Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 20 September 2012

Jangan Lupa Password Facebooknya


Selain membuat, seringkali saya diminta bantuan  user warnet tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan akun Facebooknya. Dari cara mengupload foto hingga  cara mengunggah video.  Ada yang lupa password, namun ada pula yang justru ingin menonaktifkan akunnya, dengan alasan akun-akun itu telah membuatnya sewot.  Bahkan ada pula yang gara-gara keranjingan game poker lalu meminta saya  membobol akun FB orang untuk mengeruk semua isi chip di dalamnya. Sebuah permintaan yang tak pernah  sedikitpun saya tanggapi. Sebab saya tak pernah tertarik sama sekali dengan berbagai jenis judi, sekalipun mengatasnamakan permainan. Sebuah bahasan yang dulu pernah pula saya tulis di artikel berjudul "Asal Jadi Daging".

Beberapa hari yang lalu saya melihat sesuatu yang janggal dalam status salah satu teman FB saya. Sebut saja namanya Nona, seorang pelanggan yang kebetulan rumahnya ada di depan warnet tempat kerja saya.

"Aku pingin nge**x"

Itulah status yang saat itu muncul di FB cewek aduhai itu. Sebuah status dan juga foto-foto "suit-suit" yang  membuat siapa saja mengerutkan dahi ketika melihatnya. Isi status yang tentu saja spontan mengundang para serigala dunia maya untuk nimbrung mengomentarinya.

Saya yakin Facebook si Nona saat itu terkena hack oleh orang-orang tak bertanggungjawab. Akhirnya saya pun melakukan crosscheck dengan mengirimkan sebuah SMS kepada Nona. Mempertanyakan tentang status yang saat itu muncul di FB dia. Ternyata tepat dugaan saya, jika FB Nona  terkena hack. Si Nona panik lalu meminta saya  mengatasi masalah yang ada di FBnya tersebut dengan segera.

Lewat teori-teori yang diperoleh di Universitas Dunia Maya, dengan singkat saya bisa mengambil alih kembali kendali FB tersebut. Email baru lalu saya buat sebagai antisipasi agar FB itu tak dihack kembali. Seperti biasanya disetiap membuatkan akun untuk orang lain, saya selalu memberinya sebuah  password "khas". Sebuah password awal yang sederhana dan gampang diingat. Dan biasanya setelah itu si pemilik akun saya sarankan untuk mengganti passwordnya sendiri.

Lewat SMS, email baru itu lalu saya kirim ke Nona. Dalam pesan singkat itu saya pun berpesan pada Nona, "Janganlupa password Facebooknya". Selang beberapa menit kemudian si Nona membalas pesan singkat itu. Dia mengeluh karena masih belum bisa membuka akun FB-nya dan menanyakan ulang email dan password baru Facebook dia. Segera saya forward isi SMS saya yang terakhir dan untuk kedua kalinya saya kirim SMS dengan isi yang sama kepada Nona. Lagi-lagi si Nona membalas dengan keluhan yang sama, "Aku belum bisa buka FB-nya mas!".

Aneh?, begitu pikir saya. Padahal saat diakses dari tempat saya FB itu nampak normal dan baik-baik saja. Bahkan saat itu saya sedang asyik mengintip memeriksa satu demi foto Nona di dalam albumnya. Lumayan deh buat tombo ngantuk hahaha. Enggak kok, sebenarnya saya cuma memastikan  album FB nona steril dari foto-foto tak patut yang disusupkan si hacker ke dalamnya. Jadi enggak salah kan kalau Satpam Dunia Maya sedikit protektif kepada pelanggannya? (alasan)

Akhirnya saya pun mengetahui letak permasalahan yang terjadi saat itu. Bukan terletak pada email atau karena password baru. Bukan pula karena ulah si hacker yang mengambil alih kembali kendali FB itu. Semua masalah terjadi karena si Nona salah mengartikan isi SMS yang saya kirimkan tadi.

"Janganlupa"

Yah, itulah password baru dari FB Nona. Biang keladi dari engkel-engkelan yang terjadi lewat SMS kami malam itu. Nona...oh Nona, Jika isi SMS-ku saja kau tak mampu menerjemahkannya, bagaimana jika suatu hari nanti aku kirimkan pesan-pesan cinta lewat hati? hahaha.