Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 21 Maret 2013

The Old and The New Photos : Hanya Nemu Satu

Tumbuh besar di jaman serba teknologi  itu merupakan anugerah. Betapa tidak, teknologi tak hanya mempermudah segala pekerjaan yang dilakukan manusia. Tapi,  bisa pula kita manfaatkan untuk membuat semacam investasi nostalgia. Yah, berupa kenangan macam tulisan, foto atau video yang tentunya sangat berharga saat diputar kembali di usia senja nanti.

Namun tidak demikian halnya dengan saya. Masa kecil saya tentunya tak dihiasi gemerlap teknologi seperti sekarang ini. Saya besar pada sebuah keadaan yang begitu rumit  dijelaskan dalam bentuk tulisan. Otak saya tak akan mampu memutar ulang memori masa kecil itu. Pun demikian dengan kenangan yang mungkin bisa dinikmati secara visual. Nyaris tak ada yang bisa diselamatkan.

Tiada foto yang menceritakan kenangan antara saya dan mamak. Apalagi foto bareng bapak, ah mungkin itu akan menjadi sesuatu yang langka dan sangat berharga apabila sekarang saya bisa menemukannya. Yang saya ingat dulu Ibu sangat marah, ketika ada yang mengatakan saya hanya anak pungut orang  rumah, itu saja. Selebihnya saya tumbuh menjadi anak kecil yang tak bisa mengenali saudara-saudaranya. Menjadi remaja yang mencoba mencari asal usulnya, lalu menyadari jika keputusan Illahi itulah jalan terbaik buat masa depan saya.

Semalam saya mencoba mencari kembali investasi nostalgia itu. Hasilnya masih tetap sama, tiada yang bisa saya ketemukan. Kalau pun ada mungkin hanya sebatas foto buram dan foto-foto kenangan yang nyaris tak bergambar. Syukurlah, saya masih bisa menemukan sebuah foto masa kecil dari ijasah TK dulu.
Nah terus foto barunya mana? Coba arahkan cursor mouse ke foto itu deh. Lihat metamorfosis lelaki kecil itu hingga sekarang. Piye? emang tak seberapa tampan kan? hahaha.

------

Bunda Yati. Hmmm, bicara tentang blogger yang satu ini sepertinya saya terlebih dulu mengenal beliau dari sebuah lirik lagu. Lagu itu berjudul "Untuk Bunda", yang masuk dalam album Tamasya Save the Tree #3 Penciptanya Masbro Acacicu, isinya menceritakan tentang seorang perempuan yang masih eksis berkarya meski menapak usia senja. Mungkin karena sudah terbiasa menyanyikan lagu itu membuat saya penasaran dengan sosok perempuan yang disebut-sebut di dalamnya. Nah, lewat jejaring sosial FB akhirnya saya berteman dengan Bunda Yati.

Pertemanan kami semakin akrab. Saya pun pernah menjadi guru private Bunda Yati yang ketika itu kerajingan memulung recehan dari dunia maya.  Nah, saat saya mulai berkancah di dunia blogging, Bunda Yati pun coba saya iming-imingi untuk melakukannya. Saat itulah saya tahu jika Bunda Yati adalah sosok yang harusnya bisa dijadikan motivasi buat kaum muda. Jika menuntut ilmu itu tak mengenal batasan waktu. Saya pun pernah memberikan ruang tersendiri untuk beliau di blog ini. Dengan  artikel berjudul Semangat.. Lozz ! , sebagai apresiasi karena beliau secara tak langsung memberi semangat saat gairah berkarya saya dilanda lemah syahwat.

MISCELLANEOUS,  blog ini usianya lebih tua dari ESSIP. Seingat saya dulu blog tersebut hanya berisi artikel formula cara mencari rejeki di dunia maya, lengkap dengan banner kelap kelipnya. Alhamdulillah, Miscellaneous sekarang bukan lagi blog lapak, tapi menjadi rumah mungil Bunda Yati dengan aneka tulisan yang gurih dan enak.

Tentang kritik dan saran untuk Miscellaneous. Yang pertama mungkin soal nama. Menurut saya nama URLnya terlalu panjang dan kurang mudah diingat. Tanda hubung dalam nama tersebut juga terasa kurang aduhai dipandang mata. Bundayati.blogspot.com dan Yatirachmat.blogspot.com kayaknya masih ada deh Bun. Kenapa tak memakai salah satu nama itu?

Untuk tulisan, saya rasa essip markosip kok tulisannya. Bunda Yati juga sudah berkali-kali berkarya melalui beberapa buku antologi. Sebuah prestasi yang hebat, karena tak semua blogger bisa melakukannya, termasuk saya.

Untuk kritik, Saya sering melihat Bunda sering mumet perkara tampilan blognya. Udah deh, Bunda Yati fokus aja membuat tulisan-tulisan yang ciamik. Perkara perkara pernak-pernik tampilan blog biar saya nanti yang rapikan. Tapi eits jangan minta yang aneh-aneh ya, soalnya saya bukan ahli script HTML, tapi cuma tukang pasang template blog saja hahaha.

Bunda Yati sering kali curhat dan mengeluh soal artikelnya yang kalah dalam sebuah kompetisi. Hmm, maaf ya Bun, jika anak onlinemu ini kurang setuju. Menurut saya keberanian kita dalam berlaga dalam sebuah lomba itu sudah menunjukkan jika kita bermental juara. Dan setiap tulisan yang dibuat, itulah artikel juara. Menang kalah hanya soal keberuntungan saja. Yah, beruntung karena ada manusia bernama juri yang kepincut dengan tulisan kita. Menang tak boleh terlalu membusung dada, sebab bisa saja juri salah dalam membuat keputusannya. Kalah juga tak harus terlalu kecewa, sebab bagaimana kita harus kecewa jika tanpa piala saja kita sudah menjadi juara? Terus saja menulis Bunda, teruslah menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang muda.

Selamat ultah buat Miscellaneous. Seger waras selalu buat Bunda Yati Rachmat. Semoga kelak anak-anak onlinemu di Jember bisa dolan ke sana tuk melantunkan "Untuk Bunda" langsung di hadapan anda.

We lophe yu pull Bundaaaa..

Foto dan tulisan untuk memeriahkan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS