Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 27 Juli 2012

Silakan Anda Makan, Saya Pasti Ikutan Kenyang


 "Ada diantara anda yang mau saya traktir acara bakar-bakar ikan?"

Jika saja pertanyaan di atas saya tawarkan kepada anda, saya yakin banyak diantara anda yang mengatakan*ya dan mau dengan tawaran itu. Lantas bagaimana halnya pertanyaan itu ditujukan buat saya?. Hmm mungkin saya juga akan mengatakan "Ya" mengikuti acaranya, tapi saya tak mau memakan ikannya. Betapa tidak, hingga sejauh ini lidah saya masih saja antipati terhadap sebagian besar kuliner dengan bahan baku ikan laut.

Sebenarnya tak semua kuliner yang berasal dari laut saya enggan memakannya. Ada juga ikan-ikan laut  yang justru menjadi kegemaran saya. Teri, ikan asin kecil, udang kecil, cumi kecil, pokoknya ikan berukuran kecil kemungkinan besar lidah saya akan mau berkompromi pula. Itulah alasan kenapa dalam setiap acara bakar-bakar ikan, saya hanya menjadi seorang penggembira dalam acara tersebut.

Pada tanggal 15 Juli kemarin salah satu adik pencinta alam saya yang bernama Tarno genap berusia 29 tahun. Acara bakar-bakar ikan pun digelar untuk memperingati hari jadi adik saya tersebut. Seperti halnya acara bakar-bakar ikan sebelumnya, di acara ini tentu saja saya masih menjadi seorang penonton dan hanya bisa menatap ikan-ikan tongkol berukuran besar itu ludes dihajar adik-adik saya.

Lantas apakah saya bisa merasa senang di acara makan-makan yang sebenarnya tidak melibatkan lidah saya untuk ikutan bergoyang? Apakah saya merasa kenyang padahal tak secuil pun daging tongkol yang saya cicipi di acara tersebut? Hmmm..kenapa tidak?. Rasa kenyang bisa jadi tak bisa saya rasakan di dalam perut saya, tapi ada sebuah "rasa kenyang" lain yang saat itu saya rasakan. Saya merasa kenyang saat melihat sebagian besar adik-adik saya bisa berkumpul dan makan bareng-bareng di acara itu. Saxa merasa senang karena bisa ikut larut dalam kebahagiaan yang dirasakan Tarno di hari ultahnya. Yah, kenyang dan senang karena bisa merasakan suasana hangat yang penuh kebersamaan itu.

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita melihat kebahagiaan atas keberhasilan yang dicapai orang lain. Namun adakalanya ada sebuah perasaan apatis atau bahkan tidak senang atas kebahagiaan yang mereka terima. Bahkan seringkali pula kita menginginkan kebahagiaan yang orang lain terima segera berlalu dari mereka. Yah, inilah yang disebut  iri dengki. Sebuah penyakit hati yang sebenarnya menyiksa diri sendiri. Padahal jika kita mau kita bisa mencari celah kebahagiaan pula dari rasa bahagia yang orang lain rasakan.

Ikut larut dalam kebahagiaan orang lain. Turut senang dengan apa yang mereka rasakan. Yah, itulah celah kebahagiaan yang sebenarnya bisa dapatkan seperti halnya saat saya turut merasa senang di acara bakar-bakar ikan tadi. Saat orang lain merasakan bahagia, cobalah untuk larut pula dalam kebahagiaan mereka. Ucapkan alhamdulillah, jika perlu doakan, Insya ALLAH energi kebahagiaan mereka akan menular pada diri kita. Ketika orang lain memperoleh keberhasilan/kesuksesan, jangan segan mengucapkan selamat. Ikutlah tertawa seperti mereka, insya ALLAH kemenangan mereka akan menjadi milik kita pula.

Kebahagiaan orang lain itu ibarat sebuah sebuah pohon besar yang tegak berdiri. Sebuah pohon besar yang coba kita robohkan dengan tangan kita. Mencoba memukuli batangnya secara bertubi-tubi. Jika perlu dengan sekuat tenaga kita cabut pohon itu hingga ke akarnya. Tapi apa yang terjadi? tentu saja tangan kita sendiri yang akan tercedarai. Yah, itulah perumpaan sifat iri dan dengki. Sebuah penyakit hati yang akan membuat diri kita tersiksa sendiri.

Nah dulur blogger, bagaimana dengan anda? sudahkah anda mencari celah kebahagiaan itu hari ini?.


sumber gambar DISINI