Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Sabtu, 02 Maret 2013

Uncle Tak Seberapa Tampan dan Keponakan

Foto di bawah ini diambil dengan media kamera ponsel Samsung C3322. Berlokasi di pelataran depan rumah saya sendiri. Dengan seorang model tak seberapa tampan yang tentunya tak asing bagi emak-emak di dunia maya hahaha. Model satunya  bernama Rega, seorang model cilik pendatang baru, yang juga keponakan saya.

Skenario dalam foto menceritakan  Rega yang tengah asyik menjadi seorang juru mudi  layang-layang dan Uncle Lozz yang jadi co-pilotnya. (untuk pengguna Mozilla arahkan cursor mouse untuk melihat foto lainnya)

lozz
essip

Hampir saban sore si Rega bermain layang-layang di depan rumah saya. Pada awalnya dia hanya melihat saja cara orang dewasa saat menerbangkannya. Kadang dia hanya menjadi co-pilot yang tugasnya memegang gulungan benang di samping penerbang layang-layang. Hingga pada suatu hari, Rega saya tawari untuk menerbangkan layang-layangnya sendiri.

Awalnya si Rega nampak kesulitan saat menerbangkan layang-layangnya. Entah berapa kali layang-layang Rega tak sukses melakukan lepas landas di udara. Nyungsep di genteng tetangga, nyantol di tiang listrik, atau kadang nyangsang di pohon mangga. Itulah tragedi yang selalu ada saat Rega menjalani latihan sebagai penerbang layang-layang sejati.

Kini si Rega telah berhasil mengantongi lisensi terbang dari saya. Dia sudah lihai menerbangkan layang-layangnya sendiri. Bahkan sekarang si Rega seringkali menembak jatuh layang-layang yang dipiloti  lawan. Padahal bisa dikatakan usia mereka jauh-jauh lebih tua dibanding usia Rega.

Dulur blogger, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya dibutuhkan sebuah sinergi yang cantik antara kaum tua dan generasi muda. Harus ada dukungan satu sama lainnya. Yang tua berfungsi sebagai "begawan bijak" yang mau memberi kesempatan kamu muda mengambil peranan. Sebaliknya yang muda jangan sampai berleha. Harus berfungsi pula sebagai garda depan untuk membangun bangsa. Tentunya tanpa harus mengabaikan petuah bijak yang lebih tua.

Namun sayang, negeri ini sepertinya masih saja kurang memberikan jam terbang buat kaum muda. Kalaupun ada mereka hanya mau memberikan tongkat estafet ke dinasti mereka sendiri. Hanya kepada kalangan muda dari kolega dan keluarga. Yah, hanya untuk mengekalkan raja-raja baru dari kalangan mereka saja.

Yang muda masih belum mampu ! Yang muda masih minim pengalaman ! itu kata mereka ! Padahal jika mereka mau seperti halnya saya, memberikan kendali layang-layang kepada Rega. So pasti nuansa negeri ini lebih berwarna dan tak hanya berisi muka-muka lama saja. Memberi kesempatan kepada yang muda untuk latihan dan terjun langsung di lapangan. Memposisikan diri di samping mereka layaknya saya memegang gulungan benang  di samping Rega untuk memberi arahan tentang cara menerbangkan layangan.

Lihat hasilnya ! Rega ternyata juga mampu menerbangkan layang-layangnya sendiri. Bocah berumur tiga tahun itu ternyata mampu melakukannya. Disaat orang-orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua menyepelakan kemampuannya. Justru sekarang Rega  bisa pandangi layangannya terbang ke langit tinggi

Ah, kenapa saya malah mblarah ngalor ngidul bak layangan putus ya hahaha. Padahal ini kan hanya kontes foto, bukan kontes artikel. Intinya yuk  kita sama-sama mengambil peranan menurut fungsi kita masing-masing. Jika merasa tua, sekali dua kali mencoba terjun ke langgang saya rasa itu tak masalah. Tapi, jika hanya ingin mengekalkan diri duduk di tahta yang megah, hmmm saya pikir lambat laun yang muda pun akan menjadi gerah.

Pun demikian untuk kaum muda. Jangan hanya diam menunggu apalagi pasrah. Teruslah untuk mengeksploitasi kemampuan dalam diri kita. Sambil terus belajar dari pengalaman yang lebih tua. Insya ALLAH, kelak kita akan sama-sama melihat layang-layang bercorak merah putih menjulang gagah di angkasa.

Hidup layang-layang, Merdeka !

Postingan ini untuk memeriahkan kontes Potret Laki-laki dan Dunia Anak