Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Kamis, 21 Februari 2013

Apa Perlu Sampah Diperingati?


Jika saja  ditanya kenapa saya tak begitu peduli budaya Valentine yang dirayakan di bulan Februari. Mungkin saya akan menjawabnya sederhana. Saya hanya merasa iri ! 

Saya iri kenapa  saat Valentine menjelang tiba, orang-orang  terlihat asyik membicarakannya. Saling perang argumen lewat status jejaring sosial masing-masing. Justru membuat budaya Valentine yang awalnya biasa-biasa saja, menjadi luar biasa karena terlalu banyak memperbincangkannya.  Padahal di bulan ini ada satu hari lagi yang sepertinya lebih patut dirayakan, tanpa perlu lagi diperdebatkan. Tanpa harus bersusah payah menyiapkan kado berupa cokelat atau gula-gula sebagai tanda cinta. Tapi, di hari itu kita pun berbicara soal cinta. Yah, tentang cinta kita pada alam raya. Tentang rasa peduli kita pada "sesuatu" yang kadang dianggap remeh, bahkan sering kita lupakan.

Sesuatu itu bernama SAMPAH. Hari itu adalah Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari, tepat hari ini.

Berawal dari tragedi longsor "gunung sampah" Leuwigajah delapan tahun silam. Akhirnya  21 Februari dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Bukan hanya sebatas memperingati tragedi yang merenggut kurang lebih 200 jiwa itu saja, tapi sebagai bentuk peringatan bagi kita semua jika persoalan sampah adalah sesuatu yang tak bisa ditunda-tunda.

Hingga hari ini sampah masih dianggap sebagai persoalan sepele bagi masyarakat kita. Rasa apatis pada diri pribadi itu pun akhirnya berkembang menjadi sebuah kebiasaan berjamaah di masyarakat kita. Sebuah kebiasaan kolektif untuk tak membuang sampah pada tempat semestinya. Padahal jika dipikir saat penghujan tiba sampah mereka seakan menjadi "the rising star" yang menjulang ke angkasa media. Jakarta, ibukota yang dikatakan tempatnya aneka kemegahan, seakan lumpuh bak kubangan. Hujan dan sampah, itulah yang disebut-sebut sebagai biang kejadian itu semua. Padahal letak kesalahan itu pada diri kita sendiri. Tentang cara kita mempersiapkan payung kala hujan tiba. Juga tentang perlakuan pada sampah-sampah yang kita dihasilkan.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk memperingati hari peduli sampah ini? Apa kita harus membuat sebuah gerakan sehari memungut sampah-sampah yang ada? Hmm.. jika seperti itu yang dilakukan, lantas apa beda kita dengan mereka yang merayakan Valentine karena ikut-ikutan? Saling berbagi cokelat setahun sekali. Lalu pergi dan lupa begitu saja.

Permasalahan sampah sebenarnya terletak pada kesadaran dan disiplin saja. Tentang kesadaran pribadi untuk membuang sampah pada tempat semestinya, hingga akhirnya menjadi kebiasaan dan budaya pada masyarakat kita. Mungkin hari ini bisa kita awali dengan memberikan sebuah perlakuan khusus pada sampah-sampah kita sendiri. Lalu kita tularkan ke kanan kiri secara terus menerus, yang akhirnya bisa menjadi sebuah kesadaran secara global.  Jika mau anda pun mungkin bisa berkreasi dengan sampah-sampah itu. Yah, mencoba sedikit berpikir tentang cara agar sampah yang dianggap tak berguna itu bisa memberi manfaat bagi kita
.
Dulur blogger, Yuk mulai sekarang kita budayakan disiplin dengan sampah kita, tanpa harus menunggu 21 Februari tiba. Sebab, penanganan sampah bukan hanya sebatas tugas dari aktifis lingkungan atau petugas kebersihan saja. Tapi, juga menjadi tanggung jawab kita semua, karena dari kita pula sampah-sampah itu ada. Tak harus menjadi relawan yang memungut sampah-sampah di jalan layaknya Sariban. Tapi, setidaknya mulai hari ini kita mau lebih peduli dan menahan diri untuk tak membuang sembarangan sampah-sampah itu lagi.  Salam lestari !


Tembusan :

Artikel ini saya persembahkan juga buat para calon Presiden, Gubernur, Bupati, Caleg, atau siapa saja penyelenggara negara. Bisakah sampean tak hanya sibuk membersihkan "sampah-sampah negara" saja, tapi apa sampean juga mampu menularkan kebiasaan membersihkan sampah yang baik dan benar pada masyarakat anda. Selamat Hari Sampah Nasional !

Sekilas Pariwara...

52 komentar:

  1. Nitip sendal dise' Uncle :)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Waduh kok malah jadi penitipan sendal dan sepatu kotak komennya? hahaha

      yo wis fasilitas mesti disediakan

      [im]http://ecx.images-amazon.com/images/I/518C2CKaCJL._AA160_.jpg[/im]

      Hapus
    2. gratis.. tis.. malah bonuis softdrink buat pemilik sepatu/sendal dengan betis tercantik hehe

      Hapus
  3. YUk ahh mulai disiplin untuk diri sendiri,..
    buanglah sampah pada tempatnya !!
    iya aku tau yang kasus longsor gunung sampah leuwi gajah, itu deket rumah tanteku, ga berasa ya 8 tahun yang lalu..

    makasih uncle sudah mengingatkan aku dan kita semua..
    salam lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam lestari jugaaaa mbak Ayuuuuuu

      Hapus
  4. Urusan sampah memang dianggap sepele oleh sebagian orang Cak, padahal yang disepelekan itu akan mengakibatkan hal yang fatal, contohnya sampah, saat disepelekan bisa mengakibtkan banjir dan mendatangkan penyakit,

    Berarti kalau tanggal 14 Februari ada coklat dan wrana pink trus kalau tanggal 21 Februari bersih² sampah nih,,,

    Sip, Cak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tanggal 25 Februari ono opo kang? Hari Jomblo sedunia mungkin ya haha

      Hapus
  5. Oalah Kang aku baru tahu kalau hari ini adalah hari peringatan utk sampah.
    Aku pribadi sejujurnya juga sangat prihatin dg "persampahan" di negeri ini yang belum bisa dikelola dg baik
    Kita sebagai masyarakat dan juga pemerintah seringkali tak mau buang2 waktu hanya utk memikirkan sampah
    Padahal sampah yang kian hari kian menggunung merupakan sumber beragam masalah yang perlu segera diatasi dan dipecahkan
    Terimakasih telah menginformasikan tentang "hari sampah" ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menurut saya perlu kok mbak Ren dibentuk menteri negara urusan larakan haha

      matur nuwun mbak.. salam gawe Shasa

      Hapus
  6. kalau sampah dikumpulin kayak gelas2 botol2 wah diincer para pemulung om :D

    OOhh hari inihari sampah toh, baru tau aku om :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok gak dikasihkan saya aja Niar?

      Hapus
  7. tembusan tulisan kok gak sapek presiden sampah mas...hehe
    ada pemulung dan pencari botol" brkas aja sek akeh sampah, opo maheg gak onok pemulung hem.......
    perkecil produksi sampah dan buang ke tempatnya aja wez :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupz.. jika semua tak sadar, lantas siapa lagi ya?

      Hapus
  8. Nitip corat coret sam:

    “Produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam”

    - Pasal 15 Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan.. hukume WAJIB, bukan MUBAH atau MAKRUH yo sam haha

      Hapus
  9. Ntar yg jadi menterinya sampean ya uncle haha..... *aminn*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makanya dukung Tukul jadi Presiden RI selanjutanya mbak. Soale katanya saya mau diajukan jadi salah satu menteri kabinetnya hahaha

      Hapus
  10. susah banget ya ...orang2 terpelajar aja masih banyak buang sampah dari jendela mobil...
    dijitakin aja semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga makin ada kesadaran ya Tante masyarakat kita akan sampah dan segala dampak yang ditimbulkannya :)

      Hapus
  11. wah, saya malah baru tau Kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, sekarang sudah tahu dong :p

      Hapus
  12. Baru tahu aku mas ttg hari sampah Nasional :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa masukin agenda mbak Ely

      Hapus
    2. Tentu mas, Maturnuwun :):)

      Hapus
  13. Kalau tidak baca artike ini saya tidak tahu Uncle. Malah sudah lewat lagi. Hee,,,,,hee,,,,hee,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung baca artikel yo Kang hehehe

      Hapus
  14. Baru tau tuh gan kalo ada peringatan hari sampah..
    semoga cepet terselesaikan masalah sampah yang makin menumpuk ya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk.. dimulai dari kita membantu permasalahan sampah

      Hapus
  15. Mas Lozz, Saya termasuk warga yang belum peduli banget dengan sampah. selama ini hanya sekedar suka aja ngumpulin botol kosong. kalau sudah terkumpul banyak, biasanya botol-botol itu dikilo di bank sampah atau di tukang rosokan.. mayan dapat duit *otak matre*

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu lebih baik mbak Yun.. ketimbang cuek bebek dengan masalah sampah

      Hapus
  16. Seneeng.., baca tulisan yg penuh semangat seperti ini..
    Syukurlah.., sekarang sudah banyak kader2 lingkungan.., yang peduli dg sampah, yang ngerti ttg pengelolaan sampah yang baik, benar & ramah lingkungan. Saluutt dg mereka, salut dg mas Lozz.., para pendekar lingkungan.. -)

    btw.., hari Sampah Nasional, belum ditandai ya.., di kalender nasional..

    BalasHapus
    Balasan
    1. usulin aja mbak ke menteri Kalender Indonesia hahaha

      Hapus
  17. di sekolah zidane kalo ada yang buang sampah sembarangan di hukum suruh mungutin sampah di seluruh sekolah lho uncle...

    Sampah memang tanggungjawab kita semua ya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah mungkin harus seperti itu mbak untuk membiasakan tertib sanpah di tempatnya.. Buang sampah sembarangan hukumannya lari monas 10 kali wkwkwk

      Hapus
  18. harus dimulai dari dini tuh membiasakan buang sampah pada tempatnya. dibekasi juga ada TPS tuh uncle lokasinya jadi seperti gungan sampah begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ati-ati longsor "gunung sampah" nya loh mbak Lid

      Hapus
  19. baru tahu ada Hari Sampah Nasional :O *gak update blass

    permasalahan sampah di negeri ini memang sesuatu sekali, karena masyarakat sendiri pun tidak peduli. Ada tulisan "dilarang buang sampah sembarangan" pun gak dibaca :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin perlu ditambahi mbak tulisannya "buang sembarang, push up di tempat"

      Hapus
  20. paling sebel ngeliat ada mobil mewah lewat trus buang sampah di jalan. Huahhh, kayaknya pengen ngasih tempat sampah deh. Sering banget tuh kejadian disini.

    BalasHapus
  21. 3M ala aa' gym ae nek aq kang lozz :D,,,
    suwee rek aq ra mrene, ternyata wes dirubah rumahe ^_^

    BalasHapus
  22. tu ponakanmu itu....dimarahin emaknya ga mempan, huhuuffttt

    #coba udah bisa baca aja, tak sodor tulisanmu ini

    BalasHapus
  23. jangan sampai hari sampah nasional malah dianggap sebagai hari untuk menyampah alias menebarkan sampah kemana-mana :-)

    BalasHapus
  24. Mampir lagi cuma mau ngintip sudah ada postingan baru belum..
    BTW makasih supprotnya utk Shasa ya?

    BalasHapus
  25. sama ma mbak Dey.. sering liat mobil bagus2 tp buang sampahnya sembarangan.. Hadeuuuhh..

    BalasHapus
  26. Memilah sampah, sepertinya sudah menjadi kewajiban setiap masyarakat.
    Kalau bukan kita yang peduli pada lingkungan, siapa lagi?
    sama Lozz, saya juga suka miris kalo lihat sampah dibuang sembarangan...main lempar dari jendela mobil atau motor, atau bahkan membuang sampah di aliran sungai, duh, kenapa harus nunggu banjir dulu ya baru sampah itu dibersihkan. setelah banjir reda, budaya itu biasanya akan berlangsung kembali...
    :(

    BalasHapus
  27. terima kasih sdh diingatkan ya... betul kesadaran itu harus dimulai dari kita sendiri... :)

    BalasHapus
  28. Saya hampir setiap hari mulung sampah koq. .
    Mulung sampah itu menyehatkan, karena ada aktivitas jongkok-berdiri. :D

    BalasHapus
  29. Salam lestari uncle Lozz,.. ;-)
    Mudah2an qta selalu ingat sampah setiap saat yaa.. Supaya qta gak selalu dpt teguran dari Tuhan, amiiin... :-)

    BalasHapus
  30. Uncle Lozz.. Vania selalu buang sampah pd tempatnya loh ^_^

    BalasHapus