Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 22 April 2013

Cerita Gumuk Untuk Keola dan Naima


Untuk Keola dan Naima.....

Jika  kemarin kalian bertanya tentang sebuah tempat yang seru untuk jalan-jalan, mungkin tak seberapa banyak yang bisa Uncle sebutkan. Playland di mall tentu bukan sesuatu yang baru bagi Keola, yang isinya berbagai macam wahana macam bom-bom car dan aneka permainan menarik lainnya. Demikian pula  Sea World atau berendam di Wahana Air tentu merupakan sesuatu yang biasa buat Naima. Tapi tidak demikian halnya dengan Uncle. Masa kecil Uncle tidaklah seberuntung seperti kalian. Di jaman Uncle jarang sekali ditemukan tempat bermain yang seru seperti sekarang. Andaikan ada mungkin itu hanya sebatas komedi putar saja, yang ada saat pasar malam mengunjungi lapangan  desa kami.

Demikian juga dengan permainan modern lainnya, bisa dikatakan semua itu menjadi sesuatu yang langka. Tak ada play station, apalagi bom-bom car. Paling-paling hanya sebuah "gembot" dan harus mengantri pula saat ingin memainkannya. Itupun kalau beruntung. Jika tidak, ya terpaksa Uncle hanya bisa ikut tertawa menonton teman yang sedang seru memainkan "gembot"nya.

Tapi jangan salah, sesuatu yang sederhana itulah yang membuat anak desa seperti Uncle bisa menemukan sendiri dunianya. Mengelilingi desa dengan bersepeda, itulah Bom-bom carnya. Tak kenal Water park apalagi sea world,  bukan berarti kami tak mampu menciptakan water park sendiri. Water park itu bernama kali, yang setiap sore bening airnya selalu membujuk kami untuk saling menceburkan diri. Itulah definsi seru bagi anak-anak desa. Tak harus mewah, tapi yang penting harus bisa memberi suasana seru yang wah.

Saat beranjak dewasa dan menjadi seorang pencinta alam. Disitu Uncle belajar akan banyak hal. Salah satunya adalah tentang cara mencari pengalaman baru lewat petualang-petualangan seru. Bukan..bukan, Uncle bukanlah seorang petualang hebat seperti ayah Keke dan Nai. Isi kantong Uncle tak mampu melakukan petualangan-petualangan seru di tempat yang jauh. Hanya berpetualang slayaknya Uncle kecil dulu. Mencari kesenangan dengan bermain di alam sekitar. Dan salah satu tempat bermain itu adalah gumuk, yang biasa Uncle datangi di saat pikiran suntuk.

"Ah Uncle, gumuk lagi..gumuk lagi. Kapan hari cerita gumuk, kemarin juga. Bosan ah!"

Ya.ya Uncle tahu mungkin kalian akan protes saat gumuk saja yang dijadikan bahan cerita. Tapi sebentar, duduk manis dulu sayang. Biarkan dulu Uncle bercerita, setelah itu janji deh Uncle akan traktir pisang goreng kesukaan Naima.

Keke dan Nai, gumuk-gumuk itu sebenarnya bukan hanya semacam gundukan tanah saja. Tapi, juga pertanda jika negeri kita ini kaya dan langka. Ya  langka, karena formasi gumuk-gumuk itu hanya ditemukan di tiga tempat saja di dunia. Jepang, Tasikmalaya dan Jember, tempat tinggal Uncle.

Jika Keke dan Nai punya tempat bermain favorit, pun demikian dengan gumuk itu. Tak hanya sebatas tempat bermain favorit Uncle atau anak-anak kecil lainnya. Tapi juga menjadi tempat bermain bagi burung dan satwa-satwa kecil yang ada di dalamnya.

Tapi sayang, tempat bermain langka itu sekarang sedang terancam keberadaannya. Berbagai macam peralatan berat nampak tengah bersiap mencabut gumuk-gumuk yang ada. Bahkan salah satu perusahaan tambang besar pun sudah berminat membiayai rencana mereka. Tapi sssst.. jangan bilang siapa-siapa ya, ini rahasia loh. Pokoknya ini rahasia antara Keke, Nai dan Uncle saja .

Keke dan Nai sayang, pernahkah kalian mendengar pelajaran tentang manusia yang menjadi khalifah bagi buminya? Menjadi seorang penguasa yang berhak mempergunakan segala isi bumi yang dia tinggali. Tapi itu bukan berarti kita harus serakah dengan mengeruk habis-habisan isi bumi, tanpa peduli generasi nanti. Ya, masih ada khalifah generasi di depan nanti yang juga berhak menikmati isi dunia selayaknya kita. Tapi sudahlah, tiada guna berdebat dengan orang-orang pintar itu. Makanya sengaja kupilih Keke dan Nai untuk mendengar cerita tentang gumuk itu. Sebab Uncle rasa nurani kecil seperti kalian pasti lebih bijaksana dibanding mereka.

Hari ini di 22 April, tepat di Hari Bumi, sengaja kuceritakan gumuk itu untukmu hai Keola dan Naima. Agar kalian tahu, jika seiring usia kalian yang semakin bertumbuh besar, semakin gencar pula konsiprasi yang dilakukan orang-orang pintar. Di sudut sana banyak tempat bermain anak-anak kota dibuat, tapi disini justru satu persatu  tempat bermain anak-anak desa dibabat.

Untuk Keola dan Naima, mungkin hanya lewat tulisan saja yang bisa Uncle lakukan untuk membela gumuk-gumuk itu. Selebihnya hanya bisa berdoa semoga nurani orang-orang pintar itu bisa terbuka. Namun  jika suatu hari nanti rencana mereka benar-benar teramini, Ya sudahlah..Uncle tak bisa berbuat apa-apa lagi. Setidaknya Uncle pernah menuliskan padamu jika kota seribu gumuk itu benar-benar ada.

Salam Lestari Keola Naima !