Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 24 September 2012

Sudah Aman dan Nyamankah Anda Bermain Facebook?

Dari hasil pengamatan saya di kantor kerja warnet, Facebook hingga saat ini masih menjadi situs primadona  para user di warnet saya. Jejaring sosial ini seakan telah menjadi situs wajib yang harus mereka buka ketika berselancar di dunia maya. Facebook seakan telah menjadi sebuah gaya hidup anak-anak muda sekarang.  Sebagai legitimasi katanya, agar status mereka sebagai anak gaul diakui keberadaannya. Sebagai tempat untuk menyalurkan emosi, padahal sebenarnya hanya untuk mencari sebuah sensasi. Ada pula yang menjadikan Facebook sebagai tempat yang nyaman untuk menumpahkan semua curhat, meski terkadang semua itu salah alamat. Yah, itulah Facebook, sebuah virus adiktif yang bisa menggerogoti sisi psikologis pemakainya dengan begitu aktif.

Tak hanya yang muda, yang tua pun tak mau kalah ketinggalan menjadi penganut Zuckerisme. Bagi mereka yang baru saja mengenal teknologi bernama internet, tentunya Facebook adalah pernak-pernik dunia maya yang begitu mudah dipahami. Facebook seolah menawarkan kesenangan sekaligus  membujuk diri untuk terus menerus memainkannya lagi.

Apa benar  Facebook itu bisa memberi kita sebuah kesenangan? Apa benar dengan melampiaskan emosi lewat sebuah status, semua masalah akan berakhir dengan mulus? Apa benar ketika semua curhat-curhat itu usai ditumpahkan akan membuat diri kita nyaman? Hmmm, saya rasa semua jawabannya ada pada masing-masing pelakunya.

Menjadi Facebooker  juga butuh kesiapan mental dan sikap bijak saat mengoperasikannya. Siap mental berarti kita harus siap bertemu dengan berbagai macam karakter orang. Perlu pula menjaga diri dan pandai  menempatkan  posisi di tengah masyarakat maya tersebut. Bukan berarti kita harus bersikap jaim, tapi perlu pula kesadaran jika di kanan kiri kita ada tetangga yang sedang memperhatikan. Jangan sampai karena perilaku yang berlebihan saat Facebook-an, justru akan membuat orang lain tak merasa nyaman.

Bijak berarti tidak berlebihan dan memperlakukan Facebook dengan cara yang wajar. Sebab jika semuanya dilakukan dengan melebihi takaran, bisa jadi di kemudian hari ketidaknyamanan yang nantinya kita dapatkan. Pernah di suatu hari, di depan mata saya sendiri melihat seorang ibu muda berani menampar seorang suami. Alasannya cukup sederhana, karena si suami lebih memperhatikan  FB-nya daripada panggilan sang istri lewat ponselnya. Ada pula seorang rumah tangga yang nampak tak peduli dengan rengekan puteri kecilnya, gara-gara asyik chating dengan "pacar dunia maya-nya".

Mungkin itu hanya contoh kecil sebuah efek FB yang diperlakukan dengan cara tak wajar dan melebihi takaran. Situs jejaring sosial yang seharusnya bisa kita ambil sisi-sisi positifnya, sekarang malah memberi efek negatif akibat efek dari sikap tidak bijaksana saat memainkannya. Lebih parah lagi sekarang Facebook pun dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk kesenangan pribadi. Prostitusi terselubung, judi yang  mengatasnamakan game online. Banyak berkeliaran "srigala-srigala dunia maya" yang siap memangsa para wanita dengan bujuk rayunya. Ada pula grup-grup yang dijadikan media "cuci otak" yang  menyuntikkan sentimen SARA dengan dalih atas nama debat lintas agama.

Dulur blogger, itulah sebuah cerita tentang dunia baru bernama Facebook. Pernak-pernik dunia maya yang sekilas menawarkan manfaat dan kesenangan, tapi jika kita lengah bisa jadi kesusahan dan ketidaknyamanan yang kita dapatkan di kemudian hari. Semoga kita bisa memilah dan mengambil sisi manfaat dari Facebook. Tiada gading yang tak retak. Tiada yang sempurna pula di dunia maya ini. Yah, jika saja di kemudian hari anda sudah merasa tak nyaman dan aman dengan situs jejaring nomer wahid ini. Jangan ragu, abaikan atau lebih baik lupakan  saja akun Facebook itu. 


Note : buat mbak "Suit-suit ", lebih sayang mana? Akun Facebook anda atau hubungan anda?

sumber gambar : http://www.maherhackers.com/