Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 19 Maret 2013

Menculik Akin

Sabtu sore ada pesan singkat dari Api Kecil  yang mengabarkan bahwa Kakaakin, seorang blogger asal Borneo sedang dalam perjalanan menuju Jember. Segera saya tidak lanjuti berita mendadak itu. Saya kontak Kakaakin untuk mengetahui posisi terakhir dia. Di ujung telpon sana dikabarkan jika dia sekarang sudah berada di daerah Probolinggo. Yang artinya sekitar tiga jam lagi dia sudah sampai di  kota saya.

Saya sempat bingung sebab kebetulan saat itu mendapat giliran piket malam hari. Yang berarti kemungkinan saya tak bisa menemani Akin saat tiba nanti. Syukurlah tuan majikan mau memberi free pass, dengan jaminan salah satu adik pencinta alam saya sebagai sandera. Menggantikan tugas saya malam itu sebagai satpam dunia maya.

Lepas maghrib segera saya meluncur ke kota Jember. Saya perkirakan Kakaakin saat itu sudah tiba di terminal Jember ( Tawang Alun ). Ternyata tepat dugaan saya, di layar ponsel saya membaca sebuah pesan singkat yang berisi "Selamat datang di kota Jember", ya..ya perawat cantik itu telah tiba di kota kecil saya.

Untuk menemukan keberadaan Kakaakin bukanlah perkara yang sulit bagi saya. Sebab, sesampai di terminal saya langsung bisa kenali sosoknya.  Kakaakin yang ditemani adik sepupunya ternyata saat itu sudah terlebih dahulu ditemukan oleh salah satu familinya yang di Jember. Nah dari sini sedikit permasalahan terjadi, sebab tante Akin menyarankan untuk terlebih dahulu menuju kediamannya. Di sebuah daerah yang bisa dikatakan jaraknya jauh dari tujuan kopdar, yaitu Panaongan, kediaman Masbro. Setelah terjadi tarik ulur, akhiranya si tante menyerah, dengan syarat mengajak makan terlebih dahulu di pusat kota.

Ah kenapa harus makan di kota? begitu pikir saya, sebab untuk menuju kota tentu saja saya harus melewati beberapa pos jaga polisi. Bahaya ! sebab saat saya membonceng Akin tanpa tudung tudung kepala berkendara alias helm. Jika ditanya kenapa Akin tak menumpang mobil Tantenya saja ? Hahaha entahlah, tanya aja dia.

Syukurlah, dengan jalan berkendara menyamar di sela-sela mobil yang lalu lalang, kami bisa sampai di kota tanpa terkena tilang. Sesampai di tempat makan, berkali-kali SMS saya terima dari dulur-dulur di Panaongan. Mempertanyakan tentang keberadaan kami saat itu. Seakan tak sabar, karena mungkin mereka merasa lama menunggu kami tiba. Saya pun membalas jika sedang mencari strategi untuk menculik Akin dari tangan tantenya.

Negoisasi kembali dilakukan, dengan tujuan Akin segera diijinkan menuju Panaongan. Saya maklumi jika Tante Akin nampak sedikit mengkhawatirkan keponakannya pergi dengan pria yang cuma dia kenal dari dunia maya. Alhamdulillah, si tante akhirnya memperbolehkan kami pergi. Tak lupa dia memberi kami alamat rumahnya, sebagai bekal kami jika kebingungan saat pulang nanti. Sebuah coretan denah yang sebenarnya saya tak begitu tahu letaknya. Sebuah taktik  ala "yes madam" terpaksa dilakukan, agar si tante segera membiarkan kami pergi.

Kami pun segera pergi dari tempat makan itu. Menuju Panaongan yang mungkin orang-orangnya sudah tak sabar menunggu. Apes, ternyata kebohongan yang baru saja saya buat berbuah kualat. Baru saja kami meninggalkan tempat makan, ternyata di depan bertemu harus dengan sempritan. Seorang petugas memaksa kami harus terdampar di pos jaga hahaha. Tapi, sudahlah tak usah dibahas kejadian menjengkelkan itu. Yang jelas malam itu saya telah melakukan sebuah pembelian rokok termahal dalam hidup saya. Ya, sebatang rokok Marlboro pak polisi harus saya barter dengan selembar I gusti ngurah rai yang saya punyai hihihi.

Dan, untuk selanjutnya biarkan deretan foto ini yang menceritakannya.
Dulur blogger, itulah sekilas tentang cerita saya dalam rangka menculik Kakaakin saat kopdar. Nah, kira-kira ada yang mau saya culik pas kopdaran seperti Kakaakin hehe. Santai saja, yang jelas saya sekarang sudah mempersiapkan segala sesuatunya jika terpaksa menjadi penculik lagi. Yah, setidaknya saya harus meyediakan helm cadangan, agar tak terjadi lagi kejadian seorang satpam dunia maya terdampar di pos jaga polisi jalan raya hahaha..

Matur nuwun Akin !