Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 26 September 2012

Andai Perempuan Dalam Foto Itu Embahmu


Selain saling komen status, aktifitas lain yang sering dilakukan para Facebooker adalah berbagi jempol dan saling colek antar teman. Ada lagi aktifitas men-tag foto dengan tujuan agar orang lain intens dan nimbrung berkomentar pada foto yang kita tag tersebut.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menerima sebuah tag foto dari salah satu teman Facebook. Sebuah foto yang seketika itu juga saya hapus sekaligus meremove si pengirimnya dari daftar teman FB saya. Terus terang saya merasa mangkel dengan foto yang dikirim si teman tersebut. Selain saya merasa tidak begitu akrab dengan teman tersebut, saya pun merasa risih dengan foto yang dikirim buat saya tersebut. Betapa tidak, foto itu berisi gambar wanita bule yang terlihat sedang menikmati es krim berbentuk (maaf) kelamin laki-laki. Lebih heran lagi setelah saya amati si pengirim foto tersebut ternyata adalah blogger. Sebuah predikat yang harusnya lebih tahu  cara beretika ketika di dunia maya.

Pernah pula suatu hari saya melihat sebuah foto melalui beranda Facebook.  Meski sekarang saya tak masuk dalam tag foto tersebut, tapi cukup  membuat saya merasa gerah. Foto itu lumayan mendapat komentar dari orang-orang. Rata-rata komentar kebanyakan menertawakan isi dalam foto tersebut. Padahal menurut saya tidak ada sesuatu yang lucu untuk dibuat bahan tertawa. Bagaimana saya bisa ikut tertawa jika obyek dalam foto itu adalah seorang perempuan tua? Yah, sebuah perempuan tua yang dijahili lewat teknologi bernama photoshop, Mempermak perempuan tua itu seakan memakai pakaian minim nan sexy dan berpose di cover majalah dewasa.

Sempat saya berpikir apakah selera humor saya begitu rendah, hingga foto seperti itu saja saya jadikan sebagai masalah. Entahlah, saya  merasa prihatin jika karena sebuah dalih guyonan di dunia maya, orang tua yang dijadikan pesakitan untuk ditertawakan. Saya rasa adalah hal yang wajar jika obyek dalam foto itu adalah seorang komedian. Namun untuk foto itu, hati kecil saya berkata jika itu adalah tindakan kurang ajar.

Nurani saya ketika itu mengatakan apa jadinya andai saja wanita dalam foto itu emak atau embah saya? Yah, banyak orang berpikir jika dunia maya hanyalah sebatas dunia maya. Padahal kita tahu jika para pelakunya adalah manusia-manusia nyata. Sekali saja kita memasukkan foto ke dunia maya, so pasti seluruh dunia nyata akan tahu keberadaanya. Lantas bagaimana halnya jika foto itu dilihat oleh anak atau keluarga wanita tua tersebut? Apa mereka tidak nelangsa melihat orang tua yang sangat mereka hormati sekarang justru  dijadikan obyek komedi?

Dulur blogger, kecuali gambar porno, saya rasa tak ada aturan etika tertentu yang diterapkan oleh Facebook. Semoga saja nurani senantiasa menjadi sebuah kontrol diri saat kita melakukan aktifitas apa pun di Facebook. Dunia maya memang benar adanya, tapi tetap harus ada etika dan tata krama saat kita berinteraksi di dalamnya. Apalagi sebagai orang timur tentu saja kita diwajibkan untuk menghormati para orang tua. Muliakanlah  orang tua, insya ALLAH saat usia kita senja yang muda pun akan menyayangi kita.

sumber gambar : blogkaji.com