Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 10 Agustus 2012

Biarkan Saja Galau Itu Ada

Hari ini banyak sekali saya melihat status-status galau di dinding Facebook teman-teman saya. Berbagai macam kegalauan hati coba mereka lampiaskan lewat dinding-dinding reklame maya mereka. Ada yang sedang galau dengan persoalan hidup dan pekerjaannya. Ada pula yang terlihat saling serang menyerang status galau dengan pasangannya. Seakan dinding Facebook itu menjadi ajang perang urat syaraf bagi mereka di dunia maya. Bahkan ada yang lebih lucu ketika saya membaca status FB adik saya yang menjadi galau gara-gara memandang foto profil Facebook seseorang hahaha.

Senada dengan dunia maya, di dunia nyata pun galau juga sedang melanda orang-orang di sekitar saya. Ada adik saya yang merasa galau karena pekerjaannya seolah sia-sia, sebab gaji yang dia dapat perbulannya sebagian besar harus disetor ke kasir dealer sepeda motornya. Ada yang merasa galau memikirkan harga barang kebutuhan yang akan meningkat tajam menjelang lebaran. pusing harus memikirkan jika minggu ini harus bisa membeli pakaian baru buat anak istri.  Lantas bagaimana halnya dengan saya? Ya, hari ini saya pun mulai merasa galau, sebab hingga malam minggu besok belum ada satu wanita pun yang mendapat jatah wajib lapor akhir pekan dari saya.

Galau ada di mana-mana dan bisa terjadi pada siapa saja. Pada diri saya, anda dan juga pada mereka. Galau sebenarnya sudah ada sejak jamannya Adam Hawa.  Sumpek..! Yah, itulah istilah keren orang-orang tua kita sebelum kata galau menjadi ngetrend di kalangan anak muda.

Sampai kapan pun rasa galau akan selalu ada di dunia. Tanpa perlu kita memberi suaka layaknya Harimau Jawa, galau akan senantiasa lestari di hati manusia. Galau adalah sebuah permainan membolak-balikkan hati buah mahakarya Illahi. Sebuah perasaan yang datang tanpa diundang lalu pergi pula tanpa permisi.

Galau sebenarnya adalah sebuah perasaan yang tak perlu kita takuti. Sebab lewat perasaan itulah kita bisa belajar untuk mensyukuri setiap nikmat yang ALLAH berikan. Galau pada dasarnya sebuah harmonisasi yang begitu indah dalam kehidupan kita. Yah,  bayangkan andai saja dalam hidup ini cuma ada rasa senang dan bahagia, tentu saja kita tak akan pernah bisa menikmati arti dari rasa bahagia. Bayangkan pula andai rejeki itu adalah sesuatu yang gampang kita cari, tentu saja sesen pun tak akan bisa membuat kita tersenyum berseri. Harus ada naik turun dalam hidup ini. Harus ada penyeimbang agar hidup kita menjadi lebih berwarna. Dan penyeimbang itu salah satunya bernama GALAU.

Jangan pernah takut saat anda dilanda galau gulana. Syukuri jika perasaan itu tiba-tiba muncul di hati. Sebab itu sebuah tanda jika hati kita masih bisa peka dalam hal merasa. Tapi jangan sampai galau terlalu lama kita pelihara. Jangan sampai pula kita "lau megalau". Menjadi orang yang berpura-pura galau dan suka merekayasa sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.

Optimis dan percayalah jika galau hanya perasaan sesaat saja. Sekuat apa pun badai galau yang melanda hati, insya ALLAH suatu saat akan beranjak pergi. Dan di saat itulah baru kita bisa merasakan betapa nikmatnya ketika lidah ini  mengucap kalimat indah  ALHAMDULILLAH.

sumber gambar : http://www.inioke.com/