Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Sabtu, 29 September 2012

Sejenak Saya Ingin Bernostalgia

Sedari kemarin aktifitas blogging lebih banyak saya habiskan dengan mengubek-ubek isi blog saya. Maklum, hari ini Essip genap berusia dua tahun. Sejenak saya ingin bernostalgia dengan melakukan napak tilas, mengujungi satu persatu blog yang dulu pernah meninggalkan kenangan berupa komen di rumah maya ini.

Sungguh sayang, kebanyakan blog-blog tersebut sekarang sudah nampak tak berpenghuni. Kalau pun ada, disitu  hanya bisa temui hidangan yang bisa dikatakan sudah basi. Mungkin saja karena kesibukan offline membuat empunya  tak sadar jika rumah mayanya sekarang sudah banyak ditumbuhi rumput dan ilalang. Bahkan ada pula blog-blog yang sekarang terasa asing bagi saya. Yah, blog-blog yang dulu begitu mudah saya cerna satu persatu kalimatnya, sekarang telah menjadi blog dengan bahasa yang sulit saya mengerti. Apakah  pemiliknya sedang menggadaikan blog itu ke orang asing? Atau mungkin blog itu sekarang sudah berpindah tangan menjadi milik orang lain? Entahlah, yang jelas saya harus berterima kasih kepada mereka, sebab bagaimanapun juga mereka adalah bagian sejarah dari perjalanan blog ini.

Iseng-iseng saya pun membuka kembali tulisan-tulisan lama. Membaca tulisan pertama saya yang berjudul "Apa Yang Harus Kutuliskan...?". Sebuah posting perdana yang berisi kegamangan hati ketika pertama kali menulis membuat blog ini. Saya tahu membuat blog adalah perkara yang mudah bagi saya, tapi saya ragu dengan kemampuan diri dan konsistensi saya untuk mengisinya dengan tulisan. Di posting itulah saya coba mantapkan niat sekaligus menyemangati diri sendiri.

Dulu ketika blog ini masih sepi, saya teringat dengan seorang lelaki yang nampak mondar-mandir mengisi kotak komen disini. Seorang lelaki yang di gravatarnya nampak memegang sebuah gitar kecil.  Seakan dengan gitar kecilnya dia bernyanyi dan menyemangati diri saya untuk tak pernah berhenti berkarya di dunia maya. Alhamdulillah, lelaki itu pun sekarang masih seperti  dua tahun yang lalu, seperti halnya saya hingga sekarang ini. Meski kadang jenuh  melanda, tapi saya masih mampu mondar mandir dari blog satu je blog yang lainnya. Meski kadang letih mendera, tapi hingga detik ini saya masih bangga jika blogger menjadi pilihan hidup saya.

Memang benar adanya jika blog adalah sebuah investasi nostalgia bagi pemiliknya. Begitu halnya yang saya rasakan ketika membaca tulisan-tulisan lama  di blog ini.  Setiap posting disitu menyimpan sebuah kenangan yang tak bisa dilupakan. Seakan memutar balik arah jarum jam dan menceritakan kembali fragmen cerita yang terjadi di setiap postingannya.

Ada yang datang, ada pula yang pergi. pergi berlalu dan meninggalkan sebuah cap bernama rindu.
Saya  rindu Dasrun dengan segala kehebohannya.  Rindu Kak Jumialely, tukang aduk kopi Warung Blogger yang mungkin sekarang sudah sibuk mengaduk kopi buat my husbandnya. Rindu  seorang bocah bernama Vania, yang karena dongeng pengantar tidurnya membuat saya merasa begitu dekat dengan anak-anak blogger lainnya. Itulah yang terjadi hingga detik ini. Saya masih bertahan di blogsphere ini, tapi ada pula yang pergi tanpa pernah  tahu kapan mereka akan kembali. Entahlah, saya sendiri pun tak tahu sampai kapan saya masih bisa terus berkarya di dunia maya.

Hari ini ada sebuah kado spesial yang saya dapatkan dari mbak Evi sebagai ultah Essip






Wow..! sebuah komen biasa, tapi sungguh luar biasa bagi saya. Bagi saya itulah kado spesial di ultah Essip yang kedua ini. Meski saya tahu  mbak Evi tak sedikitpun menyinggung posting-posting saya sebelumnya. Meski saya pun tak pernah meniatkan posting itu untuk memperolok orang. Tiada pula olah karya gambar yang saya niatkan untuk menertawakan orang, tapi bagi saya itu sudah cukup menjadi koreksi buat perjalanan blog ini selanjutnya

Matur nuwun mbak Evi, karena komen anda ultah Essip begitu menjadi spesial hari ini. Seakan saya dijewer seorang kakak karena melakukan sebuah blunder pada posting sebelumnya. Insya ALLAH, saya akan terus belajar dan berbenah untuk dewasa. Bagi saya Essip bukan hanya sepertiga cerita hidup saya, tapi Essip merupakan salah satu media untuk membenahi diri saya di kehidupan nyata.

Dulur blogger, matur nuwun untuk apresiasi dan cinta yang telah anda berikan untuk Essip di dua tahun yang penuh kehangatan ini. Mohon maaf jika mungkin ada khilaf melalui komen atau tulisan. Dua tahun yang lalu Essip hanyalah sebuah rumah kosong dengan penerangan seadanya, tapi sungguh saya tidak menyangka jika detik ini rumah itu telah berubah menjadi rumah sederhana dan lebih bercahaya. Yah, lebih bercahaya karena warna-warni yang datang dari pelita anda semua.

Note : Mohon maaf jika tidak ada giveaway yang bisa saya gelar (nunggu saya bayaran pertama dari adsense dulu ya hahaha). Mohon maaf pula jika tidak ada award yang bisa saya bagikan (ora iso photoshop). Mungkin lagu dibawah ini dulu sebagai pengganti giveaway dan award di ultah Essip. 

Monggo jika berkenan silakan diunduh untuk dinikmati. Seperti halnya lirik lagu itu, teruslah menulis semua yang manis. Teruslah berbagi karena itu tak akan membuat anda merugi. Ai Lophe Yu All dulur..!