kelak anda pun akan  bertanya pada diri sendiri "Kok bisa saya menulis?".

 Tulisan ini diikutkan pada kontes Betapa Senangnya Ngeblog dan disponsori oleh Mahabbah.