Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Minggu, 27 Januari 2013

Suara Corong Masjid Itu....

Lagi-lagi corong masjid itu berbunyi kembali.  Bukan, kali ini bukan datang dari suara adzan. Senandung kalam illahi,  yang  lima kali sehari tiada henti diserukan. Bukan pula berisi pengumuman, jika hari ini kampungku mendapat giliran listrik padam. Orang bilang suara itu adalah "siaran Innalillahi". Sebagai pertanda jika ada salah satu dari kami yang pergi.

Tak tahu kenapa "siaran innalillahi" itu sekarang seringkali  terdengar. Padahal, rasanya belum terlalu lama nama Emak disebut-sebut di dalamnya. Kini, entah giliran siapa lagi yang harus memenuhi panggilan-NYA. Yang aku tahu saat ini aku juga sedang berada dalam daftar tunggu itu. Menunggu giliran namaku untuk dipanggil nanti. Meski hingga detik ini aku masih saja merasa belum siap menghadapinya. Tapi, mau atau tidak mau, suka ataupun tak suka, kelak  namaku pasti akan dipanggil pula melalui corong masjid itu.

Jika dirasa hidup ini berjalan begitu singkatnya. Sepertinya baru kemarin aku masih menjadi seorang bocah. Lelaki kecil yang gemar bermain ciprat air kali. Bertelanjang dada dengan riangnya.  Kadang pula nampak polos tiada sehelai benang, tanpa malu-malu. Kini lelaki kecil itu telah menjadi seorang lelaki dewasa, yang masih saja mau terbujuk nafsu dunia. Sekarang lelaki kecil itu  nampak pula begitu mesra berteman bisikan di kanan kirinya. Namun sayang, kadang lelaki itu lebih suka mengamini bujuk telinga kiri, dan tak mengindahkan bisik bidadari yang muncul di telinga kanan.

Itulah bisik rayu yang selalu tawarkan legit duniawi. Memburuku secara bertubi-tubi, tanpa ampun. Dengan segala  cara  hingga aku mau terpedaya. Tiada henti menyerang titik-titik fitrah dari berbagai  arah. Setiap waktu cuma itu yang dia lakukan. Sebab, hanya satu sebenarnya yang dia kehendaki. Aku mau mengangkat bendera putih tinggi-tinggi, itu saja. Selebihnya dia hanya tertawa lepas saat melihatku telah berlaku culas. Lalu berlalu begitu saja. Meninggalkan rasa sesal juga noda sebagai kenangan buatku. Yah, sebuah noda yang  kini menghias di pundak kiriku.

Duh GUSTI, harus dengan cara apa kubasuh semua noda yang telah ada. Harus bagaimana pula kukikis semua kerak di hati ini hingga habis. Ah, andai saja di dunia ada penyedia pulsa hidup manusia, mungkin aku akan membeli satu saja voucher geseknya. Agar  bisa menambah masa aktif usiaku, serta bangkit dari keterpurukan masa lalu itu. Tapi, kurasa itu adalah hal yang sia-sia belaka. Maut pasti kan datang tanpa perlu kita menjemput.  Menjadi tua adalah sebuah perkara yang tak sedetikpun kita mampu menghentikannya.
----------------

note : Met milad mbak Arie aka Mimi Radial. Semoga  sisa usiamu penuh barokah. Seperti halnya obrolan kita tempo hari yang lalu, aku berharap semoga kau bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya "jalan sorga" yang ada di kanan kirimu. Maaf jika tak ada kado spesial yang bisa kuhadiahkan. Mungkin hanya sebuah video sederhana saja yang mampu kuberikan. Sebagai tanda jabat tangan hangat dari seorang sahabat.

Sengaja kok aku membuatmu nesu karena tak turut perhelatan GA ultahmu. Bukan, bukan berarti aku tak mau larut dalam keceriaan hari jadimu. Tapi, aku hanya ingin menjadi seorang sahabat yang tak hanya ada saat kau ceria tertawa. Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan di hari isi ulang usiamu, terlebih buat diriku sendiri. Yah, sebagai renungan bersama, jika dengan bertambahnya usia, itu berarti akan semakin dekat pula corong masjid itu akan memanggil-manggil nama kita.




close




cbox




Sekilas Pariwara...

37 komentar:

  1. hahaha.....endi ono pulsa usia mas. :)

    BalasHapus
  2. Spesial untuk mimi radial. Semoga lebih baik dari tahun tahun yang lalu.
    Dan selamat merayakan HUT untuk mimi radial.
    MERDEKA


    BalasHapus
  3. Sangat jeru isi postingannya rekk, nah mumpung masih ada sisa pulsa kehidupan, tak ada salahnya sisa tersebut kita gunakan untuk SMS (Selalu Mengerjakan Sholat) dan menelpon memohon ampunanNya tiap tengah malam tiba :), ,

    Selamat ulang tahun buat Mimi Radial

    BalasHapus
  4. tersadarkan kang, karena selama ini saya hanya terjebak pada hal hal yg sifatnya seperti mau hidup seribu tahun lagi.

    BalasHapus
  5. sempet mikir apa hubungannya corong mesjid sm Mimi? Hehe.. Oh ternyata itu.. :D

    hadiah utk Mimi jadi renungan juga buat sy.. Thx ya uncle :)

    BalasHapus
  6. Wach Mimi pasti bahagia banget ya Uncle, dapat hadiah spesial ini :)

    BalasHapus
  7. Duh, kado terindah buat Mimi...

    Perenungan yang mendalam dari bang Lozz:-)

    Met ulang tahun yah Miiii:-)

    BalasHapus
  8. kita semua memang sedang menunggu giliran uncle... semoga selama " menunggu" itu kita bisa mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya ya.

    BalasHapus
  9. Kadonya special dan ngena banget uncle....
    Terimaksih sudah diingatkan melalui postingan ini :)

    BalasHapus
  10. mantep kadonya corong..
    haha

    BalasHapus
  11. nek ada yg jual pulsa itu aku di kasih tahu mas ... :D

    BalasHapus
  12. matur tengkyu kadonya kang :)
    terharu akuh huhuhu,,beneran selama ini hanya memikirkan hal2 duniawi yg ga prnh putus. ingin itu mau ini pengen sana , padhal tanpa disadari usia smkn bertambah sementara jatah hidup smkn berkurang. makasi renungannya.
    Tentang GA sempat terpikir mau nimpuk pake gunung kerinci....bete bgd :P
    Tapi kado istimewanya bikin hatiku luluh hohoho

    sekarang kita baikan kan ya,,,piss piss piss :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh...emangnya sedang musuhan ya... :)

      Hapus
  13. Met ultah mbak Mimi ya..
    eh ya, mas, kalo denger gitu kok merinding disko ya?

    BalasHapus
  14. sejuk uncle mendengarnya, malam hari pula

    BalasHapus
  15. Wow, sungguh ini kado yang syahdu uncle Lozz. Di hari jadi memang sejatinya usia seseorang berkurang ...

    BalasHapus
  16. Lelaki kecil yang gemar bermain ciprat air kali. Bertelanjang dada dengan riangnya. Kadang pula nampak polos tiada sehelai benang, tanpa malu-malu.

    Kalau sekarang gimana Mas? #eh :D

    BalasHapus
  17. Rasanya nyesek ya kalau pagi-pagi dengar berita Innalillah dari Langgar, seolah bumi ini juga ikut berduka. Semoga kita semua dipanggil dengan keadaan yang Husnul Khotimah, Amiin :)

    BalasHapus
  18. Assalamu'alaikum....
    (ngono ae sik ah) :D

    BalasHapus
  19. usia kita tak akan ada yg tau..
    apa kabar brader?

    BalasHapus
  20. mati memang menjadi misteri bagi kita semua ya... kami juga sudah kehilangan bapak asuh kami

    BalasHapus
  21. subhannallah ternyata bener2 terenyuh deh om, niar juga masuk salah satu deretan yang akan dipanggil namanya,

    eeh btw itu video nya kok bisa muncul beda gitu padahal kan yutub :D keren deh

    BalasHapus
  22. Sombonge rek, online tapi gak balesi koment.... :D

    BalasHapus
  23. Biarpun postingan ini gak menang, tapi saya yakin berhasil memenagkan hati Mimi... :D

    BalasHapus
  24. bener banget mas.. kita semua lagi pada-pada nunggu saat itu.. semoga kita bisa mendapatkan akhir yang baik ya aamiin :)

    BalasHapus
  25. Iya kita semua menunggu giliran untuk diumumkan, Kang. Tak bisa tidak dan tak bisa menghindar. Tapi tetap saja ngeri membayangkan kalau peristiwa itu datang :(

    BalasHapus
  26. Turut meneikmati kado spesial buat Mimi ya... sungguh perenungan yg indah...

    BalasHapus
  27. hidup itu singkat, maka jadikanlah hidup itu luarbiasa dengan mengisinya dengan amal kebaikan :)

    BalasHapus
  28. Kang.. tulisanmu bener2 mantep dan dalam. Sebuah tulisan yang sangat indah sebagai hadiah ultah. Keren...
    Terus terang, aku mau tak mau jadi kepikiran juga.. suatu saat namaku juga akan disebutkan melalui TOA musholla dekat rumahku.
    Makasih banget utk perenungannya ya.....

    BalasHapus
  29. Alhamdulillah, bila kita masih tinggal di lingkungan yang bisa terjangkau oleh suara corong masjid/musholla...
    Kita jadi sering2 diingatkan.

    BalasHapus
  30. *pukpuk*

    Suatu ketika, tak pernah tahu kapan. Tapi yang jelas itu rahasia Gusti Allah.

    O ya, Kang Lozz, ada yang minta dijemput http://asree84.wordpress.com/2013/02/06/sunshine-award/

    BalasHapus
  31. Duh, saya jadi ikutan introspeksi, Lozz...sudahkah usia saya dipakai untuk hal-hal yang berguna? Atau justru sebaliknya?
    Matur nuwun sudah diingatkan, dan mudah-mudahan Lozz di Jember juga selalu sehat dan bahagia...biarpun mungkin sedang tidak berulang tahun hari ini...hehehe, titip doa boleh kan?
    ;)

    BalasHapus
  32. kalo boleh tahu adminnya orang mana yah? salam kenal bro

    BalasHapus
  33. aku selalu merinding kalo mendengar suara pengunguman seperti ini. jadi ingat kapan lah waktunya gilira kita :")

    BalasHapus
  34. Dalem banget Uncle...aku jadi semakin mengenalmu, eheeem...
    Suara corong Masjid, Usia, Siap, sebuah kata yang semakin membuat diri ini 'seharusnya' semakin matang mengisi hidup.

    Keren tulisannya Uncle

    BalasHapus
  35. semoga mimi diberi kesembuhan..... :) *aamiin..

    BalasHapus